<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581</id><updated>2011-11-27T16:12:25.010-08:00</updated><title type='text'>Membangun Kesejahteraan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-34543446018172606</id><published>2011-04-25T21:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T21:22:06.761-07:00</updated><title type='text'>Perlukah punya kartu kredit?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya seorang karyawan yang baru setahun bekerja. Saya ingin tahu lebih banyak tentang kegunaan kartu kredit. Dan apakah saya sudah perlu untuk memilikinya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yudhi, Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum menjawab pertanyaan di atas, terlebih dulu kita harus menyadari bagaimana cara kita membelanjakan uang kita selama ini. Dengan mengenali perilaku kita dalam berbelanja, kita akan mengetahui apakah kita memerlukan kartu kredit atau tidak. Tanpa pertimbangan yang matang, kita akan terjebak pada kewajiban untuk membayar utang dari bulan ke bulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang terjebak dengan mengatakan kartu kredit adalah alat pembayaran atau alat untuk bertransaksi. Pernyataan itu benar, tetapi tidak mengungkapkan seluruh kebenarannya. Sebab, sesuai namanya, kartu kredit adalah alat untuk mendapatkan kredit. Orang yang memiliki kartu kredit mempunyai hak untuk mendapatkan kredit dari bank yang menerbitkan kartu kredit sampai dengan jumlah yang sudah ditentukan. Tetapi sekali lagi ada yang menganggap kartu kredit adalah semata-mata alat pembayaran. Seorang teman punya kebiasaan buruk. Pada akhir tahun dia menggunakan kartu kreditnya untuk berbelanja tanpa terkendali. Akibatnya, pada bulan-bulan selanjutnya sebagian besar dari gajinya harus disalurkan untuk membayar cicilan kredit berikut bunganya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka pertanyaannya adalah, berapa besar kemampuan kita membayar cicilan kredit berikut bunganya untuk setiap bulannya? Pada prinsipnya berbelanja menggunakan kartu kredit harus mempertimbangkan kemampuan keuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita lihat karakteristik kartu kredit ini. Kartu kredit pada umumnya diterbitkan oleh bank atau institusi keuangan lainnya. Beberapa pasar swalayan dan department store menerbitkan kartu kredit sendiri dengan bantuan bank atau institusi keuangan. Kartu kredit biasanya menagih iuran tahunan yang besarnya berlainan sesuai dengan penerbitnya. Akhir-akhir ini banyak penerbit kartu kredit menawarkan bebas iuran tahun pertama, tetapi untuk tahun berikutnya akan ditagih sesuai dengan ketentuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada ketentuan lain yang perlu diperhatikan, yakni besarnya tingkat bunga. Orang sering tergiur melihat kecilnya pembayaran minimal yang diminta. Tetapi orang lupa, bahwa diluar pembayaran minimal itu adalah kredit kita sebagai konsumen. Dan tentu saja kredit itu dibebani bunga, yang besarnya bervariasi antara 1,5% sampai 4% per bulan, atau 18% sampai 48% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang harus diperhatikan juga adalah cara pembayaran tagihan. Pada umumnya penerbit kartu kredit menyediakan beberapa cara untuk pembayaran sepertitransfer bank, transfer melalui ATM atau langsung ke loket pembayaran kartu kredit. Setiap pembayaran kartu kredit, umumnya ada biaya administrasi yang harus dibayar. Selain itu ada biaya materai yang dikenakan untuk pembayaran jumlah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengenal karakteristik di atas, kita tahu bahwa tidak murah untuk memiliki kartu kredit. Sekali lagi, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah pola belanja kita, termasuk kemampuan keuangan kita, memerlukan transaksi dengan kartu kredit ini? Andalah yang bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat berbelanja dengan bijak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-34543446018172606?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/34543446018172606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=34543446018172606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/34543446018172606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/34543446018172606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2011/04/perlukah-punya-kartu-kredit.html' title='Perlukah punya kartu kredit?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6941969865403589429</id><published>2011-04-14T23:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T23:57:29.501-07:00</updated><title type='text'>Apa itu asuransi jiwa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah banyak tulisan tentang asuransi jiwa, tetapi saya belum “sreg” dengan penjelasan yang ada. Apakah ada penjelasan yang pas?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiawan, Waru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tampaknya cukup rajin untuk menimba ilmu dari berbagai sumber informasi, apakah dari buku maupun dari media massa. Ada satu buku baru yang berhubungan dengan asuransi jiwa yang bisa anda baca (tidak hendak mempromosikan buku ini) berjudul Smart Investment and Insurance Protection for Ordinary Family karangan Roy Sembel dan kawan-kawan. Buku ini bisa diperoleh di toko – toko buku terdekat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita kupas asuransi jiwa ini satu persatu. Pada dasarnya istilah asuransi jiwa berasal dari istilah dalam bahasa Inggris yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Life Insurance&lt;/span&gt;. Ditilik dari istilah bahasa Inggrisnya yang berhubungan dengan kata Life, maka konsep dari asuransi jiwa berhubungan dengan hidup dari orang-orang yang ditinggalkan oleh sang pencari nafkah. Jadi fokus dari asuransi jiwa adalah kehidupan dari orang – orang yang kita cintai, apakah itu istri atau anak-anak kita. Atau ada pihak lain yang memiliki ketergantungan finansial kepada kita, apakah itu orangtua atau yayasan yatim piatu yang kita santuni.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang kepala keluarga yang peduli atau “care” dengan keluarganya, pastilah dia akan mengasuransikan dirinya, agar saat dia tidak ada maka keluarganya akan tetap hidup sejahtera dengan tingkat kehidupan yang sama dengan tingkat kehidupan saat kita masih hidup. Dengan adanya perlindungan asuransi ini, maka kita akan tenang bekerja meskipun risiko kehidupan semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, berapa besar Uang Pertanggungan yang dibutuhkan? Marilah kita lihat ilustrasi berikut ini. Misalnya untuk keperluan bulanan keluarga kita dibutuhkan dana sebesar Rp. 2 juta. Dengan tingkat bunga di pasaran yang sekitar ½ % per bulan, maka dibutuhkan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 400 juta. Uang sebesar itu akan menghasilkan bunga sebesar Rp. 2 juta per bulan untuk keperluan bulanan keluarga. Dana pokok sebesar Rp. 400 juta tetap utuh untuk keperluan yang besar di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besarnya Uang Pertanggungan ini akan berubah sesuai dengan tingkat kehidupan keluarga kita dan juga berubah akibat perubahan tingkat bunga di pasaran. Misalnya keperluan bulanan kita naik menjadi Rp. 2,5 juta, maka Uang Pertanggungan yang dibutuhkan akan naik sesuai dengan kenaikan biaya bulanan kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selamat berasuransi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6941969865403589429?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6941969865403589429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6941969865403589429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6941969865403589429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6941969865403589429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2011/04/apa-itu-asuransi-jiwa.html' title='Apa itu asuransi jiwa?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6814828957984651377</id><published>2011-04-12T02:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T02:23:01.396-07:00</updated><title type='text'>Menabung dari keterbatasan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami baru saja memasukkan anak ke sekolah kami di sebuah Taman Kanak-Kanak di dekat rumah kami. Sebelumnya kami tidak membayangkan bahwa biaya yang harus kami keluarkan untuk sekolah anak kami begitu besar. Selain harus membayar uang pangkal, kami juga harus membayar uang seragam dan perlengkapannya lainnya yang tidak kami duga sebelumnya. Kami bertekad bahwa kami harus mempunyai tabungan untuk kelanjutan sekolah anak kami. Tetapi penghasilan kami pas-pasan untuk hidup sehari-hari, bagaimana mungkin kami menyisihkan sebagian pendapatan kami untuk ditabung?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ade K, Ketintang, Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang pendidikan untuk anak-anak kita haruslah menjadi prioritas kita. Pendidikan yang baik memerlukan biaya yang tidak sedikit, seperti ada pepatah “Jer basuki mawa bea”. Harapan untuk hidup sejahtera di masa depan memerlukan pengorbanan, apakah berupa waktu, tenaga maupun biaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk kasus yang anda paparkan, marilah kita lihat selangkah demi selangkah. Yang pertama harus kita lakukan adalah mengetahui pola pengeluaran kita setiap bulan. Untuk itu kita perlu mencatat pengeluaran yang kita lakukan sedetil mungkin. Dari catatan tersebut akan terlihat pengeluaran-pengeluaran mana saja yang seharusnya tidak perlu kita lakukan. Katakan pendapatan anda sebesar Rp. 1 juta rupiah setiap bulan, sedangkan dari catatan yang kita lakukan pengeluaran yang ada sebesar Rp. 990.000,-. Setelah kita lakukan penelitian, pengeluaran yang tidak seharusnya kita lakukan sebesar Rp. 100.000. Jadi sebenarnya kita bisa menabung sebesar Rp. 110.000,-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah kedua adalah menabung setiap awal bulan sebesar dana yang bisa kita tabung. Dalam kasus di atas sebesar Rp. 110.000. Mengapa harus di awal bulan? Menabung di akhir bulan sama dengan tidak menabung sama sekali. Jika uang masih ada di kantong kita, maka ada banyak “godaan” yang membuat kita dengan “terpaksa” melakukan pengeluaran yang tidak seharusnya kita lakukan. Banyak diskon yang menarik di plasa-plasa, atau cicilan barang-barang tertentu dari teman dekat yang cukup menggoda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berdisiplin menabung, maka kita akan terbiasa untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pepatah mengatakan “Persiapkanlah diri anda untuk hidup seribu tahun lagi”. Selamat menabung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6814828957984651377?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6814828957984651377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6814828957984651377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6814828957984651377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6814828957984651377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2011/04/menabung-dari-keterbatasan.html' title='Menabung dari keterbatasan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-4229565576255810542</id><published>2010-10-28T02:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T02:02:14.703-07:00</updated><title type='text'>Mempersiapkan Pensiun</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Tanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, saya seorang pegawai perusahaan swasta. Fasilitas yang saya peroleh cukup baik, termasuk adanya program pensiun. Tetapi setelah dihitung besarnya uang pensiun yang saya dapat, rasanya tidak cukup untuk membiayai kehidupan saya dan istri di usia senja. Saya memerlukan informasi yang memadai untuk mempersiapkan masa pensiun kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Adi Prasetyo, Sidoarjo&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pak Adi yang baik, anda tampaknya cukup berpikiran jauh. Memang pada umumnya uang pensiun yang disediakan oleh tempat kita bekerja “hanyalah” bantuan untuk membiayai masa pensiun. Kita sendirilah yang harus mempersiapkan biaya saat kita memasuki masa pensiun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Setiap orang pastilah memiliki angan-angan yang berbeda pada saat memasuki masa pensiunnya. Ada yang berkeinginan untuk tinggal di daerah asalnya, misalnya di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Ada pula yang ingin jalan-jalan keliling dunia. Ada pula yang ingin hidup di sebuah panti jompo yang terawat baik agar dia tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan operasional rumah tangganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Setiap keinginan tersebut pastilah memerlukan biaya yang berbeda. Berapa besar biayanya tergantung dari “model” kehidupan yang kita inginkan. Selain itu ada biaya lain yang meningkat cukup drastis yaitu biaya kesehatan. Saat memasuki masa pensiun, tingkat kesehatan kita pastilah menurun atau minimal berkurang dari masa sebelum pensiun. Mahalnya biaya kesehatan saaat pensiun, selain karena tingkat inflasi biaya kesehatan lebih tinggi daripada tingkat inflasi rata-rata. juga karena risiko sakit saat usia tua meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ada banyak jalan agar kehidupan saat pensiun dapat kita lalui dengan sejahtera. Adanya program pensiun dari tempat kita bekerja akan membantu kita untuk mulai merencanakan biaya pensiun. Kemudian kita lihat berapa besar kebutuhan dana yang diperlukan pada masa pensiun yang akan kita jalani. Selisih antara kebutuhan pensiun dan uang pensiun dari program yang diselenggarakan oleh tempat kita bekerja merupakan besar biaya pensiun yang harus kita persiapkan sendiri. Kita dapat membeli produk asuransi tertentu yang memang dapat kita pakai untuk membiayai pensiun, atau dapat juga membeli produk dana pensiun dari DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang dikelola oleh Bank atau Asuransi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Untuk membiayai kesehatan, kita perlu melihat beberapa produk asuransi kesehatan yang memang diperuntukkan bagi pembiayaan kesehatan masa pensiun. Atau jika anda kurang puas dengan terbatasnya produk untuk pensiunan di dalam negeri, anda bisa juga melirik produk pensiun dari negara tetangga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ada sedikit catatan, jika perusahaan tempat anda bekerja telah memiliki program pensiun sendiri pastilah perusahaan tersebut sangat memperhatikan karyawannya. Karena saat pensiun, selain karyawan akan memperoleh uang dari program pensiun tersebut, juga mendapatkan uang dari program Jamsostek dan sejumlah uang lumpsum (atau sekaligus) berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan. Uang pensiun dari beberapa sumber tersebut dapat anda mengurangi besarnya uang pensiun yang harus kita rencanakan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kepedulian anda untuk memikirkan pensiun mulai saat ini, akan membantu anda untuk kehidupan pensiun yang sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Selamat mempersiapkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-4229565576255810542?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/4229565576255810542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=4229565576255810542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4229565576255810542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4229565576255810542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2010/10/mempersiapkan-pensiun.html' title='Mempersiapkan Pensiun'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7826835355896993422</id><published>2010-09-28T01:32:00.001-07:00</published><updated>2010-09-28T01:33:57.119-07:00</updated><title type='text'>Menata kembali keuangan pasca Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, kondisi keuangan kami pasca Lebaran berubah cukup signifikan. Terutama adanya kenaikan akibat meroketnya harga BBM, juga pengaruh dari masa Lebaran kemarin. Kami ingin merapikan keuangan kembali agar tujuan-tujuan kami selanjutnya tidak terganggu dengan kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eko Prasojo, Sidoarjo &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Bapak Eko yang penuh perhitungan, memang masa Lebaran kali ini dipenuhi dengan gejolak ekonomi yang cukup drastis, mulai dari kenaikan harga BBM yang cukup tinggi, sampai kenaikan harga akibat permintaan akan barang yang cukup tinggi selama Lebaran. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merapikan kembali keuangan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, lihat pengeluaran – pengeluaran yang aktual saat ini. Tentunya pengeluaran rutin akan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Contohnya adalah kebutuhan akan BBM untuk alat transportasi anda. Dengan asumsi kenaikan harga BBM yang sekitar 100%, maka dengan aktivitas yang sama, diperlukan anggaran dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah pengeluaran belanja harian kita, meskipun kenaikannya tidaklah sebesar harga BBM, tetapi dari total belanja harian yang  kita lakukan setiap bulan kenaikannya akan terasa cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran untuk pembantu. Beberapa keluarga yang memiliki pembantu, akan memberikan kenaikan gaji sesuai Lebaran kali ini. Kenaikan harus kita perhitungkan, karena pasti akan menyedot sebagian dari pendapatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, bandingkan pengeluaran sebelum dan sesudah Lebaran, dan kemudian lihat pendapatan kita. Apakah pendapatan kita masih bisa mengatasi dampak dari kenaikan biaya bulanan kita di atas? Jika tidak, maka ada beberapa pos pengeluaran yang perlu dikurangi bahkan dihapus sama sekali. Ini tentunya akan mengurangi “kenikmatan” kita. Tetapi mau nggak mau kita harus lakukan, agar tujuan jangka panjang kita tetap sesuai rencana semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, susun anggaran keuangan baru pasca Lebaran. Setelah melakukan langkah pertama dan kedua, tentunya kita akan mendapatkan anggaran baru untuk keuangan kita. Kita harus memastikan bahwa anggaran tersebut dapat kita patuhi dan kita lakukan dengan tertib. Jika tidak, maka akan terjadi defisit, bahkan keuangan keluarga akan menjadi “bangkrut” karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menyusun anggaran baru &amp;amp; tetap fokus pada tujuan jangka panjang kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7826835355896993422?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7826835355896993422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7826835355896993422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7826835355896993422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7826835355896993422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2010/09/menata-kembali-keuangan-pasca-lebaran.html' title='Menata kembali keuangan pasca Lebaran'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-4695533295152478105</id><published>2010-04-18T19:26:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T19:30:11.769-07:00</updated><title type='text'>Menabung Dengan Tertib</title><content type='html'>&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Saya adalah pegawai rendahan dari sebuah instansi swasta di Surabaya. Selama ini hanya sedikit dari bagian pendapatan untuk ditabung. Kami ingin tabungan yang dikumpulkan mencapai jumlah tertentu, sehingga cukup untuk membiayai sekolah anak, memperbaiki rumah, dan membeli sepeda motor baru. Tetapi kami bingung, bagaimana mengalokasikan pendapatan kami agar ada dana yang ditabung meningkat setiap bulannya. Mohon sarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Agus Sugihanto, Sidoarjo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pak Agus, terima kasih atas pertanyaan yang sudah dilayangkan. Persoalan yang Anda hadapi saat ini juga terjadi pada orang lain, tetapi sedikit yang berhasil untuk lepas dari persoalan tersebut. Untuk itu kami sedikit memberi beberapa saran berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Agar bagian pendapatan yang ditabung meningkat ada 2 cara yaitu dengan meningkatkan pendapatan dan pengeluaran tetap seperti semula, atau menerima pendapatan yang ada saat ini dan menekan pengeluaran sampai jumlah tertentu. Sepertinya meningkatkan pendapatan perlu waktu untuk merealisasikannya, untuk itu kita fokus bagaimana dengan menekan pengeluaran sampai jumlah tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Anda mungkin terbayang bagaimana sulitnya menekan pengeluaran yang ada saat ini. Tetapi mungkin bisa dicoba dengan memperjelas tujuan Anda menabung, seperti menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, dan membeli motor yang baru. Dari ketiga tujuan tersebut manakah yang paling mendesak untuk direalisasikan. Jika memperbaiki rumah adalah hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, maka hitunglah lebih detil berapa besar dana yang dibutuhkan. Kemudian hitung tabungan Anda saat ini, dan berapa besar yang disisihkan setiap bulannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dengan membayangkan rumah yang nyaman setelah direnovasi, maka Anda akan termotivasi untuk menyisihkan sebanyak mungkin bagian pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan. Ajaklah bicara keluarga Anda agar memahami “masa bersakit-sakit” ini, agar motivasi Anda semakin kuat untuk merealisasikan tujuan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dengan bantuan dari tujuan di atas, Anda akan mulai terbiasa dengan menabung dengan jumlah tertentu dan nantinya hal ini akan menjadi kebiasaan baik yang bisa Anda lakukan untuk selanjutnya. Dan kondisi ideal, dimana 10% dari pendapatan dialokasikan untuk tabungan akan dengan mudah tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Selamat menabung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-4695533295152478105?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/4695533295152478105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=4695533295152478105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4695533295152478105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4695533295152478105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2010/04/menabung-dengan-tertib.html' title='Menabung Dengan Tertib'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8560645094811392878</id><published>2010-03-15T00:45:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T00:50:57.686-07:00</updated><title type='text'>Menghadapi Masa Krisis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, melihat situasi saat ini dimana dampak kenaikan BBM sudah di depan mata, juga lebaran yang sudah dekat. Kami khawatir akan kenaikan harga yang tidak terkendali, sehingga pendapatan yang kami terima tidak cukup untuk membiayai hidup kami sehari-hari. Terus terang kami sangat khawatir dengan keadaan ini, apalagi beberapa barang kebutuhan pokok harganya sudah merayap naik. Kami ingin mendapatkan saran bagaimana mengatasi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jogi Purnomo, Sidoarjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Jogi, kekhawatiran bapak juga dirasakan oleh sebagian besar teman-teman kita. Ada beberapa hal yang perlu dilihat untuk menghadapi masa yang cukup berat ini. Mudah-mudahan beberapa saran ini di bawah ini membantu dalam menghadapi persoalan keluarga bapak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Berpikirlah postif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa kita perlu berpikir positif? Karena setiap kondisi paling buruk sekalipun pasti dapat kita jadikan sebagai langkah awal untuk melakukan perbaikan keuangan keluarga kita. Dalam hal ini kita dapat melihat kembali pendapatan dan pengeluaran kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Teliti pengeluaran kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya adalah pengeluaran yang benar – benar kita harus keluarkan. Contohnya : kalau setiap kali kita keluar rumah perlu membeli softdrink, pertanyaannya adalah apakah pengeluaran perlu dan harus kita lakukan? Apakah bisa diganti dengan hal yang lain, misalnya membawa minum dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Buatlah daftar pengeluaran setiap bulannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan membuat daftar ini, kita dapat melihat dengan lebih seksama pengeluaran setiap bulannya. Pasti ada pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dilakukan, dan pastikan pengeluaran tersebut kita coret dari daftar di bulan depannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Prioritaskan pengeluaran yang paling penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada beberapa kondisi mencoret beberapa pengeluaran tidak membantu banyak. Lalu apa yang harus kita lakukan? Selanjutnya buatlah daftar prioritas terhadap pengeluaran-pengeluaran yang ada. Prioritas yang paling tinggi, bisa kita lakukan segera. Sedangkan prioritas yang paling rendah, dapat kita tunda atau kita coret dari pengeluaran kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Lakukan dengan tertib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukannya secara tertib, maka keluarga kita akan tetap survive di masa krisis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir postif dan tetap survive di masa krisis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8560645094811392878?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8560645094811392878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8560645094811392878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8560645094811392878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8560645094811392878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2010/03/menghadapi-masa-krisis.html' title='Menghadapi Masa Krisis'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3568854457317587442</id><published>2010-03-02T00:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T00:39:16.260-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengasuh rubrik Kelola Keuangan Keluarga, saya adalah kepala keluarga dengan 2 orang yang masih kecil. Anak yang pertama sudah memasuki tingkat sekolah dasar tahun 2004 ini, sedangkan anak yang kecil baru memasuki tingkat TK. Saat memasukkan anak pertama kami ke SD, kami terkejut ternyata biaya sekolah yang harus kami bayarkan cukup tinggi. Itu baru tingkat dasar, belum lagi tingkat yang lebih tinggi, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Kami ingin mempersiapkan biaya pendidikan anak ini sedini mungkin, agar anak kami dapat memperoleh pendidikan yang memadai untuk hidupnya kelak. Mohon bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agus Supriyadi, Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Amir yang peduli pendidikan anak, memang bicara pendidikan adalah bicara sesuatu yang “mahal” dan harus dipersiapkan dengan baik, sehingga tujuan yang kita inginkan itu dapat dicapai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak, pertama kali yang harus kita lakukan adalah kemana kita akan menyekolahkan anak kita, dan sampai tingkat apa. Tempat menyekolahkan anak sangat mempengaruhi berapa besar dana yang harus dipersiapkan. Antara sekolah negeri dan sekolah swasta memiliki tingkat biaya yang  berbeda. Apalagi jika menyekolahkan anak kita ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sampai tingkat apa anak kita mau kita sekolahkan. Ada orangtua yang menyekolahkan anaknya sampai tingkat S1, bahkan ada yang punya keinginan sampai tingkat S2. Ini juga mempengaruhi besar dana yang dipersiapkan. Untuk tingkat S2, beberapa perguruan tinggi di Indonesia memerlukan dana sekitar Rp. 50 juta. Sedangkan untuk S1 sekitar separuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa orangtua ada yang punya keinginan untuk menyekolahkan anaknya sampai ke luar negeri. Untuk ini perlu pertimbangan yang matang, karena biaya pendidikan untuk beberapa negara berbeda-beda. Sekolah di Australia, Amerika Serikat atau daratan Eropa memiliki tingkat biaya berbeda. Yang perlu dipersiapkan untuk sekolah di luar negeri, tidak hanya biaya pendidikannya, juga biaya hidup di sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, adalah bagaimana mempersiapkan biaya pendidikan tersebut. Banyak lembaga keuangan yang membantu kita untuk persiapan ini, apakah di perbankan, asuransi atau bahkan kita dapat mempersiapkan melalui jenis investasi lain yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan kita. Produk yang ada di perbankan, biasanya mengharuskan nasabah untuk menyisihkan pendapatan setiap bulan sesuai dengan target yang sudah ditentukan di awal. Biasanya disebut sebagai tabungan untuk pendidikan. Misalnya untuk anak kita yang masuk SMP 5 tahun lagi, kita memerlukan dana sebesar Rp. 20 juta. Maka bank akan menghitung berapa besar kita harus mengiur setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan produk asuransi lain lagi, ada yang menyebutnya asuransi pendidikan atau asuransi beasiswa. Produk asuransi biasanya mempunyai manfaat saat anak memasuki tahun-tahun sekolah, misalnya saat masuk SD, SMP, SMP atau perguruan tinggi. Agar kita dapat memperoleh manfaat asuransinya, kita harus membayar premi secara reguler atau secara sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk membiayai pendidikan ini, ada beberapa orangtua yang menyimpannya dalam bentuk lain, misalnya properti (apakah itu rumah atau tanah), bahkan ada yang mempersiapkannya dalam bentuk batangan emas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu semua tergantung dengan kita, pengalaman kita dan kemampuan kita dalam mempersiapkan dana untuk pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi pertama, tentukan tujuan secara spesifik, baru kemudian “kendaraan” apa yang paling sesuai untuk mencapai tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3568854457317587442?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3568854457317587442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3568854457317587442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3568854457317587442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3568854457317587442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2010/03/pendidikan-anak.html' title='Pendidikan Anak'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-2974574696567242747</id><published>2009-12-23T19:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:29:40.215-08:00</updated><title type='text'>Mengelola Uang THR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang karyawan, bulan-bulan ini saya menerima uang THR. Tetapi saya bingung bagaimana mengelolanya agar kehidupan kami sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Pengalaman sebelumnya sangat menyesakkan karena uang THR yang saya terima tahun lalu habis begitu cepatnya. Mohon saran, agar uang THR dapat saya manfaatkan lebih baik mulai tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rudyanto, Waru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Rudyanto, tampaknya anda telah memperoleh pengalaman yang sangat berharga dengan uang THR yang anda terima tahun lalu. Pengalaman adalah guru yang baik bagi kita, kita tidak perlu menyesalinya tetapi bahkan mensyukurinya karena pengalaman tadi akan memacu kita untuk berbuat sesuatu lebih baik setelahnya. Mudah-mudahan saran di bawah ini membantu anda untuk mengelola uang THR yang anda terima dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, anggaplah uang THR yang anda terima sebagai uang yang harus ditabung atau diinvestasikan. Sehingga anda dan keluarga tidak berpikir tentang kebutuhan apa saja yang bisa dibeli dengan uang THR tadi. Banyak orang yang menghabiskan uang THR yang umumnya sebesar 1 bulan gaji dalam waktu yang sangat singkat, karena mereka tidak punya rencana dan menganggap uang tadi sebagai uang kaget yang boleh dihabiskan dalam waktu sekejap. Bahkan ada yang sudah habis sebelum uang THR diterima, misalnya orang tersebut telah membeli barang tertentu yang pembayarannya dilakukan saat uang THR diterima yang artinya anda membeli sebelum uang di tangan. Sehingga uang THR yang baru saja diterima, langsung “melayang” ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, rencanakan penggunaan uang THR tadi sebijak mungkin. Beberapa orang merencanakan untuk membayar premi asuransi dari sana, dan lainnya menginvestasikannya di reksadana atau di deposito. Anda dapat juga mengalokasikan sebagian uang THR tadi untuk kebutuhan yang membengkak menjelang Hari Raya. Misalnya untuk membayar uang THR pembantu, untuk keperluan mudik ke kampung atau lainnya. Pastikan bahwa anda mempunyai rencana penggunaan uang THR tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, sebagian uang THR bisa dipakai untuk melunasi atau melunasi sebagian kredit anda. Misalnya anda memiliki kredit kepemilikan rumah di suatu bank, maka anda dapat melunasi sebagian kredit yang anda ambil di bank tersebut. Dengan melunasi sebagian kredit tadi, maka cicilan bulanan selanjutnya akan berkurang dan anda dapat menggunakan selisihnya untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Atau dengan pelunasan sebagian tadi, kita dapat memperpendek masa pembayaran pinjaman. Misalnya masa pembayaran pinjaman awalnya adalah 10 tahun, dengan pelunasan sebagian tadi masa pembayaran menjadi 8 atau 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari diberikannya THR adalah untuk mengatasi kebutuhan yang membengkak menjelang dan saat hari raya, pastikan bahwa THR yang diterima juga dapat meningkatkan kesejahteraan kita selanjutnya. Penggunaan uang THR secara bijak dan hati-hati akan membantu kita untuk melangkah di hari-hari berikutnya dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat berhari raya&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-2974574696567242747?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/2974574696567242747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=2974574696567242747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2974574696567242747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2974574696567242747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/12/mengelola-uang-thr.html' title='Mengelola Uang THR'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8031855725199483066</id><published>2009-09-28T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T01:03:03.334-07:00</updated><title type='text'>Mengalokasikan Kenaikan Gaji untuk Kesejahteraan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Tanya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami baru saja mendapatkan kenaikan gaji yang cukup lumayan di awal tahun ini. Tetapi kami bingung untuk mengalokasikannya. Ada keinginan untuk mengganti mobil, tetapi mobil yang kami pakai saat ini masih layak digunakan. Sedangkan istri menginginkan sebagian untuk membeli perhiasan. Apakah ada saran untuk ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Suryanto, Gresik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Jawab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat kepada anda yang telah mendapatkan kenaikan gaji yang cukup baik tahun ini, ini berarti anda sudah cukup bekerja keras tahun sebelumnya. Dan anda tampaknya orang yang cukup cermat untuk menghindari ketidakefisienan penggunaan kenaikan gaji tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak orang salah mengalokasikan kenaikan gaji tadi, mereka tidak tahu apa yang mereka beli sehingga mereka lebih “miskin” daripada sebelumnya. Misalnya mereka membeli mobil yang lebih baik atau lebih “mewah”, sehingga berakibat membengkaknya biaya bulanannya, karena pembayaran cicilan kredit yang cukup besar. Mereka menambah “kenikmatan” saat ini tetapi dengan mengurangi “kenikmatan” di masa depan, karena dana yang dialokasikan di masa depan semakin kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada dasarnya kenaikan gaji haruslah dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya untuk kesejahteraan masa kini tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan. Jadi kenaikan gaji tadi sebagian kecil bisa dipakai untuk meningkatkan alokasi keperluan biaya bulanan. Sedangkan sisanya dialokasikan untuk meningkatkan asset produktif anda. Misalnya anda mempunyai sebuah warung kecil yang dijalankan istri anda, maka kenaikan tadi bisa dipakai untuk meningkatkan modal warung tadi. Dengan modal yang lebih besar, maka perputaran dana di warung tadi akan semakin besar, dan keuntungan yang akan didapatkan juga diharapkan meningkat. Juga kenaikan tersebut bisa dipakai untuk meningkatkan investasi portofolio anda. Jika sebelumnya anda bisa menyisihkan dana dari gaji sebesar Rp. 1 juta, dengan kenaikan gaji yang bagus saat ini, anda bisa menyisihkan sebesar Rp. 2 juta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tentang keinginan membeli mobil, ada baiknya ditunda dulu, jika anda merasa bahwa pembelian mobil tadi malah menggerogoti surplus pendapatan anda. Sedangkan keinginan istri untuk membeli perhiasan, sepanjang keinginan itu dengan motif investasi, maka keinginan tersebut bisa anda wujudkan. Sepanjang keinginan pribadi anda yang berakibat meningkatnya asset keluarga anda, maka anda dapat melakukannya dengan cermat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi kenaikan gaji yang cukup baik saat ini, bisa anda jadikan momentum untuk meningkatkan asset anda. Dengan kenaikan asset tadi diharapkan anda dapat juga meningkatkan pendapatan pasif (pendapatan yang diperoleh dari asset produktif, tidak dari anda bekerja) anda. Dan jangan lupa kenaikan gaji tadi menunjukkan bahwa nilai ekonomi anda meningkat seiring dengan kenaikan tersebut, sehingga nilai asuransi anda sebelumnya perlu direview kembali. Anda perlu memikirkan untuk membeli polis baru dengan maksud meningkatkan nilai pertanggungan anda. Jadi kenaikan tadi sebagian bisa dialokasikan untuk membayar premi untuk polis yang baru tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selamat berhitung dan selamat meningkatkan asset anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8031855725199483066?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8031855725199483066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8031855725199483066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8031855725199483066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8031855725199483066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/09/mengalokasikan-kenaikan-gaji-untuk.html' title='Mengalokasikan Kenaikan Gaji untuk Kesejahteraan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8702597238750891662</id><published>2009-08-10T21:08:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T21:17:03.942-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Mengatur Keuangan Keluarga</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CWAHANA%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Body Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} h1 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 1 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:11.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	font-style:italic;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-link:"Body Text Char"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} span.Heading1Char 	{mso-style-name:"Heading 1 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 1"; 	mso-ansi-font-size:11.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	font-weight:bold; 	font-style:italic;} span.BodyTextChar 	{mso-style-name:"Body Text Char"; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Body Text"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1272863345; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:357718042 -484542230 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:0; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Tanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Setelah membaca rubrik ini pada beberapa edisi, saya masih belum terlalu paham dengan maksud mengatur keuangan keluarga. Saya ingin mengetahui secara garis besar maksud dan tujuan dari pengaturan keuangan keluarga ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Soenaryo, Sidoarjo&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Terima kasih, karena anda sudah mengikuti rubrik ini secara berkala. Dalam beberapa edisi, rubrik ini sudah menampilkan tujuan dari pengelolaan keuangan keluarga, tetapi hanya secara sekilas dijelaskan dalam kasus-kasus yang dibahas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Pada dasarnya tujuan dari suatu pengelolaan keuangan ini adalah kebebasan finansial. Artinya pada akhirnya keluarga ini bebas dari hutang, mempunyai pendapatan tetap, kredit telah dilunasi, anak-anak sudah lulus sekolah dan uang tunai tetap ada di tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Setelah kita memahami tujuan di atas, maka kemudian kita perlu merancang atau merencanakan apa-apa saja yang perlu dipersiapkan. Misalnya kita harus merencanakan sekolah dari anak-anak kita. Apakah kita ingin anak-anak kita disekolahkan sampai perguruan tinggi atau bahkan menyekolahkannya sampai keluar negeri. Atau dari sisi perencanaan pensiun, apakah kita ingin masa pensiun dapat kita nikmati dengan sejahtera. Artinya kehidupan pensiun kita lalui dengan keuangan yang memadai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Setelah itu, kita lihat keuangan kita saat ini dan potensi keuangan kita ke depan. Berapa besar dari pendapatan kita yang bisa kita sisihkan untuk mendukung perencanaan kita. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung besar asset yang telah dimiliki. Kemudian lihatlah pengeluaran bulanan kita dan pengeluaran lainnya. Buatlah model pengeluaran kita setiap bulan dan telitilah pengeluaran apa saja yang tidak diperlukan. Jika model pengeluaran kita sudah ada, maka dengan mudah kita bisa mengatur keuangan kita secara lebih disiplin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Jika kita ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan keuangan keluarga ini, silakan mencari di toko buku, beberapa buku yang berbicara tentang keuangan keluarga, misalnya (tidak hendak mempromosikan buku-buku dimaksud) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Perencanaan Keuangan Keluarga karangan Ir. Heru Kustriyadi Wibawa, MSc&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Save or Sorry, Menabung atau Menyesal karangan Hendri Hartopo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Cara Cerdas Mengelola Investasi Keluarga karangan Elvyn G. Masassya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Smart Saving and Borrowing for Ordinary Family karangan Roy Sembel dkk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-size:11;"&gt;Dengan mengelola keuangan keluarga kita dengan baik, maka tujuan keuangan kita akan tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8702597238750891662?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8702597238750891662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8702597238750891662' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8702597238750891662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8702597238750891662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/08/pentingnya-mengatur-keuangan-keluarga.html' title='Pentingnya Mengatur Keuangan Keluarga'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7669251764705605616</id><published>2009-07-13T19:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T19:29:41.185-07:00</updated><title type='text'>Keuangan defisit setiap bulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Sebagai pegawai dari sebuah perusahaan swasta, saya mendapatkan gaji setiap bulan. Tetapi sampai sekarang keuangan saya selalu defisit setiap bulan. Apa yang bisa saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rachmat H., Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Anda tampaknya sudah menyadari terjadinya ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran yang terjadi pada keuangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dari suatu arus kas yang baik adalah  bahwa pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.  Kalau yang terjadi adalah sebaliknya, maka arus kas tersebut defisit, yakni “lebih besar pasak daripada tiang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang anda keluarkan, pada umumnya bersifat rutin. Ada dana yang dikeluarkan setiap bulan, ada yang setiap tiga bulan, ada yang setiap semester dan ada pula yang setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari biaya yang dikeluarkan setiap bulan adalah belanja setiap bulan, biaya sekolah anak-anak, pembayaran listrik dan telpon, iuran keamanan dan sampah, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan biaya yang dikeluarkan tidak setiap bulan, misalnya pajak mobil yang dibayar setiap tahun, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang setiap tahun, pembayaran asuransi jiwa yang setiap semester, dan berbagai kebutuhan tahun ajaran baru untuk anak setiap awal tahun ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi walaupun punya kebutuhan rutin yang sifatnya tiga bulanan, atau enam bulanan atau tahunan, umumnya pemasukan kita bersifat rutin bulanan, yakni gaji. Karena itu setiap kali memperoleh gaji bulanan, kita harus mencadangkan atau menyisihkan sebagian dari gaji itu untuk kebutuhan yang tiga bulanan, enam bulanan atau tahunan seperti tersebut di atas. Dengan kata lain kita harus menabung untuk kebutuhan yang pasti akan muncul kemudian. Kalau kita tidak membuat pencadangan, bisa dipastikan kita akan sering mengalami defisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui prinsip – prinsip di atas, yang harus anda lakukan adalah catatlah setiap pengeluaran yang anda lakukan. Jika anda secara tertib melakukannya, maka anda dapat mengevaluasi pengeluaran mana saja yang tidak perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu prinsip lagi yang harus anda pegang, menabunglah sebelum pengeluaran dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat merapikan keuangan anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7669251764705605616?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7669251764705605616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7669251764705605616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7669251764705605616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7669251764705605616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/07/keuangan-defisit-setiap-bulan.html' title='Keuangan defisit setiap bulan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-5661612678842603307</id><published>2009-05-25T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T19:23:05.378-07:00</updated><title type='text'>Membeli Mobil Untuk Usaha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebagai seorang karyawan yang memiliki gaji tetap, ada desakan dari keluarga untuk memiliki sebuah mobil. Selama ini kami memiliki sejumlah tabungan yang bisa dipakai untuk membayar uang muka, dan ada sedikit dari penghasilan saya yang bisa dipakai untuk mencicil angsuran mobil tersebut. Apakah ada saran bagaimana baiknya pembelian mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suwaji, Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih anda cukup berhati-hati dalam memutuskan sesuatu yang cukup besar, sehingga anda perlu untuk menanyakannya kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama adalah apakah kebutuhan memiliki mobil tersebut sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jawaban pertanyaan pertama adalah ya, berapa besar “ruang” dari penghasilan anda yang bisa dipakai untuk mencicil angsuran kredit mobil tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang 100% dari “ruang” tadi, anda pakai semua untuk mencicil angsuran, berarti anda harus memikirkan sekali lagi pembelian mobil tadi. Karena ada biaya perawatan yang akan menjadi beban setelah memiliki mobil tersebut, misalnya : penggantian oli, servis ringan setiap bulan, biaya parkir, biaya tol. Atau biaya lain yang tidak anda bayangkan, misalnya dengan memiliki mobil maka anda dan keluarga sering piknik bersama ke tempat-tempat wisata. Juga ada pembayaran pajak yang anda harus tanggung setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda juga merencanakan sebuah usaha dengan memiliki mobil tadi, maka anda mengharapkan adanya penghasilan tambahan yang dapat anda peroleh dengan memiliki mobil tersebut. Artinya mobil yang dibeli tidak hanya menjadi asset konsumtif, tetapi juga menjadi asset produktif yang menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sekali jika anda merencanakan untuk mencicil angsuran kredit dan biaya perawatannya dari hasil usaha sampingan tadi. Sehingga anda mempunyai target dalam menjalankan usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat jangka waktu kredit selesai, anda telah memiliki asset produktif yang bisa menghasilkan uang. Pada masa mencicil, anda sepertinya sedang membangun bisnis dengan membeli asset produktif. Setelah masa mencicil selesai, maka hasil usaha tadi bisa anda pakai untuk membesarkan usaha, atau istilah kerennya mengadakan ekspansi, dan sebagian kecil bisa dipakai untuk meningkatkan kesejahteraaan keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, besenang-senang kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-5661612678842603307?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/5661612678842603307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=5661612678842603307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/5661612678842603307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/5661612678842603307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/05/membeli-mobil-untuk-usaha.html' title='Membeli Mobil Untuk Usaha'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-4820201914660337665</id><published>2009-03-30T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T21:05:27.871-07:00</updated><title type='text'>Beberapa kondisi akibat Pensiun</title><content type='html'>1. Berkurangnya penghasilan&lt;br /&gt;2. Rentan konflik&lt;br /&gt;3. Pendidikan anak menjadi terbengkalai&lt;br /&gt;4. Perpecahan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya ada di buku "&lt;strong&gt;PHK dan Pensiun Dini, Siapa Takut?&lt;/strong&gt;" karangan Joannes Widjajanto.&lt;br /&gt;Dan silakan kunjungi Gramedia atau toko buku terdekat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-4820201914660337665?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/4820201914660337665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=4820201914660337665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4820201914660337665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4820201914660337665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/03/beberapa-kondisi-akibat-pensiun.html' title='Beberapa kondisi akibat Pensiun'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7977140379950591529</id><published>2009-03-30T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T21:04:00.816-07:00</updated><title type='text'>Gejala Perusahaan Menawarkan Pensiun Dini</title><content type='html'>1. Banyak sumber daya yang menganggur&lt;br /&gt;2. Pemasaran merosot&lt;br /&gt;3. Karyawan mulai dikurangi&lt;br /&gt;4. Karyawan diliburkan&lt;br /&gt;5. Tidak membayar gaji karyawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya di buku "&lt;strong&gt;PHK dan Pensiun Dini, Siapa Takut?&lt;/strong&gt;". Dapatkan di toko buku Gramedia atau toko buku terdekat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7977140379950591529?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7977140379950591529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7977140379950591529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7977140379950591529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7977140379950591529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/03/gejala-perusahaan-menawarkan-pensiun.html' title='Gejala Perusahaan Menawarkan Pensiun Dini'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-9017280802376734234</id><published>2009-03-03T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T19:55:30.774-08:00</updated><title type='text'>Gejala Post Power Syndrome</title><content type='html'>Beberapa tanda-tanda yang dapat dijadikan indikasi sebagai gejala post power syndrome :&lt;br /&gt;1. Perubahan fisik yang drastis&lt;br /&gt;2. Menjadi pemurung&lt;br /&gt;3. Menjadi cepat emosi dan malu bertemu orang lain&lt;br /&gt;4. Mengalami penurunan kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya ada di buku "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PHK dan Pensiun Dini, Siapa Takut?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" karangan Joannes Widjajanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-9017280802376734234?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/9017280802376734234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=9017280802376734234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/9017280802376734234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/9017280802376734234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/03/gejala-post-power-syndrome.html' title='Gejala Post Power Syndrome'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8129220442622810142</id><published>2009-02-26T22:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T22:57:38.874-08:00</updated><title type='text'>TELAH TERBIT BUKU BARU</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SaeOUdAcRsI/AAAAAAAAAEQ/y7AH_U32LDc/s1600-h/PHK.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307367167914428098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 299px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SaeOUdAcRsI/AAAAAAAAAEQ/y7AH_U32LDc/s400/PHK.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Telah terbit buku baru PHK dan Pensiun Dini, Siapa Takut?&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kunjungi toko buku terdekat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau contact kami untuk pemesanan dalam jumlah besar di &lt;a href="mailto:joannes.widjajanto@gmail.com"&gt;joannes.widjajanto@gmail.com&lt;/a&gt;, ada discount khusus yang menarik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8129220442622810142?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8129220442622810142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8129220442622810142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8129220442622810142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8129220442622810142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/02/telah-terbit-buku-baru.html' title='TELAH TERBIT BUKU BARU'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SaeOUdAcRsI/AAAAAAAAAEQ/y7AH_U32LDc/s72-c/PHK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-586562403212646736</id><published>2009-01-18T21:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T21:06:36.449-08:00</updated><title type='text'>Tujuan Perencanaan Keuangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Setelah membaca rubrik ini dalam beberapa edisi, saya ingin mengetahui lebih dalam tentang tujuan dari perencanaan keuangan kita. Apakah bisa dijelaskan dalam rubrik ini ?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hery S, Waru&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih anda telah mengikuti tulisan kami. Penjelasan tentang tujuan dari perencanaan keuangan telah kami paparkan sebelumnya. Tetapi tentunya konsep perencanaan keuangan kita sangat penting, sehingga banyak orang seperti anda perlu untuk mengetahui lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya perencanaan keuangan diperlukan untuk &lt;strong&gt;menentukan arah yang jelas bagi pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga kita&lt;/strong&gt;. Tanpa arah dan tujuan yang jelas, kita tidak akan bisa mengelola keuangan kita dengan baik. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, kita akan cenderung memboroskan uang yang kita peroleh dengan susah payah. Tanpa perencanaan, kita akan cenderung menghabiskan uang yang kita miliki hari ini untuk kebutuhan hari ini. Para karyawan dengan gaji bulanan cenderung bersikap seperti ini, karena yakin bahwa bulan depan dia akan memperoleh gaji lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tujuan umum perencanaan keuangan adalah supaya di suatu waktu mendatang, kita akan &lt;strong&gt;bebas secara finansial&lt;/strong&gt;, yakni bahwa kita akan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita.  Karena itu sebelumnya kita harus menentukan terlebih dahulu apa tujuan keuangan kita untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Tujuan jangka pendek, misalnya, anda memerlukan sebuah kamar baru untuk anak-anak yang mulai beranjak remaja. Sedangkan dalam jangka panjang, misalnya, anda ingin membiayai pendidikan anak-anak sampai ke tingkat perguruan tinggi, atau anda dan pasangan anda berencana untuk keliling Indonesia saat anda mencapai usia pensiun. Tujuan tersebut di atas, haruslah kita bicarakan bersama-sama keluarga, apakah dengan istri atau suami, atau bahkan dengan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kita harus melihat secara lebih cermat, dimanakah posisi keuangan kita sekarang? Berapa dana yang sekarang kita miliki? Berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut? Dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat melakukan perencanaan keuangan sendiri, atau dengan bantuan seorang perencana keuangan yang anda kenal baik. Perencana keuangan ini akan membantu anda selangkah demi selangkah untuk mengumpulkan data keuangan anda, menganalisa dan kemudian merekomendasikan langkah-langkah yang harus anda lakukan. Di tahap berikutnya, perencana keuangan akan mendampingi anda mengimplementasikan rekomendasi dan perencanaan tersebut. Kendati anda memiliki konsultan perencanaan keuangan, peranan anda pribadi sangat penting, karena anda sendiri yang akan menentukan tujuan keuangan anda, menjalani proses untuk mencapai tujuan tersebut dan meneliti apakah posisi keuangan dari waktu ke waktu mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perencanaan keuangan akan melakukan perencanaan di beberapa bidang, yaitu &lt;strong&gt;perencanaan investasi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;perencanaan asuransi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;perencanaan pensiun&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;pendidikan anak&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;perencanaan pajak&lt;/strong&gt;, serta &lt;strong&gt;perencanaan warisan&lt;/strong&gt;. Jika kita telah melakukan perencanaan keuangan  di semua bidang tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menerapkan pada kehidupan anda. Setelah itu anda dan keluarga anda dapat tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tidur nyenyak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-586562403212646736?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/586562403212646736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=586562403212646736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/586562403212646736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/586562403212646736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2009/01/tujuan-perencanaan-keuangan.html' title='Tujuan Perencanaan Keuangan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7230499251513148882</id><published>2008-12-10T17:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T17:24:25.881-08:00</updated><title type='text'>Merencanakan liburan sekolah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebagai seorang ayah yang mempunyai 2 orang anak berusia 7 dan 3 tahun, saya ingin sekali menyempatkan waktu liburan sekolah yang sebentar lagi untuk pergi ke tempat wisata. Apa yang harus saya rencanakan agar liburan kami lancar?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suryanto, Gresik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Memang waktu liburan sekolah adalah saat yang paling tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati obyek-obyek wisata yang ingin kita sekeluarga kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang harus diperhatikan pertama kali&lt;/strong&gt; adalah berapa besar dana yang disediakan untuk liburan kali ini. Dan dana tersebut berasal darimana? Apakah berasal dari tabungan yang kita sediakan khusus untuk liburan atau tempat bekerja kita memang menyediakan fasilitas cuti beserta biaya untuk liburan. Yang perlu dicatat adalah bahwa biaya liburan hendaknya tidak berasal dari biaya bulanan yang disediakan untuk hidup sehari-hari. Besarnya dana akan menentukan kemana kita sekeluarga bisa menikmati liburan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kedua&lt;/strong&gt;, kemana kita sekeluarga akan berlibur dan alat transportasi apa yang kita gunakan. Jika tempat berlibur cukup jauh dari tempat tinggal anda, maka pesawat udara adalah pilihan yang paling tepat untuk itu. Apalagi saat ini, alat transportasi udara ini menawarkan harga yang cukup bersaing. Tetapi jika kita ingin mengunjungi obyek wisata yang bisa ditempuh dengan mobil pribadi, maka kita harus mempersiapkan kondisi mobil agar layak untuk menempuh perjalanan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang ketiga&lt;/strong&gt;, buatlah jadwal. Sehingga semua anggota keluarga dapat mempersiapkan diri masing-masing dengan baik. Jadwal ini perlu dibuat, karena berkaitan dengan banyaknya perlengkapan dan jenis perlengkapan yang perlu dibawa. Misalnya kita merencanakan untuk berlibur di pegunungan, maka jaket penahan hawa dingin adalah perlengkapan yang mutlak dibawa. Atau jika kita ingin berlibur ke pantai, maka baju renang atau alat-alat untuk bermain pasir adalah perlengkapan yang perlu dibawa. Juga lamanya berlibur akan menentukan seberapa banyak baju yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang keempat&lt;/strong&gt;, surveilah tempat-tempat yang kita kunjungi. Kita tidak perlu mendatangi tempat – tempat yang akan kita kunjungi. Cukup dengan mencari informasi melalui telpon ke tempat yang kita akan kunjungi, atau coba menelpon biro perjalanan anda. Atau mencari informasi melalui teman-teman yang pernah mengunjungi obyek yang ingin kita kunjungi. Informasi yang kita perlukan adalah lokasi, bagaimana cara menempuh tempat tersebut, berapa besar biaya yang diperlukan. Pada umumnya biaya pada saat “peak season” atau waktu liburan meningkat. Kita perlu mencadangkan dana khusus untuk peningkatan biaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kelima&lt;/strong&gt;, persiapan untuk keadaan darurat. Risiko – risiko pasti akan menyertai perjalanan kita nantinya. Apakah risiko sakit, kecelakaan atau mogok di jalan. Untuk mengantisipasi risiko sakit, kita perlu membawa surat-surat yang diperlukan dan rumah sakit mana saja yang direkomendasikan oleh tempat kita diasuransikan. Juga bawalah obat-obat yang diperlukan untuk sakit-sakit yang ringan. Untuk risiko kecelakaan, kita dapat membeli asuransi perjalanan sesuai dengan lama waktu kita berlibur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian selamat mempersiapkan liburan anda dan selamat jalan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7230499251513148882?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7230499251513148882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7230499251513148882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7230499251513148882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7230499251513148882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/12/merencanakan-liburan-sekolah.html' title='Merencanakan liburan sekolah'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-5521343536521168866</id><published>2008-11-30T19:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T19:10:08.010-08:00</updated><title type='text'>Membeli Produk Asuransi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sudah beberapa kali ini saya dihubungi oleh agen asuransi dengan produk yang macam-macam. Saya takut untuk membeli produk-produk tersebut, karena seringkali ada surat pembaca di koran yang saya baca yang menyatakan kekecewaan atas proses klaim yang berbelit-belit, sampai tidak dibayarnya klaim yang diajukan. Juga ada yang mengeluh tentang produk yang ternyata tidak sesuai dengan harapan alias membeli produk yang tidak pas. Bagaimana saya bisa menilai bahwa saya mempunyai kebutuhan untuk membeli produk asuransi, dan produk yang saya beli adalah produk yang pas, serta saya membeli pada perusahaan asuransi yang baik?&lt;br /&gt;Amir F, Waru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Anda tampaknya adalah orang yang cukup berhati-hati dalam memutuskan untuk membeli sesuatu. &lt;strong&gt;Membeli asuransi adalah membeli komitmen&lt;/strong&gt;, karena premi yang kita bayar umumnya berjangka waktu cukup panjang, paling pendek biasanya lima tahun, sedangkan yang panjang bisa sampai 20 sampai 30 tahun. Seringkali para pembeli asuransi atau sering disebut pemegang polis tidak memikirkan berapa lama dan berapa besar premi yang harus dibayar. Karena ketidakmampuan membayar di tengah-tengah masa kontrak akan menyebabkan polis asuransi yang dibelinya menjadi batal / kedaluarsa, atau pertanggungan yang diinginkan di awal menjadi lebih kecil. Ini yang kadang memicu kesalahpahaman di antara pemegang polis dan perusahaan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kita membeli asuransi, kita pasti diminta mengisi suatu formulir atau sering disebut surat permintaan asuransi (SPA). Surat ini adalah dasar untuk diterbitkannya polis asuransi. Pada umumnya SPA menanyakan tentang data-data pribadi, kondisi kesehatan, kondisi keuangan serta produk yang dibeli. &lt;strong&gt;Kesalahan pengisian atau ketidakjujuran saat mengisi SPA, akan menyebabkan tidak samanya kondisi yang ditanggung oleh perusahaan dengan kondisi sebenarnya&lt;/strong&gt;. Misalnya begini, informasi yang didapat dari SPA menyebutkan bahwa kondisi tertanggung adalah sehat, padahal beberapa saat sebelumnya tertanggung terkena stroke ringan. Jika kondisi ini tidak disebutkan di SPA, maka polis akan diterbitkan dengan asumsi bahwa tertanggung adalah sehat. Jika terjadi sesuatu akibat dari stroke ringan yang pernah dialami, maka perusahaan asuransi tidak akan membayar klaimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu produk apa yang pas buat kita? Hal ini bisa ditanyakan langsung kepada konsultan, agen atau perencana keuangan yang anda percayai. &lt;strong&gt;Kesalahan pemilihan produk akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan yang anda tentukan di awal&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perusahaan asuransi mana yang baik? Pada intinya, &lt;strong&gt;perusahaan asuransi yang baik memiliki tingkat kesehatan keuangan yang baik, produk yang berkualitas dan inovatif, serta tingkat pelayanan nasabah yang handal&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berasuransi !!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-5521343536521168866?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/5521343536521168866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=5521343536521168866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/5521343536521168866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/5521343536521168866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/11/membeli-produk-asuransi.html' title='Membeli Produk Asuransi'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6815904530915099580</id><published>2008-11-04T17:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T17:34:39.941-08:00</updated><title type='text'>Asuransi Mobil</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya &lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Kami baru saja sebuah mobil bekas. Mobil ini baru berusia 2 tahun dan dalam keadaan yang masih mulus. Sayangnya mobil ini tidak dilengkapi dengan asuransi. Bagaimana memilih asuransi mobil yang bagus?&lt;br /&gt;Rachmat, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebelumnya kita harus mengetahui beberapa jenis asuransi mobil seperti yang dijelaskan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis yang pertama adalah &lt;strong&gt;Comprehensive&lt;/strong&gt;. Jenis ini melindungi mobil anda secara lengkap, apakah hilang, rusak berat atau rusak ringan. Premi untuk jenis ini cukup tinggi sesuai dengan manfaatnya yang cukup luas. Lalu bagaimana menghitung preminya? Katakan bahwa rate premi untuk manfaat Comprehensive sebesar 1,75% dan harga pasar mobil kita sebesar Rp. 100 juta, maka premi yang harus kita bayar adalah 1,75% x Rp. 100 juta = Rp. 1,75 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis yang kedua adalah &lt;strong&gt;TLO atau Total Loss Only&lt;/strong&gt;. Jenis ini hanya akan melindungi mobil anda dari kehilangan atau kerusakan yang cukup parah. Premi untuk jenis ini tidak terlalu tinggi. Di pasaran, rate premi untuk jenis ini hanya sebesar 0,6%. Jadi untuk mobil yang berharga pasar Rp. 100 juta, maka premi yang harus dibayar sebesar Rp. 600 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kedua jenis di atas, kita juga dapat menambahkan perlindungan tambahan dari peristiwa huru hara. Jika anda menambahkan manfaat ini, maka anda harus membayar sejumlah premi tambahan. Juga ada manfaat TPL atau Third Party Liability, manfaat ini akan diberikan jika mobil lain yang kita tabrak memerlukan perbaikan. Dalam batas tertentu penambahan manfaat TPL ini tidak ada tambahan premi. Tetapi jika kita ingin meningkatkan batas tersebut, maka kita harus membayar premi tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan lagi adalah saat klaim diajukan. Beberapa produk asuransi mobil, mensyaratkan adanya biaya saat klaim diajukan, dikenal sebagai risiko sendiri. Misalnya besar risiko sendiri adalah Rp. 150.000, maka saat mobil kita memerlukan perbaikan akibat kecelakaan dan menghabiskan biaya Rp. 3.000.000, kita harus membayar Rp. 150.000 dan sisanya akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui jenis asuransi mobil ini, selanjutnya adalah mencari perusahaan yang  layak untuk dibeli produknya. Anda dapat mencari informasinya di koran harian, buku kuning Telkom atau dari teman-teman anda yang sudah membeli produk asuransi mobil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berburu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6815904530915099580?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6815904530915099580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6815904530915099580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6815904530915099580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6815904530915099580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/11/asuransi-mobil.html' title='Asuransi Mobil'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7171534232432345086</id><published>2008-10-07T23:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T23:53:59.892-07:00</updated><title type='text'>Apa itu Kebebasan Finansial ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang sekarang ini terobsesi dengan istilah kebebasan finansial. Banyak konsep menawarkan kebebasan finansial ini. Akhirnya orang-orang terobsesi untuk pensiun lebih dini. &lt;strong&gt;Apakah itu kebebasan finansial? Bagaimana kita dapat melampaui sebuah kondisi yang dinamakan sebagai bebas secara finansial?&lt;/strong&gt; Langkah-langkah yang apa diperlukan untuk itu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita bahas bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Robert T. Kiyosaki&lt;/em&gt; dalam bukunya &lt;em&gt;Rich Dad, Poor Dad&lt;/em&gt; menulis bahwa kebebasan finansial diraih jika kekayaan tumbuh secara otomatis di atas inflasi meskipun orang tersebut tidak bekerja lagi. Bagaimana mencapai kondisi tersebut, banyak Multi Level Marketing (MLM) yang menawarkan suatu pendapatan yang tidak terbatas jika distributornya menjalankan bisnis di MLM tersebut secara konsisten. Jadi fokus dari MLM adalah memberikan kebebasan finansial melalui pendapatan yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah &lt;strong&gt;apakah dengan pendapatan yang besar tersebut, distributor yang berhasil dapat dikatakan bebas secara finansial&lt;/strong&gt;. Dari pengamatan dari beberapa top distributor sebuah MLM, sebagian dari mereka ternyata tidak tahu bagaimana mengelola keuangannya. Ada yang membeli properti yang lagi booming tetapi mereka sebenarnya tidak tahu apa tujuan dari pembelian tersebut. Apakah pembelian tersebut dilakukan dengan motif investasi ataukah akan dipakai sendiri. Jadi sebenarnya mereka dapat menghasilkan pendapatan yang sangat besar, tetapi mereka tidak tahu bagaimana mereka mengelola keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat sebuah konsep lain dalam melihat istilah kebebasan finansial ini. Dalam dunia perencanaan keuangan atau di dunia dikenal sebagai financial planning, kebebasan finansial adalah terbebas dari hutang, memiliki pendapatan tetap, telah melunasi KPRnya, anak telah lulus sekolah, dan uang tunai tetap di tangan. Jadi pada titik tertentu, seseorang dikatakan bebas secara finansial jika semua indikator tersebut telah terlewati atau telah direncanakan secara finansial di awal akan terlewati dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama bahwa dunia ini semakin individual, artinya ketergantungan antar generasi semakin tidak tergantung satu sama lain secara finansial. Generasi anak kita dan generasi berikutnya tidak akan mau menanggung beban kehidupan orangtuanya atau nenek kakeknya atau generasi-generasi sebelumnya. Padahal biaya untuk kehidupan orang-orang yang sudah berumur cukup besar, mulai dari biaya perawatan kesehatan yang semakin tinggi, biaya perawat yang diperlukan sampai biaya pemakaman yang juga cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain sang anak sangat memerlukan sebuah kondisi agar dia dapat hidup secara mandiri. Dapat menghasilkan uang sendiri untuk biaya hidupnya saat ini dan menabung untuk kebutuhan masa depannya. Kemandirian sang anak pada awalnya seperti tumbuhnya tunas tumbuhan yang masih sangat “rapuh”, terkena angin yang sepoi-sepoi saja tunas ini bergoyang bahkan bisa tercabut dari tanah beserta akar-akarnya. Dengan semakin kuatnya akar dan batang kayunya, tumbuhan ini akan semakin kuat dan angin sekencang apapun tidak akan menggoyahkannya. Ilustasi ini menggambarkan betapa rapuhnya seorang anak yang baru mandiri. Jika anak ini sudah harus dibebani dengan beban orang  tuanya atau generasi sebelumnya, maka seperti tunas yang dibebani dengan macam-macam pengikat, maka tumbuhan itu meskipun tetap tumbuh akan menjadi “bonsai” yang tidak akan tumbuh lebih tinggi dan lebih besar. Jadi sebagai orangtua, kita harus mempersiapkan keluarga kita untuk hidup mandiri tanpa harus membebani pihak yang lain. Apa langkah yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan waktunya sebuah keluarga akan memasuki tahap anak-anak yang baru lahir, memasuki masa kanak-kanak, masa sekolah, lulus sekolah dan mulai bekerja. Sedangkan orangtuanya dalam bekerja mulai menapak dari tingkat staff sampai tingkat yang paling tinggi dalam sebuah perusahaan atau bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, ada dua tujuan akhir yang harus dicapai sebuah keluarga. &lt;strong&gt;Yang pertama&lt;/strong&gt;,  anak-anak lulus dari perguruan tinggi, apakah itu tingkatan S1 ataukah S2. &lt;strong&gt;Yang kedua&lt;/strong&gt;, kita sebagai orangtua (suami dan istri) mempunyai keuangan yang stabil saat memasuki masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bahas yang &lt;strong&gt;pertama, pendidikan anak-anak&lt;/strong&gt;. Pendidikan di Indonesia cukup mahal, tingkat taman kanak-kanak saja bisa menghabiskan dana jutaan rupiah. Apalagi tingkat di atasnya. Jadi yang pertama kita lakukan adalah menentukan kemana anak-anak akan kita sekolahkan yang kita sesuaikan dengan kemampuan menghasilkan pendapatan saat ini dan proyeksi ke depannya. Apakah akan kita sekolahkan di sekolah negeri atau swasta, ataukah sekolah di dalam negeri atau di luar negeri. Setelah itu kita memproyeksikan berapa besar dana yang diperlukan untuk pendidikan anak-anak kita ini. Sebagai orangtua kita mengharapkan bahwa anak-anak akan telah hidup mandiri setelah lulus dari pendidikan yang kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang &lt;strong&gt;kedua, hidup setelah pensiun&lt;/strong&gt;. Kehidupan setelah pensiun berarti sebuah keadaan dimana pendapatan aktif (pendapatan yang didapat dengan bekerja secara aktif) sudah tidak ada lagi. Biaya setelah pensiun didapat dari pendapatan pasif, apakah dari dana pensiun, ataukah dari investasi yang pupuk selama kita masih aktif bekerja. Biaya apa saja yang harus kita keluarkan saat orangtua yang tinggal berdua dan anak-anak sudah mandiri. Selain biaya hidup sehari-hari, juga biaya perawatan medis yang meningkat dengan bertambahnya usia. Juga biaya untuk aktivitas lain yang menjadi impian kita, misalnya jalan-jalan ke luar negeri setiap waktu tertentu ataukah aktivitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempersiapkan keuangan kita untuk kedua tujuan tersebut di atas, maka kita sudah mempersiapkan keluarga kita melewati kehidupan di dunia ini tanpa tergantung secara finansial kepada pihak lain, apakah itu anak-anak kita ataukah pihak saudara yang lain. Jika kita mempunyai impian yang lebih tinggi dari kondisi pendapatan kita saat ini, kita dapat bekerja lebih keras (hard work) atau bekerja lebih cerdas (smart work). Bisa kita lakukan dengan memiliki bisnis sendiri di luar pekerjaaan kita yang akan menghasilkan pendapatan pasif ataukah kita berbisnis melalui MLM yang juga menjanjikan pendapatan pasif dan bernilai besar. Ataukah dengan berinvestasi pada instrumen-instrumen yang sesuai dengan keadaan kita. Kita bisa berinvestasi di saham, reksadana, properti atau instrumen investasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan diri dan bebas secara finansial.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7171534232432345086?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7171534232432345086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7171534232432345086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7171534232432345086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7171534232432345086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/10/apa-itu-kebebasan-finansial.html' title='Apa itu Kebebasan Finansial ?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-809204284573025131</id><published>2008-09-16T23:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T00:51:14.010-07:00</updated><title type='text'>Dana Darurat Saat Terjadi PHK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jangan kaget dengan istilah PHK yang terdapat pada judul di atas. Banyak orang yang langsung membayangkan PHK adalah akibat kesalahan dari karyawan. PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja, dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan 13/2003 disebut sebagai Pemutusan Kontrak Kerja atau disingkat PKK, sebenarnya bisa diakibatkan oleh beberapa macam hal, bisa secara aktif dilakukan oleh Pemberi Kerja atau Perusahaan, bisa juga dilakukan secara aktif oleh Karyawan. Atau disebabkan oleh hal lainnya seperti akibat menderita sakit atau cacat yang mengakibatkan karyawan tidak dapat bekerja lagi pada perusahaan tersebut. Demikian pula akibat karyawan meninggal dunia atau mencapai usia pensiun yang dipersyaratkan dalam peraturan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi penyebab PHK ada beberapa macam sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dilakukan secara aktif oleh perusahaan : rasionalisasi karyawan, likuidasi perusahaan, kesalahan karyawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dilakukan secara aktif oleh karyawan : mengundurkan diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Menderita sakit atau cacat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Meninggal dunia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mencapai usia pensiun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pemerintah cukup arif dengan mengesahkan UU No. 13/2003 ini. Dibandingkan dengan Kepmen 150/2000 yang cukup kontroversial, adanya UU No. 13/2003 ini, bagi perusahaan lebih fair karena manfaat mengundurkan diri menjadi lebih kecil. Bandingkan maksimal manfaat ini pada Kepmen 150/2000 yang sebesar 11,5 x Upah, dengan manfaat UUK 13/2003 yang sebesar 2,85 x Upah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi karyawan lebih menguntungkan, karena adanya tambahan manfaat saat karyawan menderita sakit atau cacat, sehingga secara keseluruhan manfaat yang diberikan menjadi lebih lengkap. Apalagi besar manfaat yang diberikan bisa mencapai 43,7 x Upah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana bentuk manfaat yang diberikan saat karyawan mengalami kejadian-kejadian di atas? Secara umum rumus yang diberikan adalah Faktor x Masa Kerja x Upah. Seorang karyawan dihargai lebih karena masa kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, besar manfaat yang diberikan adalah sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246876591056959874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 364px; CURSOR: hand; HEIGHT: 221px; TEXT-ALIGN: center" height="193" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SNCmdd5DOYI/AAAAAAAAADA/Wew9gF0GWDM/s400/PHK.jpg" width="499" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Untuk mengetahui lebih detil tentang manfaat yang diberikan oleh perusahaan, anda dapat menanyakan langsung ke bagian personalia perusahaan. Karena yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan tersebut adalah syarat minimal, sehingga perusahaan dapat mengatur lebih lanjut penerapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa manfaat ini harus dipertimbangkan secara khusus? Ada beberapa hal yang bisa kita lihat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang sudah memiliki asuransi dan ingin menambah uang pertanggungan yang ada, maka manfaat yang diatur dalam Undang-Undang tersebut haruslah dipertimbangkan. Sebagai contoh jika anda memerlukan tambahan uang pertanggungan sebesar Rp. 100 juta, maka dengan adanya manfaat tersebut di atas Uang Pertanggungan yang harus dibeli menjadi lebih kecil atau bahkan anda tidak perlu menambah Uang Pertanggungan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, anda yang sudah merencanakan uang pensiun yang layak melalui dana pensiun atau melalui instrumen pendanaan lainnya, maka dengan adanya manfaat Undang-Undang Ketenagakerjaan ini pendanaan yang dilakukan secara mandiri dapat dikurangi. Tetapi perlu dicatat bahwa manfaat yang diatur oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan ini akan dibayarkan secara sekaligus atau lumpsum, sehingga perlu direncanakan manfaat pensiun bulanan untuk menopang biaya hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi patut dicatat, apakah perusahaan tempat anda bekerja telah mencatat kewajiban untuk manfaat Undang-Undang Ketenagakerjaan 13/2003 ini? Jika sudah dicatat, apakah kewajiban tersebut telah dipindahkan ke pihak ketiga untuk dikelola dan dikembangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah semua sudah dilakukan oleh Perusahaan, anda dapat tidur tenang, sambil berhitung berapa besar pertanggungan harus ditambah agar saat risiko terjadi, kehidupan kita tetap layak dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berhitung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-809204284573025131?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/809204284573025131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=809204284573025131' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/809204284573025131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/809204284573025131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/09/dana-darurat-saat-terjadi-phk.html' title='Dana Darurat Saat Terjadi PHK'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SNCmdd5DOYI/AAAAAAAAADA/Wew9gF0GWDM/s72-c/PHK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-920157971672987394</id><published>2008-09-04T19:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T19:23:11.607-07:00</updated><title type='text'>Asuransi Jiwa Tradisional, Dilihat Sisi Kelebihannya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Judul tulisan di atas ditulis agar para pembaca yang terhormat dapat memahami secara lengkap jenis asuransi jiwa, dimana asuransi jiwa tradisional merupakan salah satu jenisnya. Tulisan ini akan membahas secara detil tentang kelebihan dari asuransi jiwa jenis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, asuransi jiwa di Indonesia dibagi ke dalam dua jenis, yaitu : asuransi jiwa tradisional dan asuransi jiwa modern. Asuransi jiwa modern lebih dikenal dengan sebutan unit link, dimana pergerakan nilai unitnya dapat kita lihat setiap hari di harian bisnis. Asuransi unit link memiliki karakteristik dimana porsi asuransi, investasi dan biaya dikenakan dapat diketahui dengan jelas. Lalu bagaimana dengan asuransi jiwa tradisional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi jiwa tradisional dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu &lt;strong&gt;asuransi jiwa berjangka (term life)&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;asuransi dwiguna (endowment)&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;asuransi seumur hidup (whole life)&lt;/strong&gt;. Masing-masing jenis produk ini memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asuransi jiwa berjangka&lt;/strong&gt; adalah jenis asuransi yang memberikan manfaat kepada ahli waris tertanggung berupa sejumlah uang tertentu, saat tertanggung meninggal dunia. Jenis asuransi ini memiliki unsur proteksi dan premi yang dikenakan cukup murah. Masyarakat yang hanya membutuhkan proteksi saja, maka asuransi jiwa berjangka ini dapat dibeli dengan harga yang sangat terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asuransi dwiguna&lt;/strong&gt;, dari namanya saja kita dapat menebak bahwa ada dua kegunaan atau manfaat yang diberikan. Yang pertama, manfaat saat tertanggung tetap hidup dalam jangka waktu tertentu seperti yang tertera pada polisnya. Misal pada polis tercantum saat tertanggung hidup 20 tahun lagi, maka akan dibayarkan sejumlah uang tertentu. Yang kedua, manfaat saat tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, asuransi dwiguna banyak dimodifikasi dengan manfaat tambahan lainnya. Misalnya ada tambahan manfaat saat kontrak mencapai tahun-tahun tertentu, dimana manfaat tersebut tidak tergantung pada hidup atau meninggalnya tertanggung. Modifikasi seperti ini, umumnya dikemas sebagai asuransi pendidikan atau asuransi yang manfaatnya diperuntukkan bagi pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asuransi seumur hidup&lt;/strong&gt; adalah asuransi yang memiliki masa kontrak yang sangat panjang atau seumur hidup. Jadi kapanpun tertanggung meninggal dunia, manfaat akan dibayarkan kepada ahli warisnya. Karena jangka waktu kontraknya cukup panjang, sehingga ada isu tentang nilai pertanggungan yang semakin mengecil setiap tahunnya dibandingkan nilai ekonomi uangnya, beberapa perusahaan asuransi jiwa menambahkan manfaat pertanggungan tambahan. Artinya uang pertanggungan akan bertambah setiap tahunnya, sesuai dengan uang pertanggungan yang diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga jenis asuransi ini, asuransi jiwa berjangka memiliki premi yang relatif murah. Karena manfaat yang dipertanggungkan hanya berunsur risiko saja, juga karena masa pertanggungan yang tertentu saja, misalnya 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun. Sedangkan asuransi dwiguna memiliki premi yang relatif tinggi dibandingkan kedua produk lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242355459705533730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 398px; CURSOR: hand; HEIGHT: 274px; TEXT-ALIGN: center" height="304" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SMCWg_IT9SI/AAAAAAAAAC4/EoUe3naUWPI/s400/AsJiwa.jpg" width="437" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kelebihan produk asuransi jenis ini? Mungkin tulisan di bawah ini dapat dipakai sebagai acuan kita membeli produk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Premi Murah&lt;/strong&gt;. Ini bisa dilihat dari produk asuransi jiwa berjangka, dimana unsur dari produk hanya risiko saja. Sehingga premi yang dikenakan relatif rendah. Produk sesuai bagi mereka yang memerlukan pertanggungan yang besar tetapi memiliki dana yang terbatas dalam membayar preminya. Sebagian dananya mungkin dialokasikan untuk diinvestasikan di tempat lain yang lebih menarik dan menghasilkan imbal balik yang relatif besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menabung dipaksa&lt;/strong&gt;. Untuk produk asuransi dwiguna dan asuransi seumur hidup pada umumnya memiliki tabel nilai tunai. Artinya jika kita tidak melanjutkan kontrak asuransi jiwa sampai akhir, maka yang dikembalikan kepada pemegang polis adalah nilai tunai pada tahun bersangkutan. Juga terdapat mekanisme “penalti” saat kita terlambat membayar premi. Misalnya kita lupa membayar premi yang sudah jatuh tempo 3 bulan sebelumnya, maka untuk mengaktifkan lagi polis yang kita miliki, premi yang jatuh tempo harus dilunasi beserta bunganya. Mekanisme ini membuat kita secara tertib menyisihkan dana untuk keperluan asurani kita dan pembayaran premi harus dilakukan tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanggungan yang menaik&lt;/strong&gt;. Beberapa perusahaan asuransi jiwa menambahkan produk-produknya dengan manfaat pertanggungan tambahan. Pada umumnya setelah polis berusia 3 tahun atau lebih ada tambahan uang pertanggungan setiap tahunnya. Hal ini dibuat untuk mengurangi dampak inflasi terhadap uang pertanggungan yang sudah kita tentukan di awal. Misalnya saat ini kita menentukan besar uang pertanggungan sebesar Rp. 100 juta. Apakah nilai uang pertanggungan sebesar Rp. 100 juta “cukup layak” untuk meng”cover” nilai ekonomi kita 20 tahun kemudian? Untuk itulah mekanisme pertanggungan yang menaik ini diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan beberapa hal di atas dapat anda pertimbangkan dalam memilih produk asuransi yang anda perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memilih. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-920157971672987394?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/920157971672987394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=920157971672987394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/920157971672987394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/920157971672987394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/09/asuransi-jiwa-tradisional-dilihat-sisi.html' title='Asuransi Jiwa Tradisional, Dilihat Sisi Kelebihannya'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SMCWg_IT9SI/AAAAAAAAAC4/EoUe3naUWPI/s72-c/AsJiwa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7875502280520933192</id><published>2008-08-21T02:20:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T02:24:58.249-07:00</updated><title type='text'>Hidup Sejahtera di Masa Pensiun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masa pensiun bagi kebanyakan orang adalah masa yang penuh dengan suasana “redup” karena kesibukan sudah jauh menurun, fisik sudah mulai melemah, bahkan penyakitpun sudah menggerogoti sebagian organ tubuh. Ini kalau kita bicara tentang kondisi fisik dan aktivitas yang dilakukan. Bagaimana dengan kondisi finansial kita? Apakah seredup kondisi fisik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain instansi pemerintah, saat ini banyak sekali instansi swasta yang menyediakan program pensiun bagi karyawannya. Tetapi apakah uang pensiun yang dibayarkan cukup untuk membiayai kehidupan kita selama masa pensiun tersebut? Di banyak negara, program pensiun yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pemberi kerja tidak dapat mencukupi kehidupan para pensiunan di usia senja mereka. Ini artinya ada bagian yang harus disediakan secara mandiri, agar kehidupan pada masa pensiun dapat dilalui dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, penulis mengunjungi sebuah panti wredha yang terletak di Selatan Jakarta. Panti tersebut dihuni oleh sekitar 45 orang yang berusia antara 70 sampai dengan 95 tahun. Fasilitas yang diberikan cukup lengkap, selain akomodasi makan, cuci, dan kamar yang bersih, para penghuni juga disediakan tenaga medis, kegiatan olahraga, juga fasilitas salon untuk perawatan tubuh. Persis seperti sebuah apartemen yang dihuni para manula. Lalu berapa biaya yang harus dibayarkan untuk memperoleh fasilitas itu semua? Ada beberapa kelas yang ditawarkan dan biaya bulanannya berkisar antara Rp. 2.500.000 sampai dengan Rp. 5.000.000 untuk sepasang suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah biaya tersebut cukup besar? Bayangkan pada masa pensiun kita harus mengelola sebuah rumah yang hanya dihuni oleh sepasang suami istri yang berusia senja. Selain harus membayar biaya rutin, seperti tagihan listrik, air, telepon, kita juga harus menggaji pembantu dan mungkin juga sopir untuk mengantar kita. Juga kerepotan lain akibat mengelola sendiri rumah yang ditinggali tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Katakan bahwa biaya bulanan sepasang suami istri di panti wredha tadi rata-rata sebesar Rp. 4.000.000 per bulan. Usia kita saat ini 40 tahun. Lalu berapa besar dana yang harus disisihkan saat ini agar kita dapat menikmati masa pensiun di panti wredha tadi dengan sejahtera. Mari kita hitung bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika biaya bulanan saat ini sebesar Rp. 4.000.000, sedangkan kita berencana akan hidup di panti wredha tadi 20 tahun lagi atau saat kita berusia 60 tahun. Dengan inflasi sebesar 7% per tahun, maka saat itu biaya bulanan telah berada pada kisaran Rp. 15 sampai dengan 16 juta. Tiga kali lipat dibandingkan dengan biaya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan di panti wredha yang penulis kunjungi, usia 70 tahun adalah usia paling muda dari penghuni panti tersebut. Jadi kehidupan yang sejahtera di usia pensiun tampaknya meningkatkan harapan hidup seseorang menjadi lebih panjang. Mungkin para psikolog mempunyai jawaban atas fenomena ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Katakan usia meninggal yang kita pakai adalah 80 tahun (bandingkan dengan hasil statistik yang menyatakan bahwa rata-rata usia orang Indonesia yang berkisar antara 65 s.d. 70 tahun). Maka kita akan hidup di panti wredha selama 20 tahun. Berarti kita mempunyai kesempatan untuk mencicil biaya kehidupan masa pensiun selama 20 tahun, yaitu antara usia 40 dan 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi tingkat bunga yang sebesar 10% per tahun, maka pada saat memasuki masa pensiun yaitu pada usia 60 tahun diperlukan dana sekitar Rp. 3 Milyar. Jumlah tersebut akan bernilai sekitar Rp. 450 juta saat ini. Cukup besar untuk para eksekutif muda yang baru mulai mapan secara finansial. Jumlah tersebut dapat dicicil selama 20 tahun yaitu sebesar Rp. 4,3 juta per bulan. Jika jumlah inipun masih cukup besar, maka kita dapat mencicilnya dengan cicilan yang menaik 10% setiap tahunnya. Besar cicilan per bulannya pada tahun pertama sekitar Rp. 2 juta, dan Rp. 2,2 juta pada tahun kedua, demikian seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang diperlukan yang sebesar Rp. 3 Milyar dapat dikurangi dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah maupun oleh pemberi kerja. Program Jamsostek yang diselenggarakan oleh pemerintah, juga ketentuan pembayaran pesangon pada Undang-Undang Ketenagakerjaan, serta program pensiun yang diselenggarakan oleh tempat kita bekerja akan mengurangi beban akumulasi yang sebesar Rp. 3 Milyar tadi. Katakan dari program Jamsostek, pesangon maupun program pensiun pemberi kerja memberikan uang pensiun senilai Rp. 1 Milyar, maka kita tinggal mempersiapkan dana secara mandiri sebesar Rp. 2 Milyar saja. Banyak cara yang bisa lakukan untuk mengakumulasi dana sebesar Rp. 2 Milyar tadi, tergantung dari karakter kita dan juga ketersediaan produk pensiun maupun produk investasi yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu catatan lagi yang perlu diperhatikan, yaitu biaya di panti wredha yang berkisar antara Rp. 2,5 juta sampai Rp. 5 juta tadi, tidak termasuk dengan biaya kesehatan yang diperlukan saat kita memerlukan perawatan kesehatan, apakah rawat jalan maupun menginap di rumah sakit. Biaya ini cukup besar, karena tingkat kesehatan orang-orang yang telah memasuki masa pensiun akan menurun. Selain penyakit karena usia lanjut, juga adanya komplikasi lain akibat penyakit yang diderita sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk mempersiapkan biaya kesehatan ini. Ada beberapa perusahaan besar yang telah menyediakan fasilitas kesehatan bagi karyawannya mulai saat mereka aktif bekerja sampai mereka memasuki masa pensiun. Tetapi pada dasarnya fasilitas kesehatan hanya akan mencukupi kebutuhan dasar penanganan sebuah penyakit. Jika kita memerlukan penanganan lebih lanjut, maka kita harus membayar sendiri kebutuhan biayanya. Jadi kesimpulannya, kita harus mempersiapkan secara mandiri kebutuhan kesehatan kita saat memasuki masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasaran, beberapa perusahaan asuransi, telah mempersiapkan produk khusus untuk pembiayaan kesehatan masa pensiun ini. Atau kita juga dapat mempersiapkan sendiri pada instrumen atau produk lain yang ada di pasaran. Persiapan biaya kesehatan masa pensiun ini, dapat juga kita gabungkan dengan persiapan untuk biaya hidup seperti yang kita bahas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berhitung dan bayangkan kita akan hidup sejahtera di usia senja nanti.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7875502280520933192?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7875502280520933192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7875502280520933192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7875502280520933192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7875502280520933192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/08/hidup-sejahtera-di-masa-pensiun.html' title='Hidup Sejahtera di Masa Pensiun'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7018698725474621699</id><published>2008-08-05T17:34:00.000-07:00</published><updated>2008-12-13T20:05:06.348-08:00</updated><title type='text'>Kebutuhan dan Manfaat Pensiun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ada dua bagian besar yang dibahas pada tulisan ini. Yang pertama adalah tentang kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi saat menikmati pensiun. Sedangkan yang kedua adalah bentuk-bentuk manfaat pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Kebutuhan Pensiun Tergantung Mimpi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau membaca subjudul ini mungkin agak membingungkan, karena apa hubungannya antara kebutuhan pensiun dan mimpi. Yang pasti adalah impian setiap orang saat menikmati masa pensiun adalah unik. Di bawah ini beberapa orang yang sempat memberikan komentar saat ditanya tentang apa yang ingin dilakukan saat memasuki usia pensiun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Saya dan pasangan saya ingin hidup di desa dan mengabdikan hidup saya selanjutnya untuk masyarakat sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Saya ingin hidup di panti jompo yang baik, saya akan senang berada di sana karena akan bertemu dan berkumpul dengan teman-teman sebaya yang sebagian besar waktu hidupnya mirip dengan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Saya ingin berkeliling dunia menikmati uang pensiun yang saya dapatkan. Selama saya bekerja saya tidak sempat untuk jalan-jalan, saat pensiun adalah waktunya untuk pesiar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Saya ingin tetap berada di rumah yang saya tempati saat ini. Anak-anak akan mempunyai kehidupan sendiri dan cucu-cucu akan saya bawa ke rumah untuk menemani kakek neneknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Setiap keinginan yang kuat atau mimpi di atas pasti ada biayanya. Orang yang ingin hidup di desa lain dengan orang yang ingin berpegian ke luar negeri. Sudahkah kita mempunyai mimpi saat kita menikmati masa pensiun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan pensiun mirip dengan saat kita masih aktif bekerja. Selain untuk hidup sehari-hari, kita juga harus mempersiapkan biaya kesehatan yang meningkat karena kondisi kesehatan kita yang mau tidak mau akan menurun dengan bertambahnya usia. Setiap orang mempunyai tingkat kehidupan yang sesuai dengan pendapatannya. Demikian saat mereka memasuki masa pensiun, pasti mereka menginginkan tingkat kehidupan yang tidak jauh dari tingkat kehidupan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Biaya Kehidupan Masa Pensiun Lebih Kecil Daripada Masa Sebelum Pensiun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Beberapa teori mengunakan faktor pengali yang kurang dari 100% yang artinya biaya kehidupan saat pensiun lebih kecil daripada sebelumnya. Teori ini tidak sepenuhnya benar, karena beberapa orang pengeluarannya meningkat saat mereka pensiun. Ada sebagian orang yang saat pensiun lebih sering bepergian ke luar negeri. Sebagian lainnya, justru harus sering bolak-balik ke rumah sakit. Aktifitas tersebut justru akan meningkatkan biaya hidup mereka saat pensiun. Tetapi secara umum biaya kehidupan masa pensiun memang lebih kecil daripada masa sebelumnya. Sehingga beberapa teori di bawah ini dapat dipakai sebagai acuan untuk menentukan besarnya uang pensiun yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendekatan dalam menghitung berapa besar kebutuhan saat pensiun. Pendekatan pertama dengan menggunakan &lt;strong&gt;pendapatan&lt;/strong&gt;. Dengan melihat pendapatan saat ini, kita dapat memproyeksikan berapa besar pendapatan kita saat memasuki masa pensiun. Katakan pendapatan kita saat ini adalah sebesar Rp. 5 juta dan kita akan pensiun 10 tahun lagi. Maka dengan asumsi kenaikan pendapatan sebesar 10% setiap tahunnya, maka 10 tahun lagi pendapatan kita akan menjadi sebesar Rp. 13 juta. Proyeksi pendapatan ini kemudian dikalikan dengan faktor pengali yang lebih kecil daripada 100%, katakan 70%. Maka pendapatan yang kita perlukan saat awal pensiun adalah sebesar 70% x Rp. 13 juta = Rp. 9,1 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan yang kedua adalah dengan menggunakan pendekatan&lt;strong&gt; pengeluaran&lt;/strong&gt;. Katakan pengeluaran saat ini adalah sebesar Rp. 4 juta dan masa pensiun akan mulai 10 tahun lagi, sedangkan asumsi tingkat inflasi jangka panjang sebesar 7% per tahun. Maka pengeluaran sebelum memasuki masa pensiun adalah sebesar Rp. 7,9 juta. Dengan menggunakan faktor pengali sebesar 70%, maka akan didapatkan pengeluaran saat awal pensiun sebesar 70% x Rp. 7,9 juta = Rp. 5,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pendekatan ini akan menghasilkan angka yang berbeda, kita dipersilakan untuk menggunakan pendekatan yang paling pas buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Bentuk Manfaat Pensiun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tabel di bawah ini akan membantu kita untuk melihat secara global, bentuk manfaat pensiun yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231200234511046066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SJj05a74lbI/AAAAAAAAACQ/Qo0EVTDAv_U/s400/pensiun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dengan melihat tabel di atas, kita dapat mengetahui berapa besar uang pensiun yang kita dapatkan dari program yang ada. Kemudian bandingkan dengan besarnya kebutuhan saat memasuki masa pensiun dengan dua pendekatan di atas. Jika hasilnya uang pensiun yang ada kurang dibandingkan kebutuhan pensiun yang ada, maka kita harus mempersiapkannya secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Persiapan Pensiun Secara Mandiri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bagaimana cara mempersiapkan secara mandiri? Banyak cara bisa kita lakukan, mungkin bentuk investasi di bawah ini bisa membantu kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Investasi portofolio&lt;/strong&gt;. Bentuk investasi ini bisa dilakukan dengan menempatkan dana kita pada instrumen investasi seperti deposito, saham, obligasi, reksadana &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Properti&lt;/strong&gt;. Sebagian orang membeli rumah untuk disewakan, atau ruko, bahkan rumah petak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Bisnis&lt;/strong&gt;. Buat para entrepreneur atau wirausahawan, bentuk investasi pada bisnis inilah yang paling menarik buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Banyak pilihan lainnya, tergantung kita mau dan mengerti jenis investasi tempat kita menempatkan dana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7018698725474621699?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7018698725474621699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7018698725474621699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7018698725474621699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7018698725474621699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/08/kebutuhan-dan-manfaat-pensiun.html' title='Kebutuhan dan Manfaat Pensiun'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SJj05a74lbI/AAAAAAAAACQ/Qo0EVTDAv_U/s72-c/pensiun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-2922499921693648802</id><published>2008-07-25T02:19:00.000-07:00</published><updated>2008-12-13T20:05:06.547-08:00</updated><title type='text'>Pensiun, dilihat dari beberapa sudut pandang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Membicarakan persoalan pensiun, seperti membayangkan persoalan yang jauh di awang-awang. Karena apa? Banyak orang beralasaan bahwa persoalan pensiun adalah persoalan yang masih jauh, mungkin masih 25 atau 30 tahun lagi, ada yang menyatakan bahwa mereka sudah dicover oleh perusahaan tempat bekerja dan mereka merasa cukup dengan uang pensiun yang akan mereka terima, ada pula yang menyatakan bahwa mereka dapat menumpang di rumah anak-anaknya yang sudah mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lama Bekerja vs Masa “Menghabiskan” Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seperti kita tahu masyarakat kita pada umumnya akan pensiun pada usia 55 tahun dan kebanyakan mereka mulai bekerja pada usia 25 tahun. Jadi mereka akan bekerja selama 30 tahun. Lalu berapa lama pendapatan tersebut akan dipakai? Katakan mereka akan mencapai usia 70 tahun, jadi mereka menikmati masa pensiun selama 15 tahun. Maka pendapatan selama 30 tahun akan dipakai atau akan dihabiskan selama 45 tahun (30 tahun selama masa bekerja dan 15 tahun menikmati masa pensiun). Jadi 1/3 dari pendapatan selama kita aktif bekerja akan dipakai untuk mencover biaya kehidupan selama masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, seseorang yang berpendapatan sekitar 3 juta per bulan, maka 1 jutanya akan dipakai untuk membiayai kehidupan selama masa pensiun. Cukup besar bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang harus kita lakukan, jika kita tidak menyisihkan dana untuk kehidupan pensiun kita? Sebuah pertanyaan yang patut direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bergantung pada Anak?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada awal tulisan tadi, ada beberapa orang yang berpikir untuk menggantungkan hidup pada anaknya yang sudah mandiri selama masa pensiunnya. Saya mencoba untuk membayangkan sebuah tunas yang baru tumbuh dan menjadi pohon yang baru menancap akarnya, tetapi kemudian sebuah pohon tua mencoba bergantung padanya. Apa yang terjadi? Beberapa pohon tadi menjadi mati karena akarnya tercabut dari tanah, dan sebagian lainnya pertumbuhannya melambat alias menjadi kerdil, tidak sebesar seperti normalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seorang anak yang baru hidup secara mandiri, akan berusaha untuk berkembang secara cepat untuk menjadi mapan. Jika saat masa “pertumbuhannya” kita bebani dengan biaya kehidupan kita, maka secara finansial anak ini akan terhambat perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan selanjutnya adalah kehidupan yang semakin individual, jadi anak-anak kita akan hidup dengan pendekatan individual tadi. Jadi bersiap-siaplah untuk menikmatinya berdua dengan pasangan kita. Bergantung pada anak saat masa pensiun, tampaknya akan menyulitkan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran saat pensiun lebih kecil dibandingkan saat aktif bekerja?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa metode yang dipakai untuk menghitung besar dana yang dibutuhkan selama masa pensiun, menyatakan bahwa pengeluaran saat pensiun lebih kecil daripada saat kita aktif bekerja. Buat sebagian orang, hal itu benar. Tetapi sebagian lainnya, tidak. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang telah pensiun yang telah ditemui menyatakan bahwa saat ini mereka lebih sering melakukan perjalanan keluar negeri atau lebih sering bermain golf, karena saat ini mereka punya waktu yang lebih banyak untuk mengisi hari-harinya dengan hal tersebut. Atau ada yang menghabiskan masa pensiunnya untuk pergi ke dokter dan rumah sakit, karena saat memasuki mada pensiun mulai banyak penyakit yang “beranjangsana” ke tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pengeluaran saat pensiun belum tentu lebih kecil saat kita aktif bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pensiun lebih muda?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saat ini banyak orang terobsesi untuk pensiun lebih muda, mengapa demikian? Karena saat masih muda, kesehatan kita sedang bagus-bagusnya, waktu masih cukup banyak, sedangkan uang masih belum banyak dipunyai. Saat usia sudah matang, tubuh masih cukup fit, uang juga sudah cukup banyak terkumpul, tetapi waktu sudah tidak ada lagi. Saat usia pensiun, waktu cukup banyak, uang juga sudah terkumpul, tetapi kesehatan sudah jauh menurun, alias sering sakit-sakitan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226879450094331650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SImbKqqpZwI/AAAAAAAAABw/dl5NE5IdXrI/s400/gbr.jpg" border="0" /&gt;Jadi dengan pensiun lebih muda, maka seseorang harus “memindahkan” waktunya ke pihak lain, bisa ke orang lain, bisa ke sistem dan lain sebagainya. Saat waktu yang tidak dipunyai oleh kelompok usia matang ini telah berpindah dan karena kesehatan yang masih cukup baik, maka banyak hal bisa dilakukan untuk menikmati masa pensiun dini tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang lebih awal menikmati masa pensiun dibandingkan usia pensiun normal rata-rata, lebih banyak menerima pendapatan untuk kehidupannya dari passive income. Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Active Income vs Passive Income&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Active Income bisa diartikan secara sederhana sebagai pendapatan yang diterima berasal dari kita bekerja. Sedangkan Passive Income diartikan sebagai pendapatan yang diperoleh berasal dari “mesin uang” yang kita miliki. Mesin uang ini bisa berupa bisnis yang sudah kita bangun sebelumnya, jaringan pemasaran yang luas di bawah kepemimpinan kita dimana kita tidak perlu bekerja lagi, atau menerima pendapatan dari dana pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang telah memasuki masa pensiun adalah orang yang menggantungkan pendapatannya dari passive income, dia tidak perlu bekerja lagi untuk memperoleh pendapatan untuk biaya kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang bisa dilakukan agar passive income kita dapat menanggung biaya operasional kita. Saat passive income sudah dapat menanggung 100% dari biaya kehidupan kita disitulah anda memasuki gerbang kebebasan finansial atau financial freedom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Uang Pensiun dari Program Pemerintah &amp;amp; dari Program yang diadakan Perusahaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang merasa sudah cukup dengan diikutkannya mereka pada program pensiun yang diadakan pemerintah, misalnya para pegawai negeri yang akan menerima pensiun dari Taspen. Demikian pula dengan para pegawai swasta yang diikutksertakan pada program pensiun yang diselenggarakan oleh Perusahaan tempat mereka bekerja, baik bentuknya DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) atau diikutkan pada DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang diselenggarakan oleh Bank Umum atau Asuransi Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dari negara maju menyatakan bahwa uang pensiun dari pemerintah maupun yang diselenggarakan oleh perusahaan, tidaklah cukup untuk mengcover biaya kehidupan mereka selama masa pensiun. Beberapa perencana keuangan menyarankan angka 70% s.d. 80% dari gaji terakhir adalah angka yang cukup memadai untuk membiayai kehidupan selama masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sudah merasa cukup dengan kedua bentuk uang pensiun tadi? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-2922499921693648802?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/2922499921693648802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=2922499921693648802' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2922499921693648802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2922499921693648802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/07/pensiun-dilihat-dari-beberapa-sudut.html' title='Pensiun, dilihat dari beberapa sudut pandang'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SImbKqqpZwI/AAAAAAAAABw/dl5NE5IdXrI/s72-c/gbr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3042693479544997892</id><published>2008-07-09T19:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T19:43:15.170-07:00</updated><title type='text'>Apa itu Kebebasan Finansial ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang sekarang ini terobsesi dengan istilah kebebasan finansial. Banyak konsep menawarkan kebebasan finansial ini. Akhirnya orang-orang terobsesi untuk pensiun lebih dini. Apakah itu kebebasan finansial? Bagaimana kita dapat melampaui sebuah kondisi yang dinamakan sebagai bebas secara finansial? Langkah-langkah yang apa diperlukan untuk itu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita bahas bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Robert T. Kiyosaki&lt;/em&gt; dalam bukunya &lt;em&gt;Rich Dad, Poor Dad&lt;/em&gt; menulis bahwa kebebasan finansial diraih jika kekayaan tumbuh secara otomatis di atas inflasi meskipun orang tersebut tidak bekerja lagi. Bagaimana mencapai kondisi tersebut, banyak Multi Level Marketing (MLM) yang menawarkan suatu pendapatan yang tidak terbatas jika distributornya menjalankan bisnis di MLM tersebut secara konsisten. Jadi fokus dari MLM adalah memberikan kebebasan finansial melalui pendapatan yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah apakah dengan pendapatan yang besar tersebut, distributor yang berhasil dapat dikatakan bebas secara finansial. Dari pengamatan dari beberapa &lt;em&gt;top distributor&lt;/em&gt; sebuah MLM, sebagian dari mereka ternyata tidak tahu bagaimana mengelola keuangannya. Ada yang membeli properti yang lagi &lt;em&gt;booming&lt;/em&gt; tetapi mereka sebenarnya tidak tahu apa tujuan dari pembelian tersebut. Apakah pembelian tersebut dilakukan dengan motif investasi ataukah akan dipakai sendiri. Jadi sebenarnya mereka dapat menghasilkan pendapatan yang sangat besar, tetapi mereka tidak tahu bagaimana mereka mengelola keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat sebuah konsep lain dalam melihat istilah kebebasan finansial ini. Dalam dunia perencanaan keuangan atau di dunia dikenal sebagai &lt;em&gt;financial planning&lt;/em&gt;, kebebasan finansial adalah terbebas dari hutang, memiliki pendapatan tetap, telah melunasi KPRnya, anak telah lulus sekolah, dan uang tunai tetap di tangan. Jadi pada titik tertentu, seseorang dikatakan bebas secara finansial jika semua indikator tersebut telah terlewati atau telah direncanakan secara finansial di awal akan terlewati dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama bahwa dunia ini semakin individual, artinya ketergantungan antar generasi semakin tidak tergantung satu sama lain secara finansial. Generasi anak kita dan generasi berikutnya tidak akan mau menanggung beban kehidupan orangtuanya atau nenek kakeknya atau generasi-generasi sebelumnya. Padahal biaya untuk kehidupan orang-orang yang sudah berumur cukup besar, mulai dari biaya perawatan kesehatan yang semakin tinggi, biaya perawat yang diperlukan sampai biaya pemakaman yang juga cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain sang anak sangat memerlukan sebuah kondisi agar dia dapat hidup secara mandiri. Dapat menghasilkan uang sendiri untuk biaya hidupnya saat ini dan menabung untuk kebutuhan masa depannya. Kemandirian sang anak pada awalnya seperti tumbuhnya tunas tumbuhan yang masih sangat “rapuh”, terkena angin yang sepoi-sepoi saja tunas ini bergoyang bahkan bisa tercabut dari tanah beserta akar-akarnya. Dengan semakin kuatnya akar dan batang kayunya, tumbuhan ini akan semakin kuat dan angin sekencang apapun tidak akan menggoyahkannya. Ilustasi ini menggambarkan betapa rapuhnya seorang anak yang baru mandiri. Jika anak ini sudah harus dibebani dengan beban orang  tuanya atau generasi sebelumnya, maka seperti tunas yang dibebani dengan macam-macam pengikat, maka tumbuhan itu meskipun tetap tumbuh akan menjadi “bonsai” yang tidak akan tumbuh lebih tinggi dan lebih besar. Jadi sebagai orangtua, kita harus mempersiapkan keluarga kita untuk hidup mandiri tanpa harus membebani pihak yang lain. Apa langkah yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan waktunya sebuah keluarga akan memasuki tahap anak-anak yang baru lahir, memasuki masa kanak-kanak, masa sekolah, lulus sekolah dan mulai bekerja. Sedangkan orangtuanya dalam bekerja mulai menapak dari tingkat staff sampai tingkat yang paling tinggi dalam sebuah perusahaan atau bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, ada dua tujuan akhir yang harus dicapai sebuah keluarga. Yang pertama,  anak-anak lulus dari perguruan tinggi, apakah itu tingkatan S1 ataukah S2. Yang kedua, kita sebagai orangtua (suami dan istri) mempunyai keuangan yang stabil saat memasuki masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bahas yang &lt;strong&gt;pertama, pendidikan anak-anak&lt;/strong&gt;. Pendidikan di Indonesia cukup mahal, tingkat taman kanak-kanak saja bisa menghabiskan dana jutaan rupiah. Apalagi tingkat di atasnya. Jadi yang pertama kita lakukan adalah menentukan kemana anak-anak akan kita sekolahkan yang kita sesuaikan dengan kemampuan menghasilkan pendapatan saat ini dan proyeksi ke depannya. Apakah akan kita sekolahkan di sekolah negeri atau swasta, ataukah sekolah di dalam negeri atau di luar negeri. Setelah itu kita memproyeksikan berapa besar dana yang diperlukan untuk pendidikan anak-anak kita ini. Sebagai orangtua kita mengharapkan bahwa anak-anak akan telah hidup mandiri setelah lulus dari pendidikan yang kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang &lt;strong&gt;kedua, hidup setelah pensiun&lt;/strong&gt;. Kehidupan setelah pensiun berarti sebuah keadaan dimana pendapatan aktif (pendapatan yang didapat dengan bekerja secara aktif) sudah tidak ada lagi. Biaya setelah pensiun didapat dari pendapatan pasif, apakah dari dana pensiun, ataukah dari investasi yang pupuk selama kita masih aktif bekerja. Biaya apa saja yang harus kita keluarkan saat orangtua yang tinggal berdua dan anak-anak sudah mandiri. Selain biaya hidup sehari-hari, juga biaya perawatan medis yang meningkat dengan bertambahnya usia. Juga biaya untuk aktivitas lain yang menjadi impian kita, misalnya jalan-jalan ke luar negeri setiap waktu tertentu ataukah aktivitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempersiapkan keuangan kita untuk kedua tujuan tersebut di atas, maka kita sudah mempersiapkan keluarga kita melewati kehidupan di dunia ini tanpa tergantung secara finansial kepada pihak lain, apakah itu anak-anak kita ataukah pihak saudara yang lain. Jika kita mempunyai impian yang lebih tinggi dari kondisi pendapatan kita saat ini, kita dapat bekerja lebih keras (hard work) atau bekerja lebih cerdas (smart work). Bisa kita lakukan dengan memiliki bisnis sendiri di luar pekerjaaan kita yang akan menghasilkan pendapatan pasif ataukah kita berbisnis melalui MLM yang juga menjanjikan pendapatan pasif dan bernilai besar. Ataukah dengan berinvestasi pada instrumen-instrumen yang sesuai dengan keadaan kita. Kita bisa berinvestasi di saham, reksadana, properti atau instrumen investasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat mempersiapkan diri dan bebas secara finansial.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3042693479544997892?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3042693479544997892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3042693479544997892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3042693479544997892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3042693479544997892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/07/apa-itu-kebebasan-finansial.html' title='Apa itu Kebebasan Finansial ?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-2248098027049306133</id><published>2008-07-07T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T19:47:00.442-07:00</updated><title type='text'>Technoratti</title><content type='html'>&lt;a href="http://technorati.com/claim/rpj2e9ahiq" rel="me"&gt;Technorati Profile&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-2248098027049306133?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/2248098027049306133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=2248098027049306133' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2248098027049306133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2248098027049306133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/07/technoratti.html' title='Technoratti'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-1462017987180864996</id><published>2008-07-02T16:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T16:37:14.445-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana menghitung kebutuhan pensiun ?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;10 tahun lagi saya akan memasuki masa pensiun. Sebagai pegawai BUMD saya akan mendapatkan uang pensiun setiap bulannya. Tetapi saya belum tahu, apakah uang pensiun yang saya dapatkan cukup untuk hidup kami sekeluarga nantinya. Bagaimana cara menghitung berapa besar uang pensiun yang layak dan apa saja yang perlu saya persiapkan mulai sekarang?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suwandi, Waru Sidoarjo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Suwandi yang terhormat, saya salut atas kesadaran Bapak dalam menghadapi masa pensiun nantinya. Tidak banyak orang yang sadar akan dana yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi masa pensiunnya. Sekali lagi selamat atas kesadaran Bapak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pegawai yang tidak memikirkan masa pensiunnya saat perusahaan tempat mereka bekerja sudah menyediakan program pensiun. Memang untuk kebutuhan dasar bolehlah mereka mengharapkan dari uang dari program pensiun yang disediakan oleh perusahaan / pemerintah. Tetapi mereka tidak sadar bahwa “gaya hidup” mereka saat ini tidak akan dapat dibiayai dari uang pensiun yang didapat tersebut. Pada umumnya “gaya hidup” saat aktif bekerja akan menurun saat memasuki masa pensiun, tetapi penurunan ini tidaklah terlalu besar agar kita tetap “sejahtera” di masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu disadarkan lagi adalah masa bekerja kita lebih pendek daripada masa hidup mandiri kita. Katakan kita mulai bekerja usia 25 tahun, sedangkan usia pensiun umumnya 55 tahun. Jadi masa kita bekerja selama 30 tahun. Lalu katakan rata-rata orang hidup sampai dengan 70 tahun, maka kita hidup secara mandiri selama 45 tahun. Jadi pendapatan selama 30 tahun akan dipakai untuk membiayai kehidupan selama 45 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang dapat kita lakukan dengan pendapatan yang kita dapat saat ini? Banyak cara bisa dilakukan, yang pertama harus dilakukan adalah menghitung berapa besar kebutuhan kita saat memasuki masa pensiun. Lalu kurangkan uang pensiun yang kita dapat tadi dari total kebutuhan saat masa pensiun. Maka akan didapat total kebutuhan pensiun yang harus didanai secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendanaan secara mandiri ini? Bisa dilakukan dengan :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengikuti dana pensiun secara mandiri di DPLK yang ada di perusahaan asuransi jiwa atau bank umum. Perlu diingat bahwa iuran ke dana pensiun diberikan fasilitas penundaan pengenaan pajak, sehingga kita dapat menghemat pengeluaran atas pajak kita. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berinvestasi, bisa membeli saham, reksadana, atau jenis investasi portofolio lainnya. Atau terjun ke bisnis properti atau bisnis riil lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Masih banyak cara lainnya yang bisa dilakukan, tinggal kita lebih suka menjalani yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total kebutuhan masa pensiun tentunya akan berubah seiring dengan kenaikan pendapatan kita, inflasi atau kenaikan “gaya hidup” kita. Secara reguler penghitungan ini harus direview, sehingga saat memasuki masa pensiun dana yang ada cukup membiayai kehidupan kita. Kita dapat menghitung sendiri atau menghubungi perencana keuangan pribadi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berhitung.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-1462017987180864996?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/1462017987180864996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=1462017987180864996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1462017987180864996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1462017987180864996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/07/bagaimana-menghitung-kebutuhan-pensiun.html' title='Bagaimana menghitung kebutuhan pensiun ?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-2915318949324992594</id><published>2008-06-24T19:44:00.001-07:00</published><updated>2008-06-24T19:47:48.424-07:00</updated><title type='text'>Melunasi Kredit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saat ini kami sedang bingung dengan masalah yang kami hadapi. Ada dua kredit yang sedang kami ambil, yaitu dari kartu kredit dan kredit kepemilikan mobil. Cicilan per bulannya cukup besar dan kemampuan kami untuk pembayaran kedua kredit tersebut sangat terbatas. Kami ingin terbebas dari pembayaran angsuran tersebut.Kami ingin saran untuk mengatasi masalah kami itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Fredy S, Waru&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Fredy yang terhormat, banyak orang memiliki kondisi yang mirip dengan yang anda hadapi saat ini. Ini adalah pelajaran sangat berharga bagi kita dalam mengatur pengeluaran. Untuk itu mari kita lakukan langkah – langkah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang &lt;strong&gt;pertama&lt;/strong&gt; adalah menghitung berapa besar defisit yang terjadi akibat pembayaran kedua kredit tersebut. Berapa kewajiban angsuran untuk masing-masing kredit. Dari sini kita dapat melihat bahwa total angsuran kredit dibandingkan dengan pendapatan adalah sekian persen. Para perencana keuangan memberi patokan angka maksimal 30% dari pendapatan bisa dialokasikan untuk pembayaran kredit. Tetapi angka tersebut sangat tergantung pada kondisi anda saat ini. Bisa saja angka 10% adalah angka yang cukup ideal untuk anda saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang &lt;strong&gt;kedua&lt;/strong&gt;, mana yang kredit yang paling “murah” untuk dilunasi. Manakah dari kedua kredit itu yang tidak memerlukan proses berbelit-belit untuk pelunasannya, tidak adanya penalti saat pelunasan, memiliki tingkat bunga yang tinggi. Jika pelunasan kartu kredit memiliki semua kriteria tadi, maka anda dapat mempersiapkan pelunasan semua tunggakan kartu kredit tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang &lt;strong&gt;ketiga,&lt;/strong&gt; apakah dengan melunasi semua tunggakan kartu kredit tadi, masalah anda sudah selesai. Jika belum, maka anda dapat memikirkan untuk menjual mobil yang anda miliki tadi. Dengan demikian anda memiliki uang tunai di tangan, dan anda dapat mulai memikirkan untuk mengganti mobil yang dijual tadi dengan mobil lain yang lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan dana untuk pelunasan akan sangat menentukan dalam menentukan ketiga langkah di atas. Anda yang paling tahu kondisi anda saat ini. Setelah masalah anda selesai, maka proses selanjutnya adalah mengevaluasi langkah-langkah anda dalam membelanjakan pendapatan anda. Apakah cukup bijak berbelanja dengan kartu kredit dibandingkan dengan kemampuan membayar anda. Apakah anda tipe orang yang cenderung untuk “tergoda” untuk memakai kartu kredit. Jika ya, anda perlu memikirkan untuk tidak memiliki kartu kredit saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembelian mobil dengan kredit, pastilah anda memikirkan lebih dalam, karena kewajiban pembayaran angsuran yang cukup besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi pola pengeluaran anda lainnya, apakah ada pos-pos pengeluaran tertentu yang bisa dihapuskan. Banyak orang melakukan pembelanjaan secara spontan, tanpa memikirkan efek yang terjadi pada total pengeluarannya. Dengan “pelacakan pengeluaran” anda dapat melihat dengan jelas, mana saja pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu terjadi dan mana yang sebenarnya bisa tidak dilakukan. Pengeluaran tersebut dapat anda keluarkan dari daftar pengeluaran anda pada periode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-2915318949324992594?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/2915318949324992594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=2915318949324992594' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2915318949324992594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2915318949324992594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/06/melunasi-kredit.html' title='Melunasi Kredit'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3999783567525322451</id><published>2008-06-10T20:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T20:47:14.644-07:00</updated><title type='text'>Merancang Pensiun Sejahtera</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebagai seorang pegawai negeri sipil, selain saya mendapatkan gaji, juga ada fasilitas kesehatan, serta uang pensiun saat saya mulai memasuki usia pensiun nanti. Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol dengan teman yang sudah memasuki masa pensiun, dan ternyata uang pensiun yang didapatkan hanya cukup untuk hidup secara sederhana saja. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana menyiasati kehidupan di masa pensiun nanti, saya tidak membayangkan bagaimana sulitnya hidup dengan uang pensiun yang saya dapatkan nanti. Mohon saran untuk ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anton Wahyudi, Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Anton, anda tampaknya cukup berpikir panjang tentang kehidupan di masa pensiun nanti. Berdasarkan penelitian di beberapa negara, uang pensiun yang disediakan oleh negara atau yang diselenggarakan oleh tempat kita bekerja tidak cukup untuk mengcover biaya kehidupan kita di masa pensiun. Untuk itu kita perlu menghitung berapa besar uang pensiun yang kita butuhkan sesuai dengan pola kehidupan di masa pensiun yang kita bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung berapa besar uang pensiun yang diperlukan, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pendekatan pertama, dari pendapatan yang kita peroleh saat ini. Artinya kita memproyeksikan besar pendapatan sebelum kita memasuki pensiun nanti, dengan memperhitungkan kenaikan gaji setiap tahun, serta tingkat pendapatan investasi yang ada. Setelah itu kalikan dengan faktor tertentu, misalnya 70% atau 80%. Faktor yang lebih kecil daripada 100% ini dipakai dengan asumsi bahwa kehidupan di masa pensiun membutuhkan lebih sedikit “dana” untuk kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kedua adalah dengan melihat pengeluaran yang kita lakukan saat ini. Kemudian diproyeksikan ke awal masa pensiun kita. Seperti pendekatan pertama, dengan menggunakan tingkat inflasi dan tingkat investasi yang ada maka kita akan memperoleh  proyeksi pengeluaran kita saat awal masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pendekatan di atas, maka kita akan tahu berapa besar kebutuhan saat menikmati masa pensiun kita. Lalu kurangi dengan uang pensiun yang akan kita peroleh. Apakah kebutuhan pensiun kita lebih besar daripada uang pensiun yang akan kita dapatkan? Jika ya, maka kita selisih yang ada tersebut adalah besar dana yang harus kita persiapkan secara mandiri mulai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mempersiapkan pensiun secara mandiri, merupakan persoalan yang harus kita pikirkan dan lakukan mulai saat ini. Beberapa orang lebih suka mempersiapkan uang pensiunnya dengan membeli properti seperti rumah, ruko, apartemen, dan lain sebagainya. Sebagian lainnya berinvestasi di saham, obligasi, reksadana dan instrumen investasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga yang ikut dana pensiun secara mandiri, mereka mengiur sebagian dari pendapatan yang diterima pada dana pensiun lembaga keuangan yang ada. Dengan demikian mereka memperoleh fasilitas berupa penundaan pengenaan pajak dari iuran dana pensiun tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa pensiun adalah masa untuk menikmati hasil kerja selama bertahun-tahun. Dengan mempersiapkannya mulai saat ini, maka kita sedang mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3999783567525322451?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3999783567525322451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3999783567525322451' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3999783567525322451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3999783567525322451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/06/merancang-pensiun-sejahtera.html' title='Merancang Pensiun Sejahtera'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3783539538142612786</id><published>2008-05-25T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T21:48:03.765-07:00</updated><title type='text'>Menghitung kekayaan pribadi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Menarik sekali membaca tulisan tentang kelola keuangan keluarga di harian ini. Saya ingin memulai untuk melihat berapa besar kekayaan yang saya miliki. Bagaimana cara melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dodi Supriadi, Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih kepada anda yang sudah membaca tulisan kami. Diharapkan tulisan-tulisan kami ini memberikan nilai tambah bagi pengelolaan keuangan keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pertanyaan anda, tampakya keinginan untuk merapikan keuangan keluarga menjadi prioritas anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama yang harus anda lakukan adalah membuat  neraca keuangan keluarga. Neraca ini terdiri dari asset yang anda miliki saat ini dan total utang pada  saat neraca ini dibuat. Kita harus menentukan satu titik kapan perhitungan untuk pembuatan neraca ini dilakukan, misalnya 31 Januari 2007 atau 31 Desember 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung berapa besar asset yang anda miliki saat ini, anda harus memerinci apa saja asset yang anda miliki. Asset bisa dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu asset finansial, asset pribadi dan asset investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asset finansial adalah tabungan dan uang kas yang ada pada saat perhitungan dilakukan. Misalnya anda memilih tanggal perhitungan yaitu tanggal 31 Januari 2007, maka hitunglah berapa besar tabungan dan uang kas yang anda pegang saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan asset pribadi bisa berupa rumah, mobil atau tanah yang anda miliki. Untuk menghitung berapa besar nilai asset tersebut gunakan harga pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis asset yang ketiga adalah asset investasi. Hitunglah berapa besar nilai pasar untuk deposito, saham, obligasi, atau reksadana yang anda miliki. Nilai pasar tersebut bisa anda lihat di koran atau informasi pada website lembaga-lembaga keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat total asset yang anda miliki saat ini, marilah kita melihat berapa besar utang yang menjadi beban anda pada saat perhitungan. Hutang ini bisa anda bedakan menjadi utang jangka pendek dan utang jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang jangka pendek bisa berupa hutang pada kartu kredit atau pinjaman pada teman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan utang jangka panjang bisa berupa kredit kepemilikan rumah atau kredit kepemilikan mobil. Nilai utang yang ada, bisa anda lihat dari berapa besar utang pokok untuk masing-masing kredit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kekayaan bersih anda adalah total asset dikurangi dengan total utang yang anda miliki saat perhitungan. Misalnya total asset yang anda dimiliki sebesar Rp. 200 juta, sedangkan total utang saat tanggal perhitungan adalah Rp. 150 juta, maka kekayaan bersih anda sebesar Rp. 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, nilai kekayaan bersih ini harus meningkat. Jika tidak ada peningkatan, maka anda harus mengevaluasi apa penyebab menurunnya kekayaan bersih anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di dunia perencanaan keuangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3783539538142612786?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3783539538142612786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3783539538142612786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3783539538142612786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3783539538142612786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/05/menghitung-kekayaan-pribadi.html' title='Menghitung kekayaan pribadi'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8234514962133096075</id><published>2008-05-20T21:57:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T21:59:42.370-07:00</updated><title type='text'>Mengenal Asuransi Unit Link</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Kami baru saja mendapatkan penawaran asuransi unit link dari sebuah perusahaan asuransi jiwa. Kami belum tahu sepenuhnya asuransi jenis ini. Apa perbedaan dengan asuransi yang biasa?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Teguh Prihadi, Waru&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Asuransi unit link dikenal sebagai investment link di negara Malaysia dan Singapura, atau variabel life di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi jenis ini berbeda dengan asuransi yang biasa atau disebut juga asuransi jiwa tradisional. Premi asuransi unit link dipakai untuk membeli unit dana yang bersangkutan. Semakin besar premi yang dibayarkan, semakin banyak unit yang didapat. Kita bisa melihat harga unit (atau unit price) ini setiap harinya di harian ekonomi, misalnya harian Bisnis Indonesia. Katakan kita membayar premi sebesar Rp. 1 juta, sedangkan harga unit sebesar 2000, maka kita mendapatkan 500 unit. Ada beberapa produk unit link yang memotong terlebih dahulu premi yang dibayarkan sebelum dibelikan unit. Misalnya dari premi sebesar Rp. 1 juta tadi, dipotong untuk keperluan administrasi sebesar 40%, maka sisa premi yang dibayarkan menjadi Rp. 600 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, perusahaan asuransi jiwa menggunakan dua metode untuk penentuan harga unit. Yang pertama harga unit tunggal, dan kedua harga unit jual dan beli atau biasa disebut sebagai offer price dan bid price. Harga-harga unit ini semuanya bisa dilihat di harian ekonomi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas dari asuransi unit link adalah transparansi. Berapa besar besar biaya administrasi, biaya pertanggungan asuransi atau cost of insurance, biaya investasi dan pergerakan nilai investasi semuanya terlihat jelas. Selain pergerakan nilai investasi yang bisa dilihat di harian ekonomi, lainnya biasanya tercantum dalam polis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, ciri khas dari asuransi ini adalah fleksibilitas. Kita dapat memilih instrumen investasi yang disediakan. Apakah dalam mata uang Rupiah atau mata uang asing lainnya. Apakah memakai instrumen pasar uang, instrumen pendapatan tetap atau instrumen saham. Semuanya bisa dipilih sesuai dengan karakter kita. Kita juga dapat menambah porsi investasi dalam bentuk top up. Jadi selain premi reguler atau premi tunggal yang dibayarkan, kita juga dapat menambah uang untuk keperluan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pertanggungan asuransinya? Ada dua macam model yang diterapkan dalam menetapkan Uang Pertanggungan asuransinya, yaitu persentase tertentu dari premi, misalnya besar Uang Pertanggungan adalah 150% dari premi yang telah dibayarkan. Model yang kedua adalah penetapan mana yang lebih besar dari nilai Uang Pertanggungan dan nilai unit investasi yang ada. Katakan bahwa Uang Pertanggungan yang ditetapkan di awal sebesar Rp. 100 juta. Dalam perjalanan waktunya nilai unit telah mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp. 200 juta, maka besar uang yang dibayarkan saat tertanggung meninggal dunia adalah sebesar Rp. 200 juta. Karena nilai unit yang ada lebih besar daripada Uang Pertanggungan yang ditetapkan di awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kita membayar biaya asuransinya? Pada umumnya biaya asuransi ini dipotong setiap bulannya dan dipotong dari nilai unit yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan penjelasan di atas membantu anda untuk memahami asuransi unit link.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8234514962133096075?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8234514962133096075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8234514962133096075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8234514962133096075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8234514962133096075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/05/mengenal-asuransi-unit-link.html' title='Mengenal Asuransi Unit Link'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-5721754467722872115</id><published>2008-05-13T22:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T22:17:42.817-07:00</updated><title type='text'>Biaya Renovasi Rumah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saat ini kami lagi memikirkan untuk merenovasi rumah kami yang memerlukan dua kamar tambahan, satu untuk anak kami yang sudah mulai besar dan satu kamar lagi sebagai ruangan untuk ruang kerja dan ruang belajar. Kami belum pernah punya pengalaman untuk merenovasi rumah jadi perlu saran dari ahli yang membantu untuk memberi masukan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suharyanto, Sidoarjo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Untuk merenovasi rumah, bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tentukan renovasi yang diinginkan&lt;/strong&gt;. Untuk itu ajaklah orang yang mengerti bangunan atau arsitek untuk membantu anda menentukan renovasi yang memungkinkan, kadang yang kita inginkan tidak memungkinkan karena struktur bangunan yang ada mempunyai spesifikasi yang khusus. Dengan bantuan arsitek, kita juga dapat menghemat biaya akibat perubahan yang tidak perlu.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hitung berapa besar biaya yang diperlukan&lt;/strong&gt;. Untuk langkah ini, anda dapat bertanya kepada arsitek atau pemborong yang anda percayai. Hitung juga biaya sewa rumah lain, jika renovasi mengharuskan anda sekeluarga pindah rumah sementara. Dengan mengetahui berapa besar biaya, maka kita dapat mengatur sumber pendanaan yang ada, apakah dari tabungan yang disediakan untuk itu atau dari pinjaman.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sediakan dana 2 kali lipat dari biaya yang diperlukan&lt;/strong&gt;. Hal ini diperlukan karena banyak pengalaman, biaya finishing mengalami peningkatan yang cukup besar. Ini diakibatkan oleh berubahnya pemikiran kita saat bangunan fisik sudah selesai dan tinggal melakukan pekerjaan finishing. Berubahnya jenis cat atau bahan-bahan lainnya pada pekerjaan akhir ini akan mengakibatkan biaya membengkak dari yang dianggarkan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sediakan waktu yang cukup untuk pengecekan&lt;/strong&gt;. Kadang-kadang mandor bangunan atau tukang melakukan pekerjaan secara serampangan, sehingga perlu anda kontrol pada waktu-waktu tertentu. Bagian-bagian tertentu dari rumah kita yang jarang terlihat sehari-hari perlu dilakukan pengecekan lebih detil, karena kerusakan akibat kecerobohan pengerjaan baru terlihat beberapa bulan kemudian.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mintalah garansi perawatan dari pemborong yang merenovasi rumah&lt;/strong&gt;. Garansi ini penting, karena kualitas pengerjaan baru akan terlihat beberapa bulan kemudian. Bentuk garansi bisa macam-macam, misalnya anda menahan sebagian biaya dan baru anda bayarkan setelah masa garansi selesai.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya selamat merenovasi rumah, sehingga semakin nyaman ditinggali.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-5721754467722872115?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/5721754467722872115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=5721754467722872115' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/5721754467722872115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/5721754467722872115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/05/biaya-renovasi-rumah.html' title='Biaya Renovasi Rumah'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-4297202114597213307</id><published>2008-05-04T20:39:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T20:42:21.628-07:00</updated><title type='text'>Besar Pasak Daripada Tiang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebagai seorang karyawan dari sebuah perusahaan yang berkantor di Surabaya, kami memperoleh gaji bulanan yang rutin, tidak ada sumber lain yang kami dapat. Selama kami berkeluarga dan mempunyai anak, keuangan kami defisit terus, alias pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Kami sudah beberapa kali mencari cara mengatasi hal ini tetapi belum menemukan cara yang paling tepat. Kami menginginkan saran yang berguna bagi kami untuk mengatasi permasalahan kami.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Harry Pamungkas, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Harry yang sedang mengalami kesulitan, banyak orang yang memiliki permasalahan seperti yang anda alami. Untuk mari kita lihat beberapa hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan cerita anda, pemasukan yang didapat hanya berasal dari gaji tempat anda bekerja. Terjadinya defisit bisa diakibatkan oleh 2 macam penyebab.  &lt;strong&gt;Yang pertama&lt;/strong&gt;, waktu membuat anggaran, tidak dipisahkan adanya beberapa jenis pengeluaran. &lt;strong&gt;Yang kedua&lt;/strong&gt;, adanya pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis pengeluaran berdasarkan waktu jatuh temponya ada 3 macam. &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, pengeluaran yang secara reguler harus dikeluarkan setiap bulan. Misalnya pembayaran untuk uang sekolah, tagihan telpon, tagihan air minum, tagihan kebersihan, sewa rumah (jika anda menyewa rumah yang pembayarannya setiap bulan). Pengeluaran bulanan relatif mudah untuk diingat, karena setiap bulan pasti harus dilakukan pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, pengeluaran tahunan atau pengeluaran reguler yang dilakukan tidak secara bulanan. Misalnya pembayaran untuk perpanjangan STNK, pembayaran premi asuransi, pembayaran PBB, atau pembayaran THR untuk pembantu, dan lain sebagainya. Kadang pengeluaran ini dilupakan, dan baru teringat saat tagihan sudah datang. Disarankan anda menyisihkan dana untuk pengeluaran jenis ini setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, pengeluaran untuk hal-hal darurat. Misalnya rumah anda memerlukan perbaikan karena atapnya bocor, ban mobil anda memerlukan penggantian karena sudah “gundul”, atau pengeluaran yang diakibatkan kejadian tak terduga lainnya. Pengeluaran jenis ini mempunyai fluktuasi yang cukup tinggi, sehingga anda harus mempunyai dana cadangan yang cukup untuk itu. Menyisihkan 10% setiap bulannya dari penghasilan bulanan, umumnya cukup untuk  mencover pengeluaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu adanya pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan. Misalnya saat anda berbelanja ke supermarket, anda membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Anda membeli hanya karena tertarik dengan diskon yang cukup besar. Atau anda membeli minuman di jalan, meskipun di tempat anda bekerja sudah disediakan. Sangat disarankan anda mencatat semua pengeluaran anda dan keluarga sedetil mungkin, sehingga akan terlihat mana pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan. Anda dapat mencoretnya dari pengeluaran bulanan anda. Ajaklah istri dan anak-anak untuk membantu anda mengatasi defisit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Dan selanjutnya SELAMAT BERJUANG.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-4297202114597213307?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/4297202114597213307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=4297202114597213307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4297202114597213307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4297202114597213307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/05/besar-pasak-daripada-tiang.html' title='Besar Pasak Daripada Tiang'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7978176378684858544</id><published>2008-04-28T02:46:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T02:47:59.319-07:00</updated><title type='text'>Belum memiliki asuransi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya belum sepenuhnya mengerti tentang konsep asuransi jiwa yang sering ditulis di rubrik ini. Terus terang akibat ketidakmengertian saya ini, maka saya dan keluarga sampai saat ini belum memiliki asuransi jiwa. Mohon penjelasan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Martinus T, Gresik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih anda telah mengikuti tulisan kami secara teratur. Konsep asuransi akan kami jelaskan lebih gamblang di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap manusia memiliki berbagai risiko akibat dari kematian yang datang terlalu cepat (atau kematian dini), kehidupan yang berlangsung sangat lama, atau mengalami cacat atau sakit yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi pada dasarnya fokus pada kehidupan keluarga yang akan berlangsung terus meskipun “sang pencari nafkah” meninggal dunia terlalu cepat. Akibat dari kematian dini ini, keluarga akan kehilangan sumber nafkahnya. Dengan membeli asuransi, maka untuk sementara waktu keluarga tersebut bisa hidup dari Uang Pertanggungan yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Kehidupan keluarga ini akan tetap terjaga sampai sumber pendapatan lainnya mulai bisa didapatkan. Untuk ini diperlukan produk asuransi jiwa yang akan membayarkan manfaat saat pencari nafkah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kita ini juga mempunyai risiko yang menyebabkan cacat atau sakit yang berkepanjangan. Risiko ini bisa terjadi akibat dari kecelakaan atau sakit. Banyak contoh dimana penderita stroke harus terbaring di tempat tidur dalam waktu yang cukup lama, bahkan sampai hitungan tahun, sebelum akhirnya meninggal dunia. Mengobati penderita ini di rumah saja cukup memakan biaya, apalagi perawatan dilakukan di rumah sakit. Juga risiko kecelakaan yang cukup tinggi saat ini. Bisa kita lihat dari banyaknya laporan tentang kecelakaan di jalan raya, atau akibat anjloknya kereta api, bahkan jatuhnya pesawat terbang. Kecelakaan menyebabkan banyak kemungkinan, bisa mengakibatkan cacat, atau orang yang mengalami kecelakaan harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan, bahkan tahunan. Produk asuransi kecelakaan, cacat atau kesehatan adalah produk yang sesuai untuk risiko ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak risiko di kehidupan kita, kita dapat menguranginya tetapi tidak dapat menghilangkannya. Dengan asuransi, risiko ini dapat kita hadapi dengan lebih tenang, karena kehidupan keluarga akan dapat terus berlangsung dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berasuransi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7978176378684858544?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7978176378684858544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7978176378684858544' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7978176378684858544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7978176378684858544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/04/belum-memiliki-asuransi.html' title='Belum memiliki asuransi'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-4183704512391745951</id><published>2008-04-21T01:16:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T01:21:12.724-07:00</updated><title type='text'>Anggaran untuk Anak Yang Akan Lahir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Setelah setahun menikah, beberapa bulan lagi kami akan mendapat momongan. Sebelum anak ini lahir, kami ingin mempersiapkan biaya sebaik mungkin agar anak kami hidup dalam kondisi ekonomi yang baik. Apa saja yang harus kami siapkan?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Joko Budianto, Lamongan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Selamat kepada keluarga anda yang akan mendapatkan seorang bayi mungil dan lucu. Memang kebutuhan akan meningkat dan terus menerus saat anak-anak telah lahir. Mari kita lihat kebutuhan tersebut mulai proses kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat kebutuhan tersebut mulai saat kehamilan, melahirkan, anak memasuki usia balita, dan masa sekolah. Pada saat kehamilan tentunya kebutuhan mulai meningkat, mulai dari kebutuhan membeli baju baru karena tubuh sang ibu yang berubah, asupan gizi yang baik untuk ibu melalui makanan yang dikonsumsi sampai biaya dokter kandungan. Anda dapat menghilangkan biaya dokter ini dari pengeluaran pribadi anda, jika perusahaan tempat anda bekerja menggantinya. Tetapi anda perlu memikirkan biaya khusus, jika anda merencanakan untuk merenovasi kamar untuk sang bayi dan segala kelengkapannya, misalnya tempat tidur, tempat baju, tempat makan atau perlengkapan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saat melahirkan, anda memerlukan biaya yang juga tidak sedikit. Apalagi jika diperlukan operasi saat proses melahirkan tersebut. Anda dapat juga menghilangkannya jika biaya ini juga ditanggung oleh perusahaan. Tetapi anda harus mempersiapkan sejumlah dana cadangan, untuk mengcover kelebihan biaya melahirkan yang di atas limit yang dipersyaratkan perusahaan. Juga biaya – biaya lain yang harus segera anda keluarkan sebelum, sesudah atau saat melahirkan, misalnya anda memerlukan orang yang membantu memandikan atau merawat si bayi, saat istri sedang dalam proses pemulihan kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sang bayi mulai tumbuh, maka dia akan banyak memerlukan asupan gizi yang memadai, informasi ataupun rangsangan untuk perkembangan otaknya, maka anda perlu mempersiapkan dana khusus untuk makanannya, mainannya atau barang-barang lainnya. Meskipun barang-barang atau mainan tadi akan dipakai sebentar tetapi sebagai orangtua yang baik biasanya akan memilih barang-barang tadi dengan kualitas yang baik. Hal ini akan berdampak pada harga yang sesuai dengan kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saat sang anak sudah mulai memasuki usia sekolah, maka anda harus benar-benar mempersiapkannya. Kita harus mempersiapkan sebuah anggaran untuk masa selama 15 tahun atau lebih, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Dengan biaya pendidikan yang cukup tinggi saat ini, anda dapat membayangkan berapa besar dana yang dibutuhkan saat anak kita duduk di perguruan tinggi. Perencanaan pendidikan ini perlu penanganaan lebih serius karena mempunyai masa yang cukup panjang dan melibatkan dana yang cukup besar. Bantuan perencana keuangan pribadi mungkin diperlukan untuk membantu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya-biaya saat sang anak telah lahir akan meningkat sesuai dengan perkembangan anak dan perkembangan ekonomi, dan akan berlangsung terus-menerus tiada henti sampai anak kita dapat berdiri sendiri atau sudah bisa bekerja dan menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merencanakan anggaran untuk anak. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-4183704512391745951?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/4183704512391745951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=4183704512391745951' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4183704512391745951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/4183704512391745951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/04/anggaran-untuk-anak-yang-akan-lahir.html' title='Anggaran untuk Anak Yang Akan Lahir'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-9060551928093955049</id><published>2008-04-15T01:50:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T02:00:37.427-07:00</updated><title type='text'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, setelah kami mendapatkan seorang anak beberapa bulan yang lalu, saya jadi terpikir untuk mempersiapkannya pendidikannya dengan baik. Tetapi saya bingung bagaimana caranya agar aspek-aspek yang tidak pernah terpikir dalam mempersiapkan pendidikan anak saya bisa kami lakukan dan pertimbangkan. Mohon saran untuk ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Arifin, Sepanjang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Bapak Arifin, selamat kepada anda yang telah memperoleh anak dan anda telah tergerak untuk mempersiapkan pendidikannya kelak. Banyak orang tidak berpikir cukup maju seperti anda, mereka kalau ditanya tentang pendidikan anaknya yang masih bayi, malah menjawab : nanti saja, toh anaknya belum bisa memilih sekolahnya. Memang benar anak tersebut belum bisa memilih, tetapi biaya pendidikannya haruslah dipersiapkan mulai sekarang. Tips dibawah ini semoga membantu anda untuk memikirkan beberapa aspek yang mungkin tidak terpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, kemana dan sampai tingkat apa anak kita akan bersekolah&lt;/strong&gt;. Ini penting sekali dipikirkan, karena perbedaan tempat atau jenis sekolah tempat anak kita nantinya belajar akan sangat berpengaruh terhadap besarnya biaya pendidikan. Ada orangtua yang ingin anaknya bersekolah sampai tingkat S1 atau S2, sementara orangtua lainnya ingin anaknya menempuh pendidikan di luar negeri saat memasuki tingkat perguruan tinggi. Perbedaan keinginan orangtua ini akan menyebabkan tingkat biaya yang ingin dicapai berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, berapa lama dan berapa besar kita harus menyisihkan pendapatan kita setiap bulannya&lt;/strong&gt;. Setelah kita mengetahui berapa besar dana yang dibutuhkan untuk pendidikan anak kita, kemudian kita hitung berapa besar dana yang harus disisihkan dari pendapatan bulanan kita agar target besar dana tadi tercapai. Dalam menghitung dana yang harus disisihkan tadi, kita harus mempertimbangkan juga potensi kenaikan gaji di masa depan, adanya bonus atau THR yang sebagian bisa disisihkan untuk keperluan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, “kendaraan” apa yang akan kita pakai untuk mengantarkan kita pada target besarnya dana pendidikan tadi&lt;/strong&gt;. Saat ini banyak sekali produk finansial yang bisa dipakai untuk membantu kita mempersiapkan pendidikan anak kita. Ada produk asuransi pendidikan yang menggabungkan antara proteksi asuransi dan biaya pendidikan. Ada pula produk perbankan yang dikhususkan untuk persiapan biaya pendidikan ini, biasanya produk perbankan ini juga sudah dicover oleh asuransi. Atau kita dapat pula mempersiapkannya dengan membeli produk investasi dan produk proteksi, misalnya kita membeli produk reksadana sebagai tempat untuk “melipatgandakan” nilai tabungan kita dan kita juga membeli produk proteksi pada perusahaan asuransi jiwa. Semua pilihan, sah-sah saja buat anda, tergantung kemampuan maupun keinginan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat, tertiblah dalam mempersiapkan biaya pendidikan ini&lt;/strong&gt;. Banyak orang yang bagus dalam perencanaannya, tetapi tidak dalam pelaksanaannya. Rencana sudah mereka buat, tetapi mereka mengingkari apa yang telah mereka rencanakan. Tertib dalam mengimplementasikan apa yang kita rencanakan adalah kunci bagi kita untuk mencapai target yang sudah kita canangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-9060551928093955049?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/9060551928093955049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=9060551928093955049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/9060551928093955049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/9060551928093955049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/04/mempersiapkan-biaya-pendidikan.html' title='Mempersiapkan Biaya Pendidikan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-477117892315464970</id><published>2008-04-06T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-04-06T21:57:30.405-07:00</updated><title type='text'>Menabunglah sekarang juga !!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya seorang buruh di suatu pabrik di daerah Rungkut. Penghasilan yang selama ini saya terima hampir 1,5 kali UMR. Bagaimana mungkin saya bisa menabung dengan penghasilan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Warno, Sidoarjo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Selamat anda sudah cukup sadar tentang arti menabung. Tentang bagaimana cara menabung, mari kita ikuti langkah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang pertama&lt;/strong&gt; kita lakukan adalah melakukan pelacakan terhadap pengeluaran kita, istilah asingnya &lt;em&gt;money tracking&lt;/em&gt;. Sediakan notes kecil untuk mencatat setiap pengeluaran yang kita lakukan pada hari bersangkutan. Catatlah untuk apa pengeluaran tersebut, pada tanggal berapa dan berapa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kumpulkan catatan harian tadi, sehingga menjadi catatan dalam bulan bersangkutan. Dari catatan tersebut, kita akan kaget melihat macam pengeluaran yang kita lakukan. Pilih pengeluaran-pengeluaran yang kita pandang tidak perlu dilakukan. Misalnya menyewa VCD seminggu sekali, kita dapat menggantinya dengan hanya menonton TV dari puluhan saluran yang ada. Atau membeli minuman di sekitar pabrik, padahal di pabrik sudah disediakan air minum yang cukup memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahkan pengeluaran-pengeluaran tadi. Misalnya dalam satu bulan tercatat sebesar Rp. 100.000, ini artinya kita dapat menabung Rp. 100.000 setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kedua&lt;/strong&gt;, sebelum penghasilan kita pakai, sisihkan uang Rp. 100.000 tadi dan masukkan ke dalam tabungan. Kalau perlu pilihlah tabungan yang tidak ber-ATM, dan pada bank yang hanya mempunyai cabang sedikit saja. Supaya kita susah untuk mengambil atau segan untuk mengambil dana yang ada di tabungan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang ketiga&lt;/strong&gt;, rencanakan sesuatu untuk membeli sesuatu dari dana tabungan tadi, misalnya membeli sebuah kulkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pada awalnya tidak terbayang bagaimana dengan uang yang kita sisihkan setiap bulan sebesar Rp. 100.000 kita bisa pakai untuk membeli sebuah kulkas seharga Rp. 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dihitung dengan menggunakan bunga sebesar 10%, maka hanya dalam waktu 19 bulan kita dapat membeli kulkas yang kita idamkan. Dan masih ada sisa sebesar Rp. 66 ribu yang dapat kita terus simpan di tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya sulit untuk mendapatkan bunga sebesar 10%, jika kita menyimpan di bank saat ini. Ada instrumen investasi yaitu reksadana yang masih memberikan tingkat bunga sekitar 10%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menabung.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-477117892315464970?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/477117892315464970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=477117892315464970' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/477117892315464970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/477117892315464970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/04/menabunglah-sekarang-juga.html' title='Menabunglah sekarang juga !!'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-2143375753357106786</id><published>2008-04-01T20:38:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T20:44:35.184-07:00</updated><title type='text'>Fasilitas Mobil</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya mendapat promosi di pekerjaan yang saya jalani saat ini. Selain kenaikan gaji khusus, saya juga memperoleh fasilitas mobil dari kantor. Fasilitas yang diberikan berupa sejumlah dana untuk membeli mobil. Saya ingin mendapatkan saran, bagaimana pembelian mobil ini, agar tidak sampai menganggu keuangan kami. Bahkan kami harapkan kami memperoleh surplus dari fasilitas ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suwandi, Waru&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Selamat atas promosi yang baru saja anda terima. Dan selamat juga atas fasilitas yang diidam-idamkan banyak orang tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah apakah fasilitas yang diberikan ini hanya fasilitas pembelian mobil saja, atau termasuk juga biaya perawatan dan operasional sehari-hari. Jika fasilitas yang diberikan adalah hanya fasilitas pembelian mobil saja, maka perhatikan hal-hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;berapa besar plafon yang disediakan&lt;/strong&gt;. Dan lihat juga jenis mobil apa yang anda inginkan. Apakah mobil jenis sedan, ataukah mobil keluarga (atau sering disebut sebagai MPV alias Multi Purpose Vehicle). Lalu apakah plafon yang disediakan cukup untuk membeli mobil baru ataukah hanya cukup untuk membeli mobil bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;biaya operasional dan perawatan&lt;/strong&gt;. Jika anda membeli mobil baru, maka tidak banyak biaya perawatan yang dikeluarkan. Karena mesin yang digunakan masih baru, maka tidak banyak biaya perawatan untuk mesin yang dikeluarkan. Sedangkan biaya operasional untuk mobil baru relatif lebih murah, karena konsumsi BBM untuk mobil baru dapat dikatakan lebih irit dibandingkan dengan mobil bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mobil baru memerlukan biaya yang lebih besar untuk biaya pajak (STNK) dan biaya asuransi. Karena biaya yang dikeluarkan tersebut berbanding lurus dengan harga mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan juga adalah apakah sebelumnya anda telah mempunyai mobil. Jika belum, maka akan ada biaya tambahan yang harus dialokasikan untuk ini. Selain biaya-biaya di atas, maka anda harus memikirkan biaya parkir yang saat ini sudah cukup tinggi jika kita memarkir mobil kita di gedung perkantoran maupun mal-mal. Juga ada biaya-biaya lain yang meningkat, karena setelah memiliki mobil kita cenderung sering pergi sekeluarga ke tempat-tempat tertentu, misalnya ke tempat – tempat wisata, mal-mal, mengunjungi saudara di luar kota, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika fasilitas yang diberikan tidak hanya biaya pembelian mobil, tetapi juga biaya perawatan dan biaya operasional sehari-hari, maka tidak banyak pengaruhnya pada kondisi keuangan keluarga anda saat ini. Atau bahkan malah meningkatkan surplus keuangan keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berhitung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-2143375753357106786?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/2143375753357106786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=2143375753357106786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2143375753357106786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2143375753357106786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/04/fasilitas-mobil.html' title='Fasilitas Mobil'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-558276940350062532</id><published>2008-03-26T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T20:01:14.429-07:00</updated><title type='text'>Mengenal Asuransi Kecelakaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya baru saja memperoleh pekerjaan di sebuah perusahaan yang cukup besar. Di situ saya mendapat fasilitas untuk membeli asuransi kecelakaan di mana saja, terserah dari karyawan. Fasilitas ini diperuntukkan untuk karyawan level tertentu saja. Sebelum saya memilih dari perusahaan mana saya akan membeli, saya ingin tahu lebih banyak tentang jenis asuransi kecelakaan ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dwi Rachmanto, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Selamat anda memperoleh pekerjaan di tempat yang bagus. Semoga karir anda di tempat yang baru ini berkembang dengan baik. Sekali lagi selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang asuransi kecelakaan yang anda tanyakan, tampaknya adalah asuransi kecelakaan diri atau sering disebut sebagai  &lt;em&gt;personal accident insurance&lt;/em&gt;. Asuransi kecelakaan diri ini memiliki beberapa manfaat, yaitu manfaat meninggal, manfaat cacat tetap, dan manfaat perawatan di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat manfaat – manfaat ini satu persatu. Manfaat meninggal akan dibayarkan jika orang yang jiwanya dipertanggungkan meninggal dunia akibat dari suatu kecelakaan. Produk yang memberikan manfaat ini biasa disebut sebagai &lt;em&gt;Accidental Death Benefit&lt;/em&gt;. Besarnya manfaat yang akan dibayarkan sebesar 100% Uang Pertanggungan. Misalnya Pak X membeli asuransi kecelakaan dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 100 juta, maka saat Pak X meninggal dunia akibat kecelakaan, ahli warisnya akan mendapatkan santunan sebesar Rp. 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang kedua adalah manfaat cacat tetap. Pada umumnya manfaat cacat tetap ini dijual secara paket dengan manfaat meninggal. Ada dua jenis produk asuransi kecelakaan diri yang memberikan manfaat cacat tetap dan manfaat meninggal.  Produk yang pertama, biasa disebut sebagai &lt;em&gt;Accidental Death and Dismemberment Benefit&lt;/em&gt;. Jenis ini memberikan manfaat cacat tetap saat anggota tubuh yang cedera karena kecelakaan hilang atau diamputasi. Misalnya Pak X mengalami kecelakaan yang cukup parah dan kaki kanannya harus diamputasi. Setelah proses amputasi dilakukan, manfaat cacat tetap ini baru dibayarkan. Jika kaki kanannya hanya lumpuh dan fisiknya masih ada, maka manfaat cacat tetap untuk jenis produk &lt;em&gt;Accidental Death and Dismemberment Benefit&lt;/em&gt; ini tidak dibayarkan. Kecuali jika produk yang diambil adalah &lt;em&gt;Accidental Death and Disability Benefit&lt;/em&gt;, maka manfaat cacat tetap ini akan dibayarkan. Jadi perbedaan kedua jenis produk ini terletak pada manfaat kehilangan fisik pada produk Dismemberment dan kehilangan fungsi pada produk  &lt;em&gt;Disability&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berapa besar manfaat asuransi yang dibayarkan? Pada polis asuransi yang kita terima akan tertera prosentase tertentu jika tertanggung kehilangan anggota tubuh tertentu. Misalnya manfaat kehilangan satu kaki ditulis sebesar 50%. Jika Uang Pertanggungan pada polis tertulis Rp. 100 juta, maka saat Pak X kehilangan satu kakinya, perusahaan asuransi akan membayar manfaat cacat tetap sebesar 50% x Rp. 100 juta atau Rp. 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang ketiga adalah manfaat perawatan di rumah sakit. Manfaat ini memberikan santunan saat tertanggung memerlukan perawatan di rumah sakit. Pada umumnya besar manfaat yang diberikan maksimal sebesar 10% dari Uang Pertanggungan. Seperti manfaat cacat tetap, manfaat ini pada umumnya dipaketkan dengan manfaat meninggal dan manfaat cacat tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dimana asuransi kecelakan diri ini bisa dibeli? Jawabnya adalah di asuransi umum dan asuransi jiwa. Anda dapat memilih berbagai produk dan perusahaan yang baik. Selamat memilih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-558276940350062532?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/558276940350062532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=558276940350062532' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/558276940350062532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/558276940350062532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/03/mengenal-asuransi-kecelakaan.html' title='Mengenal Asuransi Kecelakaan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-1683602060238243343</id><published>2008-03-22T18:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T18:48:47.078-07:00</updated><title type='text'>Pengaturan Keuangan Setelah Menikah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, saat ini saya sedang mempersiapkan rencana pernikahan yang akan diselenggarakan 6 bulan mendatang. Saya belum mempunyai gambaran tentang kehidupan saya setelah menikah nanti, terutama yang berkaitan dengan keuangan. Selama ini saya mencukupi kebutuhan saya sendiri dari gaji yang saya peroleh setiap bulannya. Sedangkan setelah menikah, saya tidak tahu bagaimana mengaturnya. Mohon saran untuk ini.&lt;br /&gt;Sebagai tambahan informasi, calon istri saya juga bekerja sebagai karyawan di salah satu bank di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cahyo H, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Cahyo, selamat kepada anda yang sudah berani berkomitmen untuk melangkah dalam suatu kehidupan berumah tangga. Memang kehidupan rumah tangga akan mengubah beberapa hal dan aspek kehidupan kita, termasuk di dalamnya aspek keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kita harus lakukan adalah bersama-sama untuk terbuka dalam hal pendapatan yang masing-masing terima dan pengeluaran yang masing-masing lakukan. Kita perlu mendiskusikan masalah ini bersama-sama untuk &lt;strong&gt;mengetahui&lt;/strong&gt;, juga dalam rangka untuk berusaha &lt;strong&gt;menyamakan pola&lt;/strong&gt; pemasukan dan pengeluaran masing-masing. Mungkin pola masing-masing tidak akan persis sama, tetapi masing-masing berusaha “mendekat” ke pola yang baru yang bisa diterima masing- masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, ada tambahan pos pengeluaran misalnya biaya kontrak rumah, biaya pengelolaan sampah, dan biaya rumah tangga lainnya. Ada juga pengurangan, misalnya anda lebih sering di rumah sehingga biaya nonton bioskop menjadi berkurang atau tidak ada sama sekali. Pendapatan kita juga berubah, karena pajak yang setiap bulan dipotong langsung dari pendapatan kita akan berubah sesuai dengan status pernikahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, siapa yang akan memegang kendali keuangan. Apakah sang suami ataukah istri. Ini penting karena dengan pengelolaan pada satu orang, maka pendapatan dan pengeluaran akan lebih terkontrol. Biasanya istri dipercaya untuk memegang kendali ini. Tetapi itu sangat tergantung kesepakatan anda berdua. Beberapa pasangan membagi pengendalian ini dengan berbagai cara, misalnya untuk pengeluaran harian si stri yang melakukannya, sedangkan untuk pengeluaran di luar harian dilakukan oleh suami. Pengeluaran ini misalnya untuk pembayaran lisrik, telpon, cicilan rumah, atau pembayaran pajak bumi dan bangunan yang setahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda terbiasa menabung saat ini? Jika belum, biasakanlah menabung mulai sekarang. Kehidupan setelah menikah akan memerlukan biaya besar pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat anak telah lahir, anak masuk sekolah, juga saat kita merencanakan liburan ke luar kota atau luar negeri. Ada beberapa perencana keuangan menyarankan untuk menabung setelah kita menerima pendapatan, bukan setelah selesai melakukan pengeluaran. Beberapa pengalaman membuktikan bahwa menabung pada akhir bulan sama artinya dengan tidak menabung. Karena kita cenderung untuk menghabiskan sisa pendapatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-1683602060238243343?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/1683602060238243343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=1683602060238243343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1683602060238243343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1683602060238243343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/03/pengaturan-keuangan-setelah-menikah.html' title='Pengaturan Keuangan Setelah Menikah'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3300609599281138768</id><published>2008-03-17T01:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T01:59:56.807-07:00</updated><title type='text'>Mempersiapkan Liburan Sekolah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebentar lagi, anak-anak kami akan memasuki liburan. Setelah mereka bekerja keras untuk belajar, mereka perlu menikmati suasana lain. Kami belum terpikir kemana saya akan ajak mereka berlibur. Juga berapa besar dana yang akan kami alokasikan belum dapat kami bayangkan. Sebenarnya apa saja yang harus dipersiapkan untuk menikmati liburan sekolah yang sebentar lagi ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Edy Faisal – Waru, Sidoarjo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Edi yang terhormat, memang ada banyak pendekatan yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan liburan sekolah yang tinggal sebentar lagi. Ada orang yang suka dengan pendekatan budget atau dana yang tersedia, sedangkan orang yang lain lebih suka dengan pendekatan kemana akan pergi. Masing-masing punya kelebihan maupun kekurangan, tergantung kita lebih suka memakai pendekatan yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menikmati liburan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemana tujuan kita belibur merupakan hal yang pertama dilakukan untuk orang yang suka dengan pendekatan kemana tujuan berlibur. Penentuan tujuan ini sangatlah penting, sehingga semua aspek yang harus dipersiapkan akan mengarah ke sana. Beberapa orangtua bercerita bahwa mereka tidak menyangka saat mengajak anak-anaknya berlibur ke borobudur, ternyata membuat anak-anaknya sangat tertarik akan peninggalan sejarah. Jadi selain menikmati obyek wisata, juga ada unsur pendidikan yang bisa didapat dari obyek wisata tersebut. Pastikan tujuan berlibur yang “pas” buat keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Transportasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa alat transportasi yang akan dipakai. Apakah menggunakan mobil sendiri atau menggunakan alat transportasi umum. Untuk tujuan yang jauh dari tempat tinggal kita, disarankan untuk menggunakan pesawat terbang atau kapal laut. Sedangkan untuk tujuan yang dekat, kita bisa menggunakan mobil sendiri, atau dengan menggunakan kereta api, bisa juga dengan bis antar kota yang saat ini sudah cukup nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika menggunakan mobil sendiri, ada persiapan khusus yang harus dilakukan yaitu kesiapan mobil yang akan dipakai. Kalau perlu masukkan ke bengkel terlebih dahulu untuk penggantian oli, pengecekan lampu, penggantian ban yang sudah aus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika menggunakan alat transportasi umum, perlu diperhatikan ketersediaan tiket untuk masa liburan sekolah tersebut. Karena banyak orang ingin berlibur, biasanya tiket untuk kereta api, kapal laut ataupun pesawat terbang harus dipesan jauh hari sebelum hari keberangkatan. Jangan sampai liburan menjadi batal, hanya karena kehabisan tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akomodasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagian ini berkenaan dengan tempat kita akan menginap dan makan kita saat berlibur. Sama seperti tiket alat transportasi umum, ketersediaan kamar tempat menginap harus dilakukan jauh hari sebelum saat kita menginap. Bagaimana dengan akomodasi makan. Jika anak-anak sudah terbiasa untuk makan saja, tentunya bukan hal sulit untuk makan di tempat-tempat yang agak lain. Tetapi jika sebaliknya, kita harus mempersiapkan sendiri makanan mereka, atau tahu restoran fast food kesukaan mereka di tempat – tempat kita akan berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lain-lain&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain tiga hal di atas, apa lagi yang harus dipersiapkan. Selain obat-obatan, juga perlunya peta tempat kita akan berkunjung. Jika anda belum memiliki asuransi, belilah asuransi perjalanan yang mengcover hanya selama perjalanan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dana&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah hal penting yang harus dipersiapkan. Berapa besar dana yang harus dipersiapkan untuk perjalanan kali ini. Kita harus menghitung secara detil, berapa anggaran untuk transportasi, untuk penginapan, makan, tiket masuk obyek wisata, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal-hal harus dipersiapkan, agar liburan kita kali ini berhasil. Untuk itu catatlah apa saja yang perlu dilakukan, tanggal berapa kita akan berangkat dan balik, bekal apa saja yang perlu dibawa. Dengan persiapan yang matang, kita berharap perjalanan akan menyenangkan dan anak-anak akan menikmati liburannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Selamat berlibur&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3300609599281138768?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3300609599281138768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3300609599281138768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3300609599281138768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3300609599281138768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/03/mempersiapkan-liburan-sekolah.html' title='Mempersiapkan Liburan Sekolah'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-306790591446229821</id><published>2008-03-10T01:16:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T01:17:12.146-07:00</updated><title type='text'>Asuransi Unit Link</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Beberapa bulan terakhir ini, kami mendapat banyak penawaran dari para agen asuransi berupa produk yang mereka sebut sebagai unit link. Terus terang kami sangat asing dengan asuransi jenis ini. Kami ingin gambaran sederhana tentang asuransi unit link ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Esti W, Kenjeran, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Ada dua kelompok jenis asuransi jiwa yang dipasarkan di Indonesia. Kelompok yang pertama disebut sebagai asuransi jiwa tradisional. Sedangkan kelompok yang kedua disebut sebagai asuransi jiwa unit link.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas dari asuransi unit link ini adalah transparansi dari dana yang dikelola. Dari premi yang kita bayar akan jelas terlihat, berapa besar bagian premi yang dipergunakan untuk membayar proteksi asuransinya, kemudian berapa besar yang diinvestasikan, dan sisanya merupakan bagian untuk membayar biaya administrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi unit link ini juga dikenal dengan nama investment link atau variabel life insurance. Bagian premi yang diinvestasikan akan ditempatkan pada instrumen investasi yang sesuai dengan pilihan anda. Pada umumnya pilihan yang diberikan oleh perusahaan asuransi adalah instrumen pasar uang, saham, atau pendapatan tetap. Pilihan instrumen investasinya tergantung dari fasilitas yang diberikan oleh perusahaaan. Ada yang menawarkan dua pilihan, misalnya instrumen pasar uang dalam mata uang Rupiah dan instrumen pasar uang dalam mata uang asing. Ada yang menawarkan lebih dari dari 5 jenis investasi. Semakin banyak jenis investasi yang ditawarkan, maka semakin banyak pilihan yang bisa kita sesuaikan dengan karakter kita sebagai investor. Bagaimana kita melihat perkembangan investasi pada produk unit link ini? Jawabannya adalah bisa kita lihat di harian ekonomi atau harian umum yang terbit secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan risiko asuransinya? Beberapa perusahaan asuransi menawarkan asuransi jiwa yang preminya dibebankan setiap bulannya pada unit yang kita miliki. Perusahaan lainnya ada yang mengcover asuransi kecelakaan atau bahkan menambahkan asuransi kesehatan. Semakin beragamnya risiko yang kita beli, maka semakin besar bagian premi yang dipakai untuk membayar risiko asuransinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang ketiga adalah bagian premi yang dipakai untuk membayar biaya administrasi. Pada umumnya perusahaan akan secara jelas memaparkan berapa besar biaya administrasi yang dibebankan terhadap premi yang kita bayar. Besarnya bervariasi antara perusahaan satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pembayaran preminya? Ada dua cara untuk membayar premi, yang pertama pembayaran secara sekaligus di awal, dan secara berkala setiap tahun selama masa tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi memiliki karakteristik yang unik. Maka dari itu pelajari secara seksama produk yang ditawarkan. Teliti sebelum membeli.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-306790591446229821?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/306790591446229821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=306790591446229821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/306790591446229821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/306790591446229821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/03/asuransi-unit-link.html' title='Asuransi Unit Link'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7326225119181843063</id><published>2008-03-05T00:08:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T00:20:29.682-08:00</updated><title type='text'>Klaim Asuransi Yang Berbelit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, dalam beberapa minggu ini saya sedang mengurus klaim asuransi karena orangtua meninggal dunia beberapa bulan lalu. Sudah beberapa kali saya datang ke kantor asuransi tersebut, tetapi belum juga selesai prosesnya apalagi pembayaran uang klaimnya. Sebenarnya bagaimana proses klaim asuransi, apakah cukup menyita waktu seperti yang saya alami ini?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Santoso, Waru Sidoarjo &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Santoso, apa yang dialami Bapak memang sangat mengganggu dan menyita waktu Bapak. Tetapi tidak semua asuransi memiliki prosedur yang panjang dan menyita waktu yang cukup lama. Untuk itu kami akan menjelaskan beberapa hal yang perlu diketahui sehubungan dengan klaim asuransi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengajukan klaim, ada baiknya diteliti lebih dahulu produk asuransi apa yang tertera pada polis yang ada. Ini sangat diperlukan, karena setiap produk asuransi yang dijual memiliki manfaat yang berbeda. Contohnya adalah jika yang dibeli adalah produk asuransi kecelakaan saja, dimana saat tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan akan diberikan sejumlah uang yang tertera pada polisnya. Seorang tertanggung yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan (misalnya karena sakit), maka perusahaan asuransi tidak akan membayar apapun kepada ahli waris tertanggung. Jika memang produk asuransi yang dibeli dapat diklaim, artinya manfaat asuransi yang tertera pada polis sesuai dengan klaim yang diajukan, apakah klaim meninggal dunia, cacat, sakit dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apakah polis masih inforce artinya pertanggungannya masih berjalan hingga tertanggung meninggal dunia? Jika memang polisnya sudah kedaluarsa saat tertanggung meninggal dunia, maka klaim tidak dapat diajukan. Atau jika klaim tetap diajukan, maka klaim tersebut akan ditolak oleh perusahaan asuransi. Kapan pembayaran terakhir dilakukan dapat dicek terlebih dahulu pada kantor perusahaan asuransi bersangkutan. Kita dapat melanjutkan proses, jika memang polis masih inforce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah meneliti lebih seksama polis yang ada. Di setiap polis pasti ada aturan bagaimana mengajukan klaim dan berkas-berkas apa saja yang diperlukan. Jika memang belum jelas, kita dapat menghubungi bagian klaim perusahaan asuransi tersebut. Dan kita dapat menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pembayaran klaim mulai saat berkas-berkas yang diperlukan telah lengkap. Setiap perusahaan asuransi memiliki prosedur yang berbeda dalam penanganan klaimnya, mulai dari prosedur maupun lamanya proses yang diperlukan. Kita dapat menanyakan lebih detil pada bagian klaim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua berkas yang diperlukan sudah lengkap, kita dapat datang ke kantor asuransi yang ditunjuk, misalnya di kantor cabang tempat kita membeli produk asuransi tersebut atau di kantor lain yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7326225119181843063?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7326225119181843063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7326225119181843063' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7326225119181843063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7326225119181843063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/03/klaim-asuransi-yang-berbelit.html' title='Klaim Asuransi Yang Berbelit'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6756204447268800310</id><published>2008-03-02T23:41:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T23:58:30.488-08:00</updated><title type='text'>Teliti Membaca Polis Asuransi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Kami baru saja membeli polis asuransi jiwa beberapa waktu lalu. Tetapi kami belum mengerti sepenuhnya yang tertulis pada polis tersebut. Apakah ada penjelasan tentang hal ini?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wiranto, Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pada dasarnya polis asuransi dibuat berdasarkan proposal yang diserahkan oleh agen asuransi dan surat permintaan asuransi jiwa yang anda isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat anda pakai untuk memahami polis yang anda punyai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pastikan isi polis anda sesuai dengan yang anda sepakati dalam surat permintaan asuransi jiwa. Keterangan ini dapat anda baca pada halaman depan atau ringkasan polis. Pada bagian ini, anda dapat membaca produk asuransi yang anda beli, besar uang pertanggungan, tanggal mulai pertanggungan, lamanya masa asuransi, besar pembayaran premi, juga nama tertanggung dan nama pemegang polis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah ada klausul “&lt;em&gt;free look period&lt;/em&gt;”. Pada polis dengan klausul ini, anda sebagai pemegang polis diberi kesempatan oleh perusahaan asuransi untuk membaca isi polis secara seksama. Jika polis yang diterbitkan tidak sesuai dengan keinginan anda, polis dapat dikembalikan ke perusahaan asuransi dan premi yang telah anda bayarkan akan dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bacalah ketentuan umum polis secara seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada bagian ini, anda dapat membaca &lt;strong&gt;hak dan kewajiban&lt;/strong&gt; anda sebagai &lt;strong&gt;pemegang polis&lt;/strong&gt;. Misalnya kewajiban anda untuk membayar premi dan sanksi-sanksi apa yang harus anda tanggung akibat terlambat atau tidak dibayarnya premi. Hak untuk memperoleh manfaat asuransi saat terjadinya risiko yang dipertanggungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Juga &lt;strong&gt;hak dan kewajiban perusahaan asuransi&lt;/strong&gt; sebagai penanggung. Misalnya kewajiban perusahaan untuk membayar klaim yang diajukan oleh pemegang polis atau ahli waris. Hak perusahaan untuk memberlakukan pinjaman premi secara otomatis akibat terlambatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga &lt;strong&gt;fasilitas masa leluasa atau grace period&lt;/strong&gt;. Masa leluasa diberikan oleh perusahaan untuk mengantisipasi keterlambatan pembayaran premi. Polis yang preminya belum dibayar setelah jatuh tempo pembayaran sampai batas masa leluasa, akan tetap ditanggung jika terjadi risiko pada periode itu. Lama masa leluasa ini biasanya berkisar antara 30 sampai dengan 60 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lihatlah juga &lt;strong&gt;bab pengecualian&lt;/strong&gt; pada ketentuan umum polis ini. Pada bagian pengecualian ini, anda dapat membaca beberapa hal yang dikecualikan yang mengakibatkan manfaat tidak dibayarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah ada &lt;strong&gt;ketentuan khusus&lt;/strong&gt; untuk produk yang anda beli. Beberapa produk asuransi mempunyai spesifikasi khusus sehingga perlu dituangkan dalam suatu ketentuan khusus. Misalnya anda membeli produk asuransi tambahan kecelakaan, ketentuan khusus untuk produk ini akan dilampirkan secara terpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah &lt;strong&gt;copy surat permintaan asuransi jiwa&lt;/strong&gt; dilampirkan. Pada umumnya copy surat ini dilampirkan dalam polis, karena surat permintaan asuransi jiwa ini merupakan dasar diterbitkannya polis tersebut. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mudah-mudahan tips ini dapat membantu anda untuk mempelajari polis secara detil.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6756204447268800310?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6756204447268800310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6756204447268800310' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6756204447268800310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6756204447268800310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/03/teliti-membaca-polis-asuransi.html' title='Teliti Membaca Polis Asuransi'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6875903061503175476</id><published>2008-02-25T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T02:17:16.984-08:00</updated><title type='text'>Berinvestasi atau Menabung?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya sedang berpikir untuk menempatkan sebagian dana saya di reksadana atau malah langsung ke instrumen tetapi saya takut untuk memulainya. Terus terang dana yang akan dipakai tersebut sebagian adalah dana darurat keluarga kami. Kami ingin mendapatkan penjelasan yang cukup agar saya dapat mulai berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Djoko S, Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Djoko atas pertanyaannya. Terus terang pertanyaan yang Bapak ajukan merupakan pertanyaan yang umum diajukan oleh sebagian besar masyarakat kita. Masyarakat kita sampai saat ini masih &lt;em&gt;&lt;strong&gt;masyarakat menabung&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, artinya sebagian besar dana yang persiapkan untuk masa mendatang disimpan dalam tabungan di Bank. Tetapi ada sebagian kecil yang sudah menjadi &lt;em&gt;&lt;strong&gt;masyarakat yang berinvestasi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Sebagian besar dana yang mereka simpan dalam portofolio investasi, apakah dalam bentuk reksadana, saham atau malah dalam bentuk properti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dengan dunia menabung, dunia investasi memiliki &lt;strong&gt;&lt;em&gt;dua sisi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang harus diperhatikan. Satu sisi adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tingkat pengembalian investasi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atau dalam dunia menabung sering disebut sebagai bunga. Sedangkan sisi satunya adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;risiko&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Semakin tinggi potensi tingkat pengembalian investasinya, maka semakin tinggi potensi tingkat risikonya. Kadangkala orang hanya melihat tingkat pengembaliannya investasinya, tanpa melihat tingkat risikonya. Ambil contoh kasus Qsar, dimana banyak orang tergiur dengan tingkat pengembalian investasi yang “sangat” menggiurkan. Tapi apa yang terjadi, banyak orang akhirnya harus gigit jari, karena risiko yang sebenarnya sudah dapat diprediksikan terjadi. Banyak kasus lain, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Intinya adalah kita harus melihat dua sisi dari suatu instrumen investasi, tingkat pengembalian investasi dan risiko investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, instrumen apa yang bisa kita pakai sebagai &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“kendaraan” untuk melipatgandakan dana&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yang kita miliki? Jawabannya banyak. Kita dapat langsung berinvestasi di instrumen obligasi, saham, SBI dan lain sebagainya. Tetapi untuk berinvestasi di sana perlu dana yang cukup besar, sebagai contoh untuk bisa bermain saham, minimal dana yang harus disediakan sekitar Rp. 25 juta, apalagi obligasi yang mensyaratkan minimal dana lebih tinggi lagi. Ada satu bentuk instrumen investasi yang merupakan “turunan” dari instrumen tadi yang kita kenal sebagai reksadana atau dalam bahasa inggris disebut sebagai mutual fund. Ada beberapa macam jenis reksadana, ada yang berbasis instrumen pasar uang, obligasi, saham atau campuran dari instrumen-instrumen tersebut. Reksadana pasar uang yang memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan tingkat bunga deposito, memiliki potensi risiko yang relatif rendah. Sedangkan reksadana saham yang memiliki tingkat pengembalian investasi yang tinggi, memiliki potensi risiko yang tinggi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimana reksadana dapat dibeli? Saat ini banyak bank pemerintah, bank swasta nasional maupun bank asing yang menjadi agen penjual reksadana ini. Atau kita bisa juga langsung berhubungan dengan manajer investasi yang menerbitkan reksadana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat memilih jenis reksadana yang sesuai dengan karakter kita. Orang-orang tertentu sangat menikmati berinvestasi di instrumen yang fluktuatif, sedangkan orang lainnya senang berinvestasi di instrumen yang “relatif tenang”. Biasanya di tempat kita akan membeli reksadana, ada semacam kuesioner untuk melihat karakter dalam berinvestasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Djoko, pilihan ada di tangan Bapak. Pelajari dengan seksama instrumen investasi yang akan dipilih sebagai “kendaraan” untuk melipatgandakan dana kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6875903061503175476?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6875903061503175476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6875903061503175476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6875903061503175476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6875903061503175476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/02/berinvestasi-atau-menabung.html' title='Berinvestasi atau Menabung?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-1797571992049181387</id><published>2008-02-18T18:47:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T18:49:06.563-08:00</updated><title type='text'>Keuangan Pasangan Muda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Kami baru saja menikah 3 bulan yang lalu, pada dua bulan pertama kami menumpang di rumah orang tua, sebelum akhirnya kami menempati rumah kontrakan yang kami tempati saat ini. Selama 3 bulan ini, kami masih meraba-raba cara mengelola keuangan. Kami ingin saran, bagaimana mengelola keuangan keluarga kami sehingga sesuai dengan harapan kami untuk  melangkah dengan baik pada hari-hari kemudian.&lt;br /&gt;Yogi &amp;amp; Tuti, Waru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Selamat kepada anda berdua yang telah berani berkomitmen untuk hidup bersama berdua. Selamat yang kedua, karena anda berdua sangat peduli dengan pengelolaan keuangan keluarga anda meskipun usia pernikahan anda masih muda. Memang masalah keuangan adalah salah satu penyebab dari tidak harmonisnya hubungan dalam keluarga. Dengan pengaturan keuangan yang lebih maka kita akan dapat menikmati hari – hari dalam keluarga dengan baik. Sekali lagi selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang bisa kami berikan untuk anda berdua berikut ini. Mudah-mudahan membantu anda dalam mengelola keuangan keluarga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersatunya dua pribadi dengan pengalaman dan latar belakang yang berbeda membutuhkan waktu untuk bersama-sama melakukan sesuatu. Perlu saling mengenal pola hidup masing-masing, karena setiap orang pasti mempunyai keunikan tersendiri. Untuk itu pada awal-awal anda hidup berdua saat ini, lakukan pengaturan keuangan bersama-sama. Jika anda berdua bekerja, maka satukanlah semua pendapatan menjadi satu “kantong”. Baru kemudian secara bersama-sama mengalokasikan pendapatan tadi pada pos-pos pengeluaran yang ada. Jika anda berdua sudah terbiasa menabung saat masih lajang, lanjutkan kebiasaan ini dengan menyisihkan dana untuk tabungan dari pendapatan sebelum pengalokasian untuk pengeluaran tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan pengaturan keuangan bersama-sama, maka kita akan mengenal pola pengeluaran dari pasangan kita. Setelah semuanya berjalan dengan baik, maka serahkan pengaturan tadi ke salah satu dari anda berdua. Pada umumnya istri adalah pihak yang cukup berkompeten dalam pengaturan keuangan ini. Jadi serahkanlah semua pendapatan maupun pengeluaran tadi ke istri, sehingga hanya ada satu catatan keuangan keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran untuk keluarga muda biasanya hanya “melulu” untuk pengeluaran harian rumah tangga. Kecuali saat pesta pernikahan, anda meminjam dana kepada pihak lain, apakah bank atau lainnya. Sehingga sebagian pendapatan harus dialokasikan untuk membayar cicilan pinjaman. Pada kondisi anda saat ini, pengeluaran untuk menyewa rumah harus anda alokasikan. Pengeluaran ini bisa anda alokasikan bulanan atau tahunan tergantung dari perjanjian sewa menyewa rumah yang anda tempati. Pastikan juga bahwa pengeluaran anda lainnya “cukup wajar”, sehingga masih ada bagian dari pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan. Setelah anak-anak lahir, pengeluaran keluarga anda akan “cukup” besar dan tidak dapat ditunda. Misalnya untuk membeli susu, peralatan bayi, dan lain sebagainya. Apalagi saat anak-anak sudah memasuki usia sekolah, maka kita harus menyediakan dana pendidikan mereka yang akan berlangsung selama hampir 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah terapkanlah tips-tips tadi dengan tertib sehingga keluarga anda tidak terjebak pada hutang atau pengeluaran yang tidak perlu. Tetapkan tujuan keuangan anda, dan lakukan pengeluaran dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-1797571992049181387?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/1797571992049181387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=1797571992049181387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1797571992049181387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1797571992049181387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/02/keuangan-pasangan-muda.html' title='Keuangan Pasangan Muda'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7271694456317213588</id><published>2008-02-14T17:48:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T17:51:54.722-08:00</updated><title type='text'>Pendapatan Hari Ini Jangan Dihabiskan Hari Ini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, sebagai seorang kepala keluarga yang saat ini memiliki tanggungan 3 orang, saya sering berpikir untuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk masa depan kami. Tetapi dengan kondisi yang sangat “susah” saat ini, jangankan untuk menyisihkan sebagian dana, untuk hidup sehari-hari saja susah. Kami memerlukan saran yang baik untuk mengatasi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Joko Prasetyo, Gresik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Joko, memikirkan masa depan keluarga memang harus mulai kita terapkan dalam langkah-langkah konkrit. Bayangkan bahwa pada umumnya kita hanya akan bekerja mulai dari usia 30 tahun sampai usia pensiun yang umumnya berkisar usia 55 tahun. Jadi kita memiliki pendapatan selama 25 tahun. Sedangkan hidup kita secara mandiri mulai dari saat kita mulai bekerja, katakan usia 30 tahun sampai dengan meninggal dunia, yang bisa kita prediksikan sampai usia 70 tahun. Jadi masa hidup selama 40 tahun harus bisa dibiayai dari 25 tahun kita bekerja. Atau tanpa melihat hasil investasi, pendapatan kita selama 1 bulan digunakan untuk kehidupan selama 1,6 bulan. Ini berarti pendapatan kita hari ini haruslah disisihkan untuk kehidupan saat kita tidak bekerja. Perhitungan 1,6 bulan tadi adalah tanpa memperhitungkan adanya hasil investasi, asuransi dan instrumen lainnya bisa kita pakai untuk membantu kita dalam merencanakan keuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keterbatasan dana saat ini, adanya baiknya pak Joko melihat sekali lagi pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan sebulan terakhir. Apakah ada pengeluaran yang kecil-kecil yang bisa dihemat. Jika memang tidak ada yang bisa dihemat, maka kita perlu berpikir untuk “menurunkan” gaya hidup kita. Memang berat untuk dilakukan, tetapi ada baiknya dicoba. Bukankah ada pepatah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Jadi kita “menginvestasikan” ketidaknyamanan saat ini, untuk kesejahteraan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Joko, banyak hal yang bisa lakukan, tinggal kita mau melaksanakannya atau tidak. Mudah-mudahan dua hal di atas menginspirasi pak Joko dalam menapaki hari-hari ke depan dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7271694456317213588?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7271694456317213588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7271694456317213588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7271694456317213588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7271694456317213588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/02/pendapatan-hari-ini-jangan-dihabiskan.html' title='Pendapatan Hari Ini Jangan Dihabiskan Hari Ini'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8033499856347349606</id><published>2008-02-10T18:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-10T18:34:36.361-08:00</updated><title type='text'>Perpindahan Harta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat,&lt;br /&gt;Saat ini kami sedang bekerja keras untuk kehidupan kami dan anak-anak kami. Tetapi ada kekhawatiran jika kami sudah tidak ada lagi, maka hasil kerja keras kami habis karena pengelolaan kekayaan yang kurang baik. Artinya harta warisan yang sedianya untuk kesejahteraan anak-anak kami berpindah ke tangan yang tidak berhak. Mohon saran untuk kegelisahan kami ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;R Suseno, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Suseno, tampaknya kegelisahan anda mengarah ke suatu tujuan yaitu bagaimana harta yang dimiliki saaat ini berpindah ke tangan anak-anak yang anda cintai. Di luar sana konsep ini dikenal sebagai estate planning. Dalam hal ini perpindahan harta bisa terjadi saat pemilik kekayaan atau pewaris masih hidup atau biasa disebut sebagai hibah, dan bisa juga terjadi saat pewaris sudah meninggal dunia disebut sebagai warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perencanaan ini, kita perlu bantuan ahlinya, yaitu notaris. Karena merekalah yang bisa menyarankan bagaimana sebaiknya kekayaan yang kita miliki berpindah ke tangan yang tepat. Apalagi sistem hukum di Indonesia dengan kerumitannya menggolongkan penduduk menjadi tiga golongan. Setiap golongan mempunyai implikasi hukum yang berbeda dalam hal perpindahan harta. Golongan yang satu mengikuti hukum perdata yang berlaku di Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda. Sedangkan golongan yang lain mengikuti hukum adat yang sangat beragam penerapannya di Indonesia. Dan golongan ketiga mengikuti hukum perdata dan hukum adat yang berlaku pada golongan ini. Mengingat kompleksitas masalah perpindahan harta ini, bantuan notaris sangatlah diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleksitas ini akan bertambah jika kita mengadakan perjanjian pra nikah atau pre nuptial aggrement, juga adanya surat wasiat yang melimpahkan harta warisan ke pihak lain yang tidak sama dengan pewaris menurut aturan main di atas. Kita akan coba bahas satu persatu dua hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian pra nikah atau pre nuptial aggrement akan mengatur apakah harta yang dimiliki oleh istri atau suami masuk ke dalam harta yang dimiliki bersama-sama. Seperti kita ketahui, secara konsep ada dua jenis harta dalam sebuah perkawinan, yaitu harta bawaan dan harta bersama (harta gono-gini). Harta bawaan adalah harta yang telah dimiliki oleh pasangan kita dan kita sendiri sebelum perkawinan terjadi. Sedangkan harta bersama (harta gono-gini) adalah harta yang diperoleh setelah perkawinan terjadi. Adanya perjanjian pra nikah akan mengatur apakah harta bawaan masing-masing bercampur menjadi harta yang dimiliki bersama-sama ataukah tetap dimiliki oleh masing-masing pihak. Itupun masih dilihat apakah harta bawaan ini terpisah secara keseluruhan ataukah hanya terpisah sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat wasiat biasanya dibuat saat pemilik harta atau pewaris masih hidup. Pewaris bisa mewariskan hartanya kepada pihak manapun, tetapi harus diingat bahwa harus ada nilai “kewajaran” dalam pewarisan ini. Pewaris bisa membuat surat wasiat beberapa kali dan pada umumnya surat wasiat yang terakhir yang mempunyai nilai. Sedangkan surat-surat wasiat yang telah dibuat sebelumnya tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerumitan yang cukup berarti dalam pemindahan harta ini, bantuan ahli yaitu notaris sangatlah diperlukan. Belum lagi implikasi perpajakan yang timbul dari perpindahan harta ini. Disarankan anda untuk mencari ahli yang anda percayai yang mengerti secara mendalam tentang masalah perpindahan harta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berburu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8033499856347349606?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8033499856347349606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8033499856347349606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8033499856347349606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8033499856347349606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/02/perpindahan-harta.html' title='Perpindahan Harta'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-687733635725410821</id><published>2008-02-05T20:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-05T20:05:51.933-08:00</updated><title type='text'>Mengatasi risiko tanpa membayar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari ini saya berpikir untuk membeli asuransi kesehatan, karena sebagai pegawai rendahan di sebuah kantor kecil, belum ada fasilitas kesehatan yang diberikan. Saya takut saat anggota keluarga saya jatuh sakit dan saya tidak bisa membiayainya. Sedangkan untuk membeli asuransi kesehatan, saya harus berpikir dua kali, Dengan penghasilan yang sangat terbatas, premi yang perlu dibayar cukup besar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya ingin saran, bagaimana mengatasi permasalahan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Joko Waspodo - Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Joko, kesadaran akan pentingnya berjaga-jaga menghadapi risiko yang ada di sekeliling kita sangatlah penting. Saya salut kepada pak Joko, karena kesadaran itu sudah Bapak miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko yang ada di sekeliling kita memang bermacam-macam, tetapi cara mengatasinya juga bermacam-macam. Yang paling memungkinkan adalah memindahkan risiko finansial akibat dari risiko yang terjadi ke perusahaan asuransi. Dimana banyak risiko yang bisa dipindahkan risiko finansialnya ke perusahaan asuransi, misalnya risiko sakit, risiko meninggal, risiko kecelakaan, risiko terkena penyakit kritis. Dengan produk asuransi tertentu risiko yang ada dapat dipindahkan dengan membayar harga tertentu yang biasa kita sebut sebagai premi. Besar premi yang kita bayar akan bergantung pada tingkat risiko yang ada, pertanggungan yang kita inginkan, usia kita dan juga jenis kelamin. Semakin tinggi risiko, maka semakin tinggi premi yang harus kita bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cara lain yang mungkin bisa dipakai adalah dengan menghindari risiko yang ada tanpa perlu mengeluarkan dana yang cukup besar. Misalnya jika risiko sakit menyebabkan kita harus pergi ke dokter atau bahkan perlu dirawat di rumah sakit. Hal ini bisa dihindari dengan hidup sehat, beristirahat dan makan yang cukup, berolahraga. Atau menghilangkan kebiasaan merokok, sehingga kondisi kesehatan kita lebih baik. Dapat juga menghilangkan kebiasaan begadang untuk hal-hal yang tidak perlu. Bisa juga mengurangi tingkat stres akibat tekanan di pekerjaan atau di rumah, dengan hidup lebih terstruktur dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang sebenarnya mudah untuk diatasi. Banyak cara bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari, misalnya bencana alam, kerusuhan, dan lain sebagainya. Tetapi dengan memahami risiko yang bisa dikurangi, atau risiko yang bisa dihindari bahkan dihilangkan sama sekali, maka kita akan bisa dengan mudah mengantisipasi risiko dengan melakukan hal-hal yang bisa “menyelamatkan” kita dari risiko tadi tanpa perlu membayar “lebih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Joko, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi risiko tanpa perlu membayar. Dengan demikian, pendapatan yang terbatas tadi bisa kita alokasikan untuk hal-hal lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-687733635725410821?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/687733635725410821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=687733635725410821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/687733635725410821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/687733635725410821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/02/mengatasi-risiko-tanpa-membayar.html' title='Mengatasi risiko tanpa membayar'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-1598334093951173038</id><published>2008-02-03T20:17:00.000-08:00</published><updated>2008-02-03T20:21:11.905-08:00</updated><title type='text'>Memulai Kebiasaan Baik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya seorang pegawai yang sedang gelisah memikirkan tentang kebutuhan biaya untuk kehidupan keluarga saya ke depan. Saya ingin sekali menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung, karena saya ingin memiliki rumah sendiri. Tetapi dengan biaya hidup yang semakin meningkat saya ragu untuk mulai menabung. Kenaikan gaji baru saja saya terima, tidak cukup untuk mengcover biaya-biaya yang naik tidak terkendali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah ada saran untuk kasus saya ini?&lt;br /&gt;Budiman, Waru, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Bapak Budiman, memang saat ini adalah saat yang paling berat buat kita semua untuk mengatur keuangan keluarga secara sempurna. Sejak ada berita tentang kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu, harga-harga kebutuhan pokok merangkak naik. Tetapi momen ini adalah justru kesempatan yang langka untuk melihat kembali pengaturan keuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah pertama&lt;/strong&gt; yang harus kita lakukan adalah melihat pola pengeluaran kita. Apakah saat Anda mendapatkan kenaikan gaji, gaya hidup berubah? Atau apakah pengeluaran yang kita lakukan adalah benar-benar pengeluaran yang memang perlu dilakukan? Setelah menganalisa pola pengeluaran kita, maka kita dapat mengetahui pengeluaran apa saja yang telah kita lakukan. Dan kemudian di antara pengeluaran tadi, mana saja yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah kedua&lt;/strong&gt; adalah menghitung berapa besar pengeluaran yang bisa tidak dilakukan. Katakan dari pendapatan Anda yang sebesar Rp. 2 juta, dari hasil analisa tadi Anda dapat menyisihkan dana sebesar Rp. 100 ribu. Maka dana tersebut pada awal bulan bisa langsung Anda sisihkan pada rekening tabungan yang sudah Anda siapkan. Idealnya tabungan dibandingkan pendapatan minimal 10%, yang artinya Anda harus menyisihkan Rp. 200 ribu per bulan dari pendapatan Anda. Langkah awal menabung ini sangat penting, karena jika Anda menundanya sampai tahun depan, maka Anda harus menabung 30% lebih besar daripada mulai menabung sekarang. Tentunya sangat berat buat Anda, selain karena kenaikan gaji yang rata-rata saat ini sebesar 10%, kenaikan besar tabungan sebesar 30% akan memberatkan Anda. Juga semangat Anda untuk menabung akan semakin pudar dengan berjalannya waktu, malah bisa-bisa keuangan Anda sudah menjadi defisit setahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah ketiga&lt;/strong&gt; adalah selalu konsisten untuk menabung setiap bulannya. Sekali Anda “malas” untuk menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung, maka selanjutnya Anda mempunyai “alasan-alasan” yang lain untuk tidak menabung. Konsistensi dalam menabung akan membuat anda terbiasa yang kemudian akan menjadi kebiasaan baik dan akan sangat berguna bagi Anda dan keluarga untuk menapak hari-hari selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah keempat&lt;/strong&gt; adalah memantapkan tujuan keuangan Anda. Seperti yang telah disampaikan, Anda merencanakan untuk membeli rumah yang layak. Pada langkah ini Anda harus secara aktif mencari informasi tentang kompleks perumahan yang Anda inginkan. Berapa besar uang muka yang harus disetor, bank mana saja yang menyediakan kredit, bagaimana potensi perkembangan perumahaan tersebut adalah pertanyaan yang harus Anda peroleh. Dengan informasi yang sangat detil ini, Anda akan terpacu untuk merealisasikan tujuan atau mimpi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bermimpi dan raihlah impian tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-1598334093951173038?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/1598334093951173038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=1598334093951173038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1598334093951173038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1598334093951173038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/02/memulai-kebiasaan-baik.html' title='Memulai Kebiasaan Baik'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3255775214630757980</id><published>2008-01-29T20:45:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T20:54:29.384-08:00</updated><title type='text'>Iuran untuk Dana Pensiun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, saya dan istri sedang mempersiapkan dana untuk masa pensiun kami. Kami sudah menghitung berapa besar dana yang kami perlukan untuk pensiun nantinya. Tetapi ada kendala yaitu adanya regulasi bahwa maksimal pendapatan yang bisa dipakai sebagai iuran sebesar 20%. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dana pensiun, iuran yang kami perlukan lebih dari batasan tadi. Mohon penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Agus Daeri, Wonocolo, Surabaya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pak Agus, secara pribadi saya senang sekali mendengar bahwa Bapak dan istri sudah mulai memikirkan untuk mempersiapkan diri mengumpulkan dana untuk masa pensiun nanti. Ada beberapa hal yang akan saya tuliskan di bawah ini yang mudah-mudahan memberi inspirasi untuk mempersiapkan dana pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat besar dana pensiun yang ada, maka kita perlu melihat beberapa sumber dana yang bisa mengurangi besar dana yang perlu kita persiapkan secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber yang pertama adalah &lt;strong&gt;Jamsostek&lt;/strong&gt;, jika Bapak adalah seorang karyawan dan gaji pokok Bapak dipotong sebesar 2% setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber kedua, manfaat pesangon yang minimalnya dicanntumkan pada &lt;strong&gt;Peraturan Perusahaan&lt;/strong&gt; yang minimalnya seperti yang tercantum pada UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedua sumber tersebut merupakan hal wajib yang harus diberikan oleh Pemberi Kerja untuk para karyawannya. Sehingga hasil perhitungan yang Bapak lakukan bisa menjadi lebih kecil dengan memasukkan kedua sumber tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa saja yang bisa kita pakai sebagai “kendaraan” untuk mendanai kebutuhan masa pensiun kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)&lt;/strong&gt;. Kita bisa mengikuti DPLK dengan mengiur sebagian pendapatan kita ke sana. Memang pada peraturan yang lama, maksimal iuran sebesar 20% dari gaji, tetapi terdapat peraturan menteri keuangan di tahun 2005 yang memungkinkan kita untuk mengiur sebesar 100%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Asuransi Kesehatan Pensiun&lt;/strong&gt;. Pada masa pensiun, selain dana untuk kebutuhan sehari-hari, kita juga perlu mempersiapkan dana untuk kesehatan kita. Jika mulai kita persiapkan dari sekarang dengan membeli asuransi kesehatan pensiun tentunya akan baik sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bisnis&lt;/strong&gt;. Beberapa orang teman saya lebih tertarik untuk mempersiapkan dana pensiunnya melalui bisnis yang dikembangkan sekarang. Untuk yang berjiwa pengusaha hal ini cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Properti&lt;/strong&gt;. Ada seorang tetangga yang mempersiapkan pensiunnya dengan membeli rumah dan menyewakannya saat ini. Dia memilih “kendaraan” karena tidak mudah dicairkan menjadi uang dan harga properti memiliki kecenderungan yang menaik lebih tinggi dari inflasi.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setiap “kendaraan” pastilah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan pemahaman yang berbeda. Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda, sehingga “kendaraan” yang dipakaipun berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan masa pensiun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3255775214630757980?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3255775214630757980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3255775214630757980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3255775214630757980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3255775214630757980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/iuran-untuk-dana-pensiun.html' title='Iuran untuk Dana Pensiun'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-2962483406931703819</id><published>2008-01-27T18:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T18:11:43.211-08:00</updated><title type='text'>Mengajari Anak Menabung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, kami adalah orangtua dari seorang anak yang telah duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Sebelum kami menikah, kami mempunyai kesepakatan untuk mempunyai target tertentu dalam menabung dari pendapatan yang didapat setiap bulannya. Tabungan yang terkumpul saat ini cukup lumayan. Kami mencoba untuk mengajarkan pentingnya menabung kepada anak kami agar kelak dia akan terbiasa dengan pola menabung. Tetapi kami masih bingung, bagaimana memulainya. Apakah ada saran?&lt;br /&gt;Budi &amp;amp; Wati, Kalidami, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih kepada anda berdua yang telah membaca rubrik kami. Diharapkan para pembaca akan memperoleh manfaat dalam pengelolaan keuangan keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca keterangan di atas, anda berdua tampaknya ingin menularkan kebiasaan yang baik yang sudah anda berdua lakukan kepada anak anda. Ada beberapa langkah yang bisa membantu anda untuk proses ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pasti anda memberi uang saku kepada anak setiap harinya untuk keperluan jajan atau untuk keperluan lainnya. Belikan semacam ‘celengan’ agar anak dapat menyisihkan uang jajannya setiap hari. Dan pastikan jumlah yang tersimpan di sana tidak lebih dari nominal tertentu, misalnya Rp. 25.000 atau Rp. 50.000. Jika lebih, maka anda sarankan untuk ditabung di bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ajaklah anak untuk membuka rekening di bank. Bank-bank tertentu mempunyai produk tabungan yang dikhususkan untuk anak-anak. Biasanya produk tabungan khusus ini memiliki minimal setoran pertama yang rendah dan biaya administrasi yang kecil atau malah tidak ada. Ajaklah anak saat menyetor atau mengambil dana di tabungan, sehingga anak secara langsung melihat proses transaksi di bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bicarakan barang apa yang ingin dibeli dengan uang yang ditabungnya. Misalnya anak ingin membeli sebuah mainan yang berharga Rp. 100.000. Sedangkan si anak dapat menabung Rp. 20.000 setiap bulannya, sehingga dalam waktu lima bulan kemudian si anak dapat memperoleh mainan yang diinginkannya. Jika mainan yang diinginkannya sudah mengalami kenaikan harga, anda dapat membantunya untuk menutupi kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengajari anak menabung sedini mungkin, maka anak terbiasa dengan pola menabung ini. Di usia dewasa nantinya, anak akan sangat terbantu dalam mengelola keuangannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat menabung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-2962483406931703819?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/2962483406931703819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=2962483406931703819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2962483406931703819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/2962483406931703819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/mengajari-anak-menabung.html' title='Mengajari Anak Menabung'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-3619839471215219392</id><published>2008-01-23T20:03:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T20:59:05.773-08:00</updated><title type='text'>Membeli asuransi melalui beberapa saluran distribusi penjualan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang hanya mengenal produk asuransi yang dijual oleh para agen penjual atau sering disebut sebagai agen asuransi. Di Indonesia, distribusi penjualaan produk asuransi saat ini masih didominasi oleh para agen asuransi. Lalu selain agen, pihak mana saja yang menjual produk ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bank&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk asuransi yang dijual oleh bank sering disebut sebagai bancassurance. Ada beberapa bentuk kerjasama yang dilakukan pihak asuransi dan bank. Ada bentuk kerjasama dimana bank menyediakan tempat khusus untuk para penjual asuransi dari perusahaan tertentu. Setiap nasabah yang membeli produk asuransi pada counter khusus ini akan langsung dilakukan pendebetan pada rekening nasabah tersebut pada bank bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mem-paket-kan produk bank dengan asuransi, contohnya adalah produk tabungan untuk pendidikan. Disini nasabah berkomitmen untuk menabung sejumlah uang tertentu selama waktu yang ditentukan. Dana ini dikhususkan untuk pendidikan anak-anak mereka. Saat orang tua sebagai penabung mengalami musibah, maka pihak bank dengan dukungan perusahaan asuransi akan “menabungkan” sejumlah uang tertentu tadi sampai batas waktu yang direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bentuk lain kerjasama yang dilakukan, misalnya setiap membuka tabungan baru atau deposito, maka para nasabah akan mendapatkan perlindungan asuransi dengan uang pertanggungan tertentu. Biasanya fasilitas ini dapat dinikmati secara gratis atau dengan premi yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kartu kredit&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Istilah pada perusahaan asuransi, penjualan melalui kartu kredit ini disebut sebagai direct mailing. Artinya perusahaan asuransi menyebarkan brosur atau leaflet tentang produk yang dijualnya. Formulir pendaftaran pada umumnya disatukan dengan brosur tersebut. Sedangkan pembayaran premi akan langsung dibebankan ke kartu kredit kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk yang dijual melalui kredit kita ini biasanya produk yang sederhana dan tidak njlimet seperti yang dijual oleh para agen asuransi. Demikian pula proses seleksi atau proses underwritingnya jauh lebih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jenis produk asuransi lain yang dijual oleh kartu kredit yaitu berupa perlindungan akan terjaminnya pembayaran tagihan kartu kredit, jika kita terkena musibah. Premi yang dikenakan akan ditentukan berdasarkan besar tagihan kartu kredit kita. Biasanya premi asuransi dibayar bulanan sesuai dengan informasi tagihan kartu kredit yang secara reguler dikirimkan ke alamat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kantor Pos&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saat ini kantor pos memiliki inovasi yang cukup baik untuk menjadi saluran distribusi bagi beberapa produk yang salah satunya adalah asuransi. Karena jaringan kantor pos yang tersebar di seluruh Indonesia dan sampai pelosok-pelosok, maka kantor pos “diincar” untuk diajak kerjasama oleh beberapa perusahaan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan penjualan melalui kartu kredit, produk yang dijual melalui kantor pos adalah produk asuransi yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wajib di beberapa pengurusan surat-surat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pengurusan surat-surat yang mengharuskan kita untuk membeli asuransi. Diantaranya pengurusan SIM. Pada saat pengurusan SIM baru atau perpanjangan SIM lama, maka diberi kesempatan untuk membayar premi asuransi kecelakaan yang diwajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada beberapa saluran distribusi penjualan produk asuransi. Beberapa saluran distribusi selain agen asuransi, mendistribusikan produk asuransi yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah perbedaan beberapa saluran distribusi penjualan produk asuransi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jenis Produk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; :&lt;br /&gt;- Agen : Lengkap&lt;br /&gt;- Bank : Sederhana sampai cukup lengkap&lt;br /&gt;- Kartu kredit : Sederhana&lt;br /&gt;- Kantor Pos : Sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Informasi Produk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; :&lt;br /&gt;- Agen : Proposal, Brosur, Iklan di media massa&lt;br /&gt;- Bank : Proposal di counter khusus, brosur&lt;br /&gt;- Kartu kredit : Brosur&lt;br /&gt;- Kantor Pos : Brosur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pembayaran Premi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; :&lt;br /&gt;- Agen : Premi pertama melalui agen, selanjutnya melalui transfer / kartu kredit / debet rekening / ATM&lt;br /&gt;- Bank : Pendebetan rekening&lt;br /&gt;- Kartu kredit : ditagihkan melalui kartu kredit&lt;br /&gt;- Kantor pos : setor ke kantor pos&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat memilih. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-3619839471215219392?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/3619839471215219392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=3619839471215219392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3619839471215219392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/3619839471215219392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/membeli-asuransi-melalui-beberapa.html' title='Membeli asuransi melalui beberapa saluran distribusi penjualan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6679915180340612180</id><published>2008-01-17T00:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T01:04:25.653-08:00</updated><title type='text'>Menabung perlu komitmen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebagai pegawai negeri, saya memiliki penghasilan yang hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Tetapi kebutuhan biaya untuk pendidikan anak-anak yang membuat saya harus berpikir ulang tentang besarnya dana yang harus ditabung dan kapan saya mulai menabung. Apakah ada saran untuk ini?&lt;br /&gt;Agus Tri, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Selamat kepada anda yang telah sadar akan pentingnya arti menabung. Hanya anda perlu melihat beberapa hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, &lt;strong&gt;tulislah tujuan anda dalam menabung&lt;/strong&gt;. Ini sangat penting karena dengan mengetahui tujuan, maka ada gambaran yang konkrit tentang penggunaan tabungan tadi dan kapan waktu penggunaannya. Misalnya kita akan membayar uang pangkal saat kita mendaftarkan anak kita ke sekolah dasar 5 tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, &lt;strong&gt;pastikan kita punya komitmen dalam menabung&lt;/strong&gt;. Dengan adanya komitmen, maka kita akan dengan sukarela mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Dan dengan mulai menabung sekarang juga, maka kita mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. Misalnya kita punya komitmen untuk menabung Rp. 100.000 per bulan. Dengan menundanya selama 6 bulan, maka kita harus menambah 8 bulan masa menabung agar mencapai hasil yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, &lt;strong&gt;tentukan berapa besar dana yang sebenarnya bisa ditabung&lt;/strong&gt;. Untuk itu kita harus melakukan pencatatan sedetil mungkin pada bulan bersangkutan, dan kemudian coret pengeluaran yang tidak perlu. Dan bulan berikutnya kita sudah tahu berapa besar sebenarnya dana yang bisa ditabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat, &lt;strong&gt;menabunglah setelah penghasilan diterima&lt;/strong&gt;. Artinya menabunglah pada awal bulan, jangan di akhir bulan. Jika kita menabung di akhir bulan, maka tidak banyak dana yang bisa ditabung, karena sebagian besar sudah habis untuk keperluan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima, &lt;strong&gt;pastikan minimal penghasilan yang ditabung sebesar 10%&lt;/strong&gt;. Jika anda berpenghasilan Rp. 1 juta per bulan, pastikan bahwa Rp. 100 ribu adalah minimal yang harus anda tabung. Ini adalah jumlah minimal, disarankan untuk menabung lebih dari jumlah minimal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keenam, &lt;strong&gt;carilah tempat menabung atau tempat berinvestasi yang sesuai dengan karakter anda&lt;/strong&gt;. Ada orang yang senang menabung atau berinvestasi di deposito, atau ada yang senang di reksadana atau saham. Atau bahkan ada yang berinvestasi di sektor properti, apakah itu rumah, ruko atau tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menabung dalam jumlah kecil saat ini, maka anda sedang membangun asset yang besar di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menabung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6679915180340612180?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6679915180340612180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6679915180340612180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6679915180340612180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6679915180340612180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/menabung-perlu-komitmen.html' title='Menabung perlu komitmen'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8872999466577421341</id><published>2008-01-15T18:17:00.001-08:00</published><updated>2008-01-15T18:34:16.258-08:00</updated><title type='text'>Berinvestasi di reksadana</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Pada edisi sebelumnya, rubrik ini menyinggung tentang reksadana. Saya ingin tahu lebih banyak tentang reksadana ini dan bagaimana cara berinvestasi di sana?&lt;br /&gt;Wawan, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih, anda telah mengikuti rubrik ini. Diharapkan anda dapat mengambil manfaat dan sekaligus membuka wawasan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan anda, reksadana terbentuk karena adanya sekumpulan investor yang mengumpulkan dananya untuk membeli beberapa macam instrumen investasi. Misalnya obligasi, saham, pasar uang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkumpulnya investor ini, maka dapat dibeli obligasi yang mensyaratkan pembelian senilai Rp. 500 juta s.d. Rp. 1 Milyar. Atau jika ditempatkan pada instrumen pasar uang akan didapatkan pendapatan bunga yang lebih tinggi daripada jika kita membeli sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana ini dikelola oleh manager investasi, misalnya Schroders Investment Managemet Indonesia, Manulife Aset Manajemen Indonesia, atau Mandiri Sekuritas. Manager investasi ini bertugas mengelola dana yang terkumpul dan mengoptimalkan pendapatan investasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana dapat dibeli lewat bank distributornya, misalnya Mandiri Sekurities menjual produk reksadananya melalui Bank Mandiri, atau Schroders yang mendistribusikan produknya melalui Citibank, HSBC atau Standard Chartered Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ada batas minimal investasi yang dipersyaratkan. Beberapa reksadana mensyaratkan minimal Rp. 500 ribu atau bahkan ada yang lebih kecil dari jumlah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 jenis reksadana berdasarkan komposisi instrumen investasinya. Ada reksadana pasar uang yang sebagian besar investasinya pada instrumen pasar uang. Kemudian reksadana pendapatan tetap, yang penempatannya pada instrumen pendapatan tetap, misalnya obligasi. Juga reksadana saham, yang sebagian besar penempatan dananya pada saham yang dijual di bursa saham.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Reksadana saham mempunyai potensi tingkat risiko yang paling tinggi, demikian pula potensi pendapatan investasinya adalah yang paling tinggi. Sedangkan reksadana pasar uang kebalikan dari reksadana saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membeli produk reksadana, sebaiknya anda membaca prospektus dari produk tersebut. Pada prospektus dijelaskan apa jenis reksadananya, siapa manajer investasinya, bank mana yang menjadi bank kustodiannya, dan juga fee yang harus anda bayar. Biasanya ada biaya pembelian (entry fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) atau biaya pemindahan ke reksadana lain (switching fee).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi di reksadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Catatan : Beberapa produk reksadana dan institusi disebutkan di sini untuk memperjelas pemahaman dan bukan merupakan promosi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8872999466577421341?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8872999466577421341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8872999466577421341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8872999466577421341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8872999466577421341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/berinvestasi-di-reksadana.html' title='Berinvestasi di reksadana'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-8814217512705891038</id><published>2008-01-06T22:18:00.001-08:00</published><updated>2008-01-06T22:25:33.854-08:00</updated><title type='text'>Hidup di Panti Werdha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya sedang memikirkan untuk hidup layak di usia tua bersama istri saya. Saya tidak ingin membebani anak-anak dengan hidup bersama mereka. Tampaknya menyenangkan untuk hidup bersama anak-anak, tetapi sepertinya itu hanya untuk waktu yang terbatas. Saya ingin mempersiapkan diri mulai sekarang untuk kehidupan di usia tua nanti. Apa yang harus saya lakukan saat ini?&lt;br /&gt;Sasmito, Tuban&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada banyak pilihan yang bisa kita ambil untuk tujuan Anda tersebut. Salah satu pilihan yang cukup masuk akal adalah tinggal di panti werdha (jompo). Selama ini memang kebanyakan orang berpikir bahwa panti werdha adalah tempat “pembuangan” orang-orang tua yang tidak punya siapa-siapa lagi. Tetapi sekarang sudah ada sejumlah panti werdha yang dikelola secara profesional, dan ke depan pasti tempat seperti ini akan semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah panti werdha yang mewawancarai setiap calon penghuni untuk memastikan bahwa calon penghuni memang datang dengan kemauannya sendiri, bukan karena “dibuang” atau dipaksa oleh keluarganya. Kondisi di dalam panti werdha itu sendiri serba bersih, pelayanan baik, pelayanan kesehatan dan agama tersedia secara teratur, sarana rekreasi dan olahraga terjamin, pendek kata mirip sebuah hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, untuk tinggal di tempat seperti ini, diperlukan biaya yang tidak kecil. Ada panti werdha yang mengenakan biaya Rp. 1,5 juta per kepala per kamar per bulan. Kalau satu kamar diisi oleh dua orang, suami istri misalnya, biaya yang dikenakan Rp. 2.250.000. Ada juga yang mengenakan biaya Rp. 3 juta per kepala per kamar atau Rp. 4,5 juta kalau kamar itu diisi oleh dua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi harga “mahal” itu akan jadi ringan sejauh kita merencanakan semuanya dengan benar mulai dari sekarang. Dengan demikian Anda akan bisa menjalani masa tua dengan biaya sendiri, tanpa membebani anak-anak Anda atau masyarakat. Bukankah ini cara hidup yang membanggakan? Di lain pihak, hidup bersama sesama orang sebaya akan lebih menggembirakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang kemudian muncul adalah bagaimana menghitung kebutuhan kita di masa mendatang tersebut, dan bagaimana mempersiapkannya? Katakan saja usia Anda saat ini 35 tahun, dan berminat untuk pensiun pada usia 55 tahun, dan memutuskan untuk tinggal di panti werdha. Sebut saja biaya hidup di panti werdha saat ini adalah Rp. 3 juta per bulan. Dengan asumsi kenaikan biaya bulanan sebesar 5% per tahun, maka biaya per bulan pada saat Anda masuk panti werda nanti (20 tahun mendatang) adalah Rp. 8 juta per bulan. Maka, pada saat Anda berusia 55 tahun dan siap pensiun, maka di tangan Anda harus tersedia dana sekitar Rp. 1,1 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda terkejut melihat besarnya angka ini, tetapi bukan mustahil Anda akan mendapatkannya kalau Anda mempersiapkan dengan baik semuanya. Nah sekarang kami buatkan hitungannya untuk Anda. Kalau Anda mau membayar seluruh kebutuhan selama 20 tahun itu saat ini, maka Anda harus menyiapkan dana sebesar Rp. 118 juta, dengan asumsi bahwa bunga bank adalah 12% per tahun. Kalau Anda bermaksud mencicil kebutuhan itu secara bulanan secara flat, maka Anda harus mencicil sebesar Rp. 1,3 juta per bulan mulai sekarang sampai usia 55 tahun. Dan kalau misalnya Anda ingin cicilan Anda naik sebesar 10% per tahun, maka cicilan bulanan tahun pertama Anda adalah Rp. 615.000 per bulan. Cukup terjangkau bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selamat mempersiapkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-8814217512705891038?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/8814217512705891038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=8814217512705891038' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8814217512705891038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/8814217512705891038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/hidup-di-panti-werdha.html' title='Hidup di Panti Werdha'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7666272030582648978</id><published>2008-01-01T22:52:00.000-08:00</published><updated>2008-01-01T22:58:17.096-08:00</updated><title type='text'>Memisahkan Uang Pribadi dan Perusahaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Saya seorang dokter, demikian pula istri saya. Kami mempunyai sebuah tempat praktek bersama, lengkap dengan apotiknya. Saat ini kami sedang bingung bagaimana menangani keuangan pribadi kami dan keuangan tempat praktek bersama.&lt;br /&gt;dr. M. Ichsan, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Wah, anda tampaknya berprofesi ganda, yaitu sebagai dokter dan sebagai pengusaha tempat praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah saat ini anda mempunyai dua institusi, yang pertama sebuah institusi yang bernama keluarga, dan yang kedua adalah badan usaha yang anda berdua dirikan, yaitu tempat praktek bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dua institusi tersebut berbeda, maka anda harus memisahkan keuangan kedua institusi tersebut. Untuk tempat praktek bersama, pastikan keuangannya ditangani dengan baik dan oleh orang yang ahli di bidangnya. Buatlah laporan keuangan yang berisi arus keluar masuk dana harian yang kemudian direkap dalam neraca bulanan. Dengan pencatatan harian dan laporan bulanan seperti itu, anda akan mendapatkan informasi yang lengkap, mulai dari perkembangan aset usaha, total pendapatan, total pengeluaran, sampai laba kotor maupun laba bersih badan usaha anda. Berdasarkan catatan dan laporan itu, anda akan mengetahui berapa persisnya tingkat keuntungan atau kerugian investasi atau usaha anda. Di samping itu, berdasarkan laporan tersebut, anda juga bisa membuat analisa dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan, misalnya bagaimana meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, anda semestinya juga membuat catatan keuangan untuk keluarga anda, yang pada dasarnya juga berisi catatan pemasukan dan pengeluaran. Misalnya saja, yang anda masukkan sebagai pemasukan adalah pendapatan anda berdua dari tempat praktek. Sebaiknya anda tidak mengambil semua dana dari tempat praktek sebagai penghasilan yang dibawa pulang. Lebih baik kalau anda menerapkan sistem gaji untuk diri sendiri dan istri dari tempat praktek. Di tempat praktek, gaji anda ini akan dimasukkan dalam pos pengeluaran (gaji). Kalau seluruh pendapatan anda di tempat praktek anda bawa pulang dan masuk pos rumah tangga, maka akan terlihat bahwa unit usaha praktek anda tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, anda mesti membuat pembedaan yang tegas antara pemasukan unit usaha dan pemasukan pribadi dan keluarga. Di lain pihak, pengeluaran unit usaha dan pengeluaran rumah tangga juga harus dipisahkan dengan tegas.  Misalnya, jika tempat praktek bersama tersebut memakai salah satu bagian dari rumah anda, maka tagihan listrik, air, kebersihan maupun keamanan harus anda pisahkan, sehingga beban tempat praktek tidak memberatkan keuangan rumah tangga, demikian pula sebaliknya. Bahkan mestinya anda (sebagai pemilik rumah) mengenakan biaya sewa, termasuk service charge misalnya, terhadap unit usaha praktek anda. Ini berarti pendapatan bagi keuangan rumah tangga anda, tetapi pengeluaran bagi usaha praktek anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tertib mencatat semua pengeluaran dan pemasukan untuk masing-masing institusi yang kita miliki, maka kita dapat menghitung perkembangan asset maupun arus kas untuk masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Selamat mencatat dan sukses.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7666272030582648978?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7666272030582648978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7666272030582648978' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7666272030582648978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7666272030582648978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2008/01/memisahkan-uang-pribadi-dan-perusahaan.html' title='Memisahkan Uang Pribadi dan Perusahaan'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-1132869378586200052</id><published>2007-12-30T19:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T19:06:32.715-08:00</updated><title type='text'>Persiapan Pernikahan Dengan Dana Terbatas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pengasuh rubrik yang terhormat, beberapa bulan ke depan kami akan melangsungkan pernikahan di Surabaya. Tetapi sampai saat ini, kami masih bingung mempersiapkan dana untuk “pesta” yang ingin kami buat meriah yang akan diselenggarakan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mohon saran bagaimana mempersiapkan dana untuk pernikahan kami.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dedi &amp;amp; Yeni – Surabaya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Jawaban&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;:&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mas Dedi &amp;amp; mbak Yeni, selamat atas komitmen yang sudah dibuat untuk hidup bersama dalam ikatan perkawinan. Senang sekali mendengar anda berdua telah merencanakan pernikahan yang “pesta”nya ingin anda berdua rayakan secara meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pasangan yang memiliki kendala dalam persiapan pernikahannya adalah dana untuk pesta. Sebenarnya apakah arti dari sebuah “pesta pernikahan”? Ada referensi yang menyatakan bahwa sebuah pernikahan haruslah diumumkan kepada masyarakat, seperti Indonesia saat memproklamasikan kemerdekaannya kepada negara-negara di seluruh dunia. Hal yang lazim adalah mengumumkan “pernikahan” melalui pesta yang diselenggarakan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah ada cara lain yang bisa dilakukan sebagai “media” untuk pengumuman ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber pendanaan bisa berasal dari orangtua kedua calon mempelai, bisa juga hanya berasal kedua calon mempelai. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab di bawah ini berkenaan dengan pendanaan.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berapa besar dana yang dialokasikan untuk pernikahan ini, mulai dari lamaran, seserahan, malam midodareni, akad / pemberkatan nikah, acara adat, pesta pernikahan, bulan madu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa saja yang dicover oleh dana ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan menjawab kedua pertanyaan di atas, kita dapat melanjutkan kepada pertanyaan di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berapa banyak tamu yang akan diundang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah semua saudara, kerabat, teman perlu semuanya diundang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah memungkinkan untuk memilah mana yang perlu diundang, mana yang cukup diberitahu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dana terbatas kita dapat lebih kreatif merencanakan pernikahan kita dengan perayaan semeriah mungkin tetapi dengan dana yang seminim mungkin. Menarik bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak disarankan untuk menghabiskan semua uang / harta yang anda miliki untuk pesta yang hanya akan berlangsung sehari atau malah semalam saja. Karena kebutuhan setelah pesta pernikahan memerlukan dana yang tidak sedikit. Katakan biaya untuk sewa rumah. Apalagi setelah memiliki anak, maka biaya rumah tangga akan membengkak cukup drastis, mulai dari kebutuhan membeli susu, biaya ke dokter, biaya sekolah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merencanakan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-1132869378586200052?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/1132869378586200052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=1132869378586200052' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1132869378586200052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/1132869378586200052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2007/12/persiapan-pernikahan-dengan-dana.html' title='Persiapan Pernikahan Dengan Dana Terbatas'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-860420178636509371</id><published>2007-12-26T17:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T17:41:27.406-08:00</updated><title type='text'>Mengapa premi asuransi hangus?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Istilah premi hangus banyak ditemui di industri asuransi, khususnya asuransi jiwa. Karena apa? Banyak orang merasa bahwa premi yang dibayarkan tidak kelihatan manfaatnya. Pada awal tahun polis, pemegang polis membayar uang premi, tetapi pada tahun berjalan tertanggung tidak mengalami risiko yang dipertanggungkan dalam polis. Sehingga premi yang dibayarkan “seolah-olah” hangus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita coba lihat pengertian premi hangus ini dari beberapa segi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manfaat vs Premi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bicara premi, maka kita juga harus bicara tentang manfaat yang dibayarkan saat tertanggung mengalami risiko yang dipertanggungkan. Misalnya risiko yang dipertanggungkan dalam polis adalah risiko meninggal dunia. Maka manfaat diberikan saat tertanggung meninggal dunia dalam periode kontrak. Bagaimana kalau tertanggung hidup di akhir kontrak? Ada polis yang memberikan manfaat saat tertanggung tetap hidup sampai akhir kontrak. Ada pula yang tidak memberikan apa-apa, ini yang biasa disebut orang sebagai polis yang memiliki karakteristik “premi hangus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polis jenis pertama dalam dunia asuransi jiwa disebut sebagai produk endowment. Contohnya adalah asuransi endowment yang diperuntukkan untuk keperluan beasiswa sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan polis jenis kedua adalah produk term life insurance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa melihat jelas perbedaannya pada tabel 1 berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tabel 1. Produk asuransi jiwa&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Endowment Insurance&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Meninggal dunia di tengah masa kontrak : Uang Pertanggungan dibayarkan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Hidup di akhir masa kontrak : Uang Pertanggungan dibayarkan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Term Life Insurance&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Meninggal dunia di tengah masa kontrak : Uang Pertanggungan dibayarkan&lt;br /&gt;- Hidup di akhir masa kontrak : Tidak ada pembayaran&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Polis jenis term life insurance ini dijual berbagai bentuk. Ada yang yang bermasa kontrak 1 tahun dan kemudian dapat diperbaharui, disebut sebagai Yearly Renewable Term (YRT). Sehingga premi akan naik setiap tahun mengikuti usia yang menaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bermasa 5 tahun atau lebih dengan premi tetap selama periode kontrak, demikian pula uang pertanggungannya. Produk ini disebut sebagai Level Term.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula produk yang umumnya digabungkan atau dipersyaratkan saat kita mengambil KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Produk jenis ini memberikan manfaat yang menurun setiap bulannya (sesuai dengan cicilan pokok), sedangkan premi dibayarkan dalam periode tertentu sesuai kontraknya atau sekaligus di awal kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara detil jenis produk term life insurance dapat dilihat pada tabel 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tabel 2. Produk Term Life Insurance&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;YRT&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masa Kontrak :  1 tahun &amp;amp; dapat diperbaharui&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manfaat : Tetap selama masa kontrak&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Premi : Menaik setiap tahun&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Level Term&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Masa Kontrak : 5 tahun atau lebih&lt;br /&gt;Manfaat : Tetap selama masa kontrak&lt;br /&gt;Premi : Tetap selama masa kontrak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Decreasing Term&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Masa Kontrak : 5 tahun atau lebih (umumnya sesuai jangka waktu KPR)&lt;br /&gt;Manfaat : Menurun selama masa kontrak&lt;br /&gt;Premi : Tetap selama masa kontrak atau dibayarkan sekaligus di awal kontrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Premi Hangus&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setelah kita mengerti dua jenis produk asuransi jiwa, pertanyaan yang sering muncul adalah ngapain kita beli produk yang preminya hangus ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan lebih baik jika kita lihat komposisi kedua produk tersebut di atas. Produk term life insurance hanya memiliki komposisi pertanggungan risiko saja, sedangkan produk endowment berisi pertanggungan risiko ditambah tabungan (saving). Ini berpengaruh terhadap premi yang harus dibayar. Pertanggungan yang berunsur risiko saja, memiliki premi yang relatif rendah. Sedangkan pertanggungan yang berunsur risiko dan tabungan, premi yang harus dibayar jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang dipilih? Itu sangat tergantung dengan kebutuhan kita. Apakah kita hanya memerlukan proteksi terhadap risiko saja, ataukah sekaligus ingin menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang  yang sempat ditemui, hanya ingin memerlukan proteksi terhadap risiko saja. Karena mereka sudah menabung atau berinvestasi di tempat lain. Sehingga dipilihlah term life insurance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang lainnya, ingin proteksi dan menabung. Dengan membeli asuransi yang memiliki kedua unsur tersebut, maka mereka akan dengan “terpaksa” untuk menabung. Jika mereka tidak tertib, maka perusahaan asuransi akan memberikan semacam “penalti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain produk term life insurance, beberapa produk lainnya juga memiliki karakteristik “premi hangus”. Misalnya asuransi kecelakaan pribadi, asuransi kesehatan. Di dunia asuransi umum, hampir semua memiliki karakteristik ini, misalnya asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi perkapalan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pastilah memiliki kebutuhan yang unik, sehingga produk asuransi yang dibelipun menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Janganlah menganggap bahwa “premi hangus” yang dibayarkan benar-benar “hangus”. Karena premi tersebut dipakai untuk menjaga kerugian finansial kita, akibat risiko yang ada terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memilih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-860420178636509371?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/860420178636509371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=860420178636509371' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/860420178636509371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/860420178636509371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2007/12/mengapa-premi-asuransi-hangus.html' title='Mengapa premi asuransi hangus?'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-6080109818373804435</id><published>2007-12-24T18:35:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T18:42:13.319-08:00</updated><title type='text'>Memahami Perencanaan Keuangan Secara Sederhana</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perencanaan Keuangan Untuk Siapa?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang yang punya pemikiran bahwa perencanaan keuangan adalah milik orang-orang kaya atau yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas bahkan tingkat paling atas. Jika kita pertanyakan, apakah kita yang berada pada golongan menengah atau bawah memerlukan sebuah perencanaan keuangan? Jika jawabannya tidak, maka tulisan ini akan berhenti di sini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman dari seorang teman perencana keuangan, bahkan golongan ekonomi paling bawahpun sangat berkepentingan pada perencanaan keuangan ini. Dengan pendapatan sedikit di atas UMR, seorang buruh sangat kesulitan untuk mengatur keuangannya. Dengan dua orang tanggungan, yaitu istri dan seorang anaknya, dia sangat bingung untuk mengatur agar pengeluarannya lebih kecil daripada pendapatannya. Tetapi dengan bantuan seorang perencana keuangan, dia sekarang terbebas dari kesulitannya itu. Apa yang dilakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya dia mencatat semua pengeluarannya pada bulan bersangkutan, dan pada akhir bulan dia melihat bahwa beberapa pengeluaran yang dia lakukan sebenarnya tidak perlu. Pada bulan berikutnya besar nominal pengeluaran yang tidak diperlukan tersebut ditabungnya dan dialokasikan untuk keperluan keluarganya di masa depan. Dan sekarang dia terbebas dari masalahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas mungkin sederhana, tetapi tidaklah sesederhana yang kita bayangkan jika kita mengalaminya sendiri. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam sebuah perencanaan keuangan? Mari kita kupas satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kehidupan finansial kita, pasti ada yang namanya pendapatan. Apakah kita tahu berapa besar pendapatan kita setiap bulannya. Yang paling mudah diidentifikasi adalah gaji yang kita terima setiap bulannya. Juga gaji yang diterima istri, jika dia juga bekerja. Apakah anda mempunyai tabungan? Jika ya, apakah anda pernah memperhatikan bahwa setiap bulannya kita mendapatkan bunga dari uang yang kita tabung. Pendapatan bunga ini meskipun kecil, dapat kita kategorikan sebagai salah pendapatan kita setiap bulan. Bayangkan jika kita mempunyai “mesin uang” yang menghasilkan tingkat pendapatan sebesar 10% setiap bulannya, maka pendapatan tersebut cukup signifikan terhadap total pendapatan yang kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan pengeluaran yang kita lakukan? Apakah anda pernah mempunyai catatan tentang pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya? Sebagian besar orang tidak memiliki catatan ini, karena pengeluaran bulanan kita begitu banyaknya dan diantaranya memiliki nominal kecil. Misalnya anda mengeluarkan sekeping uang logam bernilai Rp. 100 untuk diberikan ke “pak ogah” di perempatan jalan. Biasanya nominal yang kecil ini tidak tercatat dalam “buku” kita, karena nominalnya kecil dan jumlahnya cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pengeluaran kita dapat dikategorikan menjadi pengeluaran bulanan dan pengeluaran non bulanan. Pengeluaran bulanan misalnya : pembayaran listrik, air minum, iuran kebersihan sampai ongkos transportasi kita ke kantor. Sedangkan pengeluaran non bulanan adalah pengeluaran yang harus kita lakukan setiap tiga bulan atau setiap tahun sekali. Misalnya pembayaran premi asuransi yang setiap tiga bulan, pembayaran pajak bumi dan bangunan yang setiap tahun, pembayaran STNK kendaraan bermotor kita yang juga setiap tahun, dan lain sebagainya. Dua kategori di atas adalah pengeluaran rutin, ada pula yang disebut sebagai pengeluaran non rutin. Misalnya pengeluaran yang harus kita lakukan karena rumah kita bocor, sehingga diperlukan perbaikan seperlunya, atau pengeluaran saat kita membeli mobil atau rumah. Istilah di instansi pemerintahan, ada biaya rutin dan biaya pembangunan. Biaya rutin seperti contoh kita tadi adalah biaya rutin kita setiap bulan atau setiap tahun sekali. Sedangkan biaya pembangunan seperti biaya pembelian mobil dan rumah. Setelah mobil atau rumah dibeli, maka biaya perawatannya masuk ke biaya rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbandingan Pendapatan dan Pengeluaran&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang kita bandingkan antara pendapatan yang kita terima dan pengeluaran yang kita lakukan. Apakah seimbang, lebih besar pengeluaran, atau lebih besar pendapatan? Kondisi terakhir adalah yang kita harapkan bersama. Tetapi banyak orang dimana pengeluarannya lebih besar daripada pendapatan yang dia terima. Apa yang kita harus lakukan untuk kondisi ini? Seperti contoh buruh di atas yang melakukan “pelacakan” terhadap pengeluarannya, maka kita juga dapat melakukan kegiatan tersebut. Hasil dari kegiatan “pelacakan” ini adalah potret pengeluaran yang kita lakukan dalam periode tertentu. Ada pengeluaran yang harus dilakukan, ada yang bisa tidak dilakukan dan ada yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Kategori terakhir bisa kita coret dari daftar pengeluaran kita pada periode berikutnya dan nominal dari pengeluaran tersebut bisa langsung kita tabung atau kita investasikan setelah kita menerima gaji bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Keuangan Kita&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah kita “memotret” kondisi keuangan kita, maka kita telah mengetahui kelebihan maupun kekurangan kita dalam mengelola keuangan sebelumnya. Tahap selanjutnya adalah menentukan secara spesifik tujuan keuangan kita di masa depan. Setiap orang pastilah mempunyai tujuan hidup, tetapi jarang yang secara spesifik dan terukur apa yang ingin dia lakukan dalam jangka waktu tertentu. Seorang teman yang berhasil mengembangkan bisnisnya menyarankan bahwa tujuan hidup kita harus jelas, terukur kapan waktu pencapaiannya dan tertulis. Bahkan dia menyarankan agar setiap orang memiliki “dream book”, tempat kita menulis setiap tujuan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pastilah ingin hidup sejahtera, tetapi setiap orang mempunyai ukuran “kesejahteraan” yang berbeda. Contoh tujuan yang spesifik dan terukur adalah menyekolahkan anak sampai tingkat S1 di sebuah perguran tinggi di Indonesia selama 10 tahun mendatang. Tujuan ini spesifik, bisa diukur berapa besar biayanya dan jangka waktu pencapaiannya. Dengan tujuan yang cukup jelas ini, kita akan dapat mengukur berapa besar dana harus disisihkan setiap bulannya mulai saat ini untuk mencapai tujuan mulia tersebut. Tugas kita pada tahap ini adalah menentukan tujuan-tujuan keuangan kita di masa mendatang, mulai dari mempersiapkan pendidikan anak, mempersiapkan masa pensiun sampai mempersiapkan biaya pemakaman saat kita meninggal nanti. Dan kemudian menghitung besar dana yang harus disisihkan agar tujuan tersebut bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak “kendaraan” bisa kita pakai untuk mencapai tujuan ini, mulai dari menabung, berasuransi, dan berinvestasi. Berinvestasipun banyak sekali caranya, mulai dari saham, obligasi, reksadana, sampai berinvestasi di bidang properti atau menanam modal langsung ke dunia bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan menuju Roma, bisa lewat darat, laut maupun udara. Semua pilihan ada di tangan kita, dan pasti kita memilih yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat berjuang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-6080109818373804435?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/6080109818373804435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=6080109818373804435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6080109818373804435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/6080109818373804435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2007/12/memahami-perencanaan-keuangan-secara.html' title='Memahami Perencanaan Keuangan Secara Sederhana'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7882218506322856581.post-7153479815349313737</id><published>2007-12-20T19:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T22:44:13.061-08:00</updated><title type='text'>Membeli Mobil Keluarga</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap keluarga pastilah memiliki kebutuhan akan alat transportasi yang memadai untuk menunjang kegiatan sehari-harinya. Untuk mengangkut anggota keluarga yang akan bekerja maupun masih bersekolah, memiliki mobil yang sesuai dengan kebutuhan adalah dambaan bagi setiap keluarga. Tetapi banyak hal harus diperhatikan untuk memiliki mobil ini. Tulisan ini akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;membahas beberapa hal yang berhubungan dengan membeli mobil keluarga yang sesuai dengan kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Mobil baru atau mobil bekas&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak keluarga yang mendambakan mobil yang layak untuk dipakai, tetapi anggaran yang dimiliki terbatas. Mobil bekas seringkali menjadi satu-satunya pilihan untuk ini. Tetapi membeli mobil bekas seringkali menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya ternyata surat-surat seperti BPKB atau STNK yang tidak sesuai dengan nomor mesin atau nomor rangka mobil yang kita beli, kondisi mesin yang dalam keadaan rusak yang tidak ketahui sebelumnya, kondisi bodi mobil yang sudah beberapa kali dicat ulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi perburuan mobil bekas menjadi sangat menarik jika kita dengan serius belajar untuk mengenal seluk-beluk penjualan mobil bekas ini. Beberapa orang yang penulis temui mendapatkan mobil bekas yang masih bagus dengan harga miring. Biasanya orang yang sangat membutuhkan uang untuk keperluan tertentu akan menjual mobilnya dengan harga lebih rendah daripada pasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika kita memiliki dana yang cukup untuk membeli mobil baru, maka kita tinggal mengunjungi dealer mobil yang kita inginkan. Dengan membandingkan antara dealer satu dengan dealer lainnya, maka kita akan mendapatkan harga yang kompetitif dan bonus yang berlimpah. Perburuan mobil baru menjadi hal yang menarik juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Gengsi vs Kebutuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang manajer di industri perbankan merasa bahwa membeli mobil adalah untuk meningkatkan gengsinya. Orang lain akan melihat dia sebagai orang yang sukses, karena memiliki mobil yang bagus. Akhirnya dia membeli mobil yang cukup “berkelas” meskipun mobil tersebut mobil bekas. Ternyata mobil ini tidak sesuai kebutuhan keluarganya dengan 3 anak yang harus diantar jemput di sekolahnya, seorang &lt;i&gt;baby sitter&lt;/i&gt; untuk anak yang paling kecil dan istri yang juga bekerja. Mobil berjenis sedan ini, ternyata hanya nyaman jika dimuati 4 orang (termasuk sopir). Dengan 7 orang yang ada saat berangkat pagi, mobil ini menjadi “siksaan” buat orang-orang yang ada di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ilustrasi tadi menggambarkan bagaimana gengsi dari sang ayah harus mengorbankan kenyamanan dari anggota keluarga lainnya. Mobil yang memiliki kapasitas yang cukup besar adalah mobil yang lebih cocok dan lebih sesuai untuk kebutuhan keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bisa juga keluarga ini membeli mobil lain yang akan dipakai untuk antar jemput anak mereka pergi dan pulang sekolah. Tetapi tentunya biaya operasional maupun biaya pemeliharaan akan menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Biaya Operasional &amp;amp; Biaya Perawatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keluarga yang sebelumnya tidak memiliki mobil, tidak dapat membayangkan biaya operasional maupun perawatan yang timbul saat keluarga tersebut memiliki mobil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya operasional mobil yang paling besar adalah untuk bahan bakar. Dengan harga bahan bakar yang cenderung meningkat secara reguler, maka biaya operasional akan juga meningkat. Pemilihan mobil yang irit dalam pemakaian bahan bakar menjadi pilihan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biaya perawatan untuk mobil bekas akan jauh lebih besar dibandingkan dengan mobil baru. Mobil bekas yang dijual di pasaran biasanya sudah melewati masa garansi perawatan mobil dari agen penjualan mobil. Pada umumnya biaya perawatan ini meliputi penggantian oli, penggantian suku cadang, tune up mesin yang harus dilakukan secara reguler. Beberapa penjual mobil baru menawarkan jaminan perawatan dan penggantian suku cadang dalam kurun waktu tertentu, sehingga pemilik mobil tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan untuk ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada lagi pajak kendaraan yang harus kita bayar setiap tahun yang tergantung dari jenis mobil dan tahun pembuatan mobil. Pajak mobil sedan akan lebih tinggi dibandingkan minibus. Pajak mobil yang pembuatannya 5 tahun yang lalu akan lebih murah dibandingkan dengan pajak mobil sejenis yang pembuatannya 1 tahun yang lalu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Nilai mobil cenderung turun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara umum nilai mobil akan turun seiiring dengan pemakaiannya. Mobil dengan tipe sama dan kondisi sama, tetapi tahun pembuatan yang berbeda akan memiliki nilai yang berbeda. Katakan penurunan harga mobil sebesar 10% setiap tahunnya, maka mobil yang seharga Rp. 100 juta akan bernilai Rp. 90 juta setahun ke depan, demikian seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kondisi mobil yang terawat akan memiliki nilai yang jual yang lebih tinggi dari harga rata-rata pasarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memiliki mobil berarti memiliki aset yang cenderung turun setiap tahunnya, dengan perawatan dan pemakaian yang memadai, maka penurunan ini akan lebih rendah dari umumnya. Kita harus memperhatikan dengan serius hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Pembiayaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini banyak institusi pembiayaan yang membantu kita untuk mewujudkan impian memiliki mobil keluarga, diantaranya bank maupun lembaga leasing. Tingkat bunga maupun persyaratan yang diperlukan cukup bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing lembaga tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Besar cicilan hutang maksimal 30% dari pendapatan kita. Jadi hitung terlebih dahulu cicilan hutang lainnya saat ini, apakah jika digabungkan akan menghasilkan nilai yang lebih besar dari batasan tadi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika kita memiliki dana tunai yang cukup untuk membeli mobil idaman kita, maka kita tidak perlu melalui lembaga pembiayaan tadi. Tetapi ada tambahan dana yang harus kita alokasikan untuk membeli asuransi mobil atau persyaratan lain yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teliti dan berhitunglah sebelum membeli mobil idaman kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tips Membeli Mobil Keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenali kebutuhan akan mobil keluarga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;-&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dahulukan kebutuhan dibandingkan gengsi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;-&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hitung secara cermat biaya operasional dan biaya perawatan yang akan timbul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;-&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alokasikan anggaran yang dipakai untuk pembelian mobil ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;-&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilih lembaga pembiayaan yang bonafid dan sesuai dengan kebutuhan kita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;-&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rawatlah mobil serapi mungkin sehingga nilai jualnya tetap tinggi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7882218506322856581-7153479815349313737?l=joanneswidjajanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/feeds/7153479815349313737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7882218506322856581&amp;postID=7153479815349313737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7153479815349313737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7882218506322856581/posts/default/7153479815349313737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joanneswidjajanto.blogspot.com/2007/12/membeli-mobil-keluarga.html' title='Membeli Mobil Keluarga'/><author><name>Joannes Widjajanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01134616027650437893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ng3hFMZpF3w/SOxXvamkN7I/AAAAAAAAADo/kNBmx9wNKvE/S220/Ayah+Malibu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
